Pertemuan di bus kota

Pertemuan di bus kota
40.Boleh kerja atau tidak


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian sudah bulan puasa, dan sebentar lagi lebaran Idul Fitri. Dara sudah ada persiapan pulang ke kampung halaman ya itu Lampung.


Dara sudah dua lebaran tidak pulang, ke kampung halaman. Semenjak di datangi seorang pemuda dewasa, yang di kenal pemuda kaya raya di kampung itu. Dara memutuskan pergi dari kampung untuk menghindari perjodohan itu.


Bapaknya sendiri tidak bisa memaksa kehendak Dara, karena Dara orang nya suka nekat. Termasuk kepergian Dara ke Jakarta, Dara berangkat jam setengah lima subuh. Saat itu baru lepas sholat subuh langsung berangkat maka tidak ada yang tahu kepergian Dara. Pihak keluarga juga menyembunyikan kepergian Dara dari para tetangga, supaya tidak di ketahui oleh pemuda tersebut.


Pada saat itu dara baru berusia 18 tahun baru saja lulus SMA. Di datangi dan di lamar untuk menjadi istri seorang pemuda dewasa. Kaget dan syok, itu yang Dara rasakan. Apa lagi Dara sudah biasa memanggilnya Om, semua orang juga tidak menyangka jika pemuda tersebut sudah jatuh cinta. Ternyata malah jatuh cinta pada remaja, yang memang di gandrungi para pemuda di kampung.


Karena orang yang paling kaya di desa tersebut, maka pemuda yang merasa tak sepadan jika bersaing dengannya. Maka mereka mengalah, jika Dara sudah di datangi pemuda tersebut. Namun beberapa perempuan yang lebih dewasa dari Dara banyak yang menghujat Dara. Apa lagi pemuda tersebut sering membantu kesulitan orang tua Dara.


Dengan cara itu juga di gunakan untuk mendapatkan Dara. Pemuda itu menyukai Dara sejak dara kecil, tepatnya dara beranjak remaja. Setelah lulus SMA makanya langsung di lamar sebelum di lamar yang lain. Tapi ternyata biar pun sudah akrab dari Dara kecil. Apa aja di berikan jika Dara mau, namun tidak bisa untuk mendapatkan hatinya.


Dara sudah mulai siap untuk pulang ke kampung. Dara membawa tas ransel besar yang berisi pakaianya dan barang miliknya. Yang sudah siap untuk di jemput oleh Raid, untuk pulang ke rumah nya dulu.


"Berarti mbak Dara tidak balik kerja lagi ke sini?" tanya Sinta dengan raut wajah yang sedih.


Karena ia sangat menyayangi dari seperti tantenya sendiri. Saat ada tantenya pun jika di rumahnya, maka ia mengajak main bertiga.


"Tidak dek, mbak akan ada persiapan pernikahan jadi setelah menikah mbak tidak akan kerja di sini." Jawab Dara.


"Terus nanti mau kerja di mana?" tanyanya lagi.


"Belum tahu, mbak boleh kerja atau tidak." Jawab Dara.


"Yah," hanya itu saja yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Saat semua sudah terdiam, ada suara tlakson motor. Ya yang datang adalah Raid yang menjemput Dara yang akan pulang ke rumahnya pagi ini. Segera Dara berpamitan pada semua yang di rumah. Setelah itu ia keluar dengan 2 tas besar dan tas selempang miliknya.


Raid membantu mengangkat tas tersebut ke motor bagian depan. Sedangkan Dara naik di belakang dengan leluasa. Sebab tas dua-duanya berada di depan, itu atas kemauan Raid.


Setelah beberapa menit kemudian sampailah di rumah Raid. Dan itu menghebohkan tetangga Raid, karena mereka mengira Raid membawa nya pulang.


"Woi..., ada yang bawa pulang bini nih." Tetangga Raid sepanjang jalan menuju rumahnya. Dari baru masuk gapura sampai masuk gang ke rumahnya.


"Kok berbeda lagi ya yang di bawa pulang Raid?" tanyanya pada yang lain.


"Yang ceweknya cakep dan seksi tidak pakai kerudung." Sambungnya yang lain.


Mungkin karena bulan puasa kali jadi berkerudung, atau memang ganti ceweknya." Semakin ngaco semua.


Dara memutuskan untuk berkerudung jika bepergian, jika di rumah maka ia tidak berkerudung.


Sedangkan Raid membawa tas milik Dara ke dalam rumahnya. Setelah itu ia keluar kembali, lalu duduk di sebelah Dara.


"Dara mau pulang ke kampung kapan?"tanya bu Suha.


Selama pacaran dengan Raid, dara baru dua kali bertemu dengan Bu Suha. Dan bu Suha kurang suka dengan Dara, sebab menurut Bu Suha dara anak orang kaya. Bu Suha takut cucu kesayangan nya hanya di permainkan dan akan menyakiti hati cucunya. Apa lagi nanti jika sudah sangat mencintai dan menyayangi Dara, namun di tolak oleh orang tuanya Dara.


"Nanti sore nyai, saya pulang habis maghrib." Jawab Dara dengan sopan.


"Kamu pulang sendiri kan bukan sama Raid?"tanya bu Suha.

__ADS_1


"Iya saya sendiri nyai." Jawab Dara.


Tidak ada pertanyaan lagi dari ibu sudah Raid pun langsung menarik tangan Dara. Untuk masuk ke dalam rumahnya, mengajak Dara ke kamar.


"Yang ini kamu barangnya mau di bawa pulang semua?" tanya Raid sambil menunjuk dua tas milik Dara.


"Tidak bang, bawa yang buat lebaran aja nanti di tas yang satu. Yang satu titip sini boleh kan bang?"tanya Dara.


"Bolehlah, masak gak sih." Jawab Raid.


"Mau tidur?" tanya Raid yang melihat Dara yang menguap.


"Tapi..." Belum selesai ngomong Raid langsung menarik badan Dara untuk merebah di kasur.


"Tidur aja dulu, nanti kalau dzuhur Abang bangunin."Kata Raid sambil merebahkan tubuh Dara di kasur.


"Tapi aku tidak enak bang kita berada di kamar, terus nanti kalau kita di kira yang tidak-tidak bagaimana?" tanya Dara dengan perasaan yang was-was, lantaran berduaan di kamar. Apa lagi saat ini mereka berdua belum menikah.


"Bagus lah, nanti kan kita jadi menikah cepat." Jawab Raid dengan santai.


Berbeda dengan Dara yang merasa belum dapat restu dari kedua belah keluarga. Ada perasaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Antara takut berpisah lagi dengan orang yang sudah mengambil hatinya ini. Dara masih trauma dengan perpisahan dengan Arta. Bagi Dara Raid tidak jauh beda dengan Arta, hanya saja Raid belum merasakan lebih dari mencium pipi dan kening.


Namun Raid memberikan kenyamanan dan kasih sayang. Jauh lebih besar kasih sayang Raid dari pada yang Arta berikan. Sebab Raid hanya mencintai satu perempuan, dan mencintai Dara sepenuh hati. Berbeda dengan Arta yang memiliki pacar lebih dari satu di tambah lagi jarang bertemu dengan Dara. Meski pun mencintai dara separuh hatinya, atau lebih mencintai dara dari pada yang lain.


Dara tidak berkata apa-apa, dia hanya diam dan bayangan perpisahan dengan Arta berputar-putar mengelilingi seluruh otaknya. Raid melihat perubahan raut wajah Dara, yang tampak melamun. Merasa bersalah dengan berkata seperti tadi, menjadikan Dara melamun memikirkan masa lalunya.

__ADS_1


Kamar itu terbuka, tidak tertutup pintunya. Namun ada saudaranya yang memang tidak suka, jika saudaranya ada senang. Maka ia pun mengintip masuk lewat pintu belakang dan menguping pembicaraan Dara dan Raid.


*****Bersambung.......


__ADS_2