Pertemuan di bus kota

Pertemuan di bus kota
17.Baik karena ada maunya


__ADS_3

Hari ini Di rumah Raid kedatangan tamu, yaitu pacar thomi. Yang berasal dari Tegal Jawa tengah, namun kerja di Bintaro sektor 2. Gadis itu pun memiliki keluarga yang tinggal di kembangan Jakarta barat juga. Hanya berbeda keluaran dengan Thomi, namu tidak jauh hanya berjarak 1 km.


"Assalamualaikum,"ucap Thomi dan pacarnya.


Wa'alaikumsalam," dengan senyum ramah dari bu Sharifah dan adik kakak.


Lalu keduanya mencium tangan para orang tua tersebut. Kemudian thomi mengajak ke dalam rumah, tapi sebelum masuk ia mengajak ke rumah nenek nya.


Setelah itu baru masuk ke rumah bu Syarifah, menyalami pak Kamil. Raid hanya diam saja, terlebih ia dan Thomi tidak ada akurnya sejak kecil.


"Namanya siapa neng?"tanya bu Sharifah pada pacar anak sulungnya.


"Nindya bu,"jawab Nindya.


Belum sempat bu Sharifah menanggapi sudah di potong oleh Raid.


"Emak, aya mau main ke tempat kerja."Pamit Raid, yang memang lagi suntuk di rumah.


"Iya dah, tapi jangan jauh-jauh ya. Jangan kayak kapan itu bikin orang pada kalang kabut."Kata bu Sharifah.


"Iya gak mak, tar kalau jadi aya mau di ajak ke Kemayoran Jakarta pusat. Sama mbak Yani dan pak Kasiman, ke rumah saudaranya."Kata Raid, sambil mengusap pundak emak nya.


"Iya dah, pulang jangan terlalu sore ya tong."Ucap bu Sharifah.


"Iya mak, aya berangkat." Langsung keluar dari rumahnya, dan pergi ke tempat kerjanya.

__ADS_1


Hanya beberapa menit Raid sudah sampai di tempat tujuan. Namun Raid sudah di tunggu oleh seorang perempuan. Yang mana perempuan itu sangat ia kenal, orang yang ramah baik, perhatian.


"Bang Raid kamu sudah makan siang?" tanyanya saat Raid sampai di mes.


Ya mes tempat pak Kasiman dan pak Didik. Mereka menempati ruangan sebelah gudang, untuk mereka tinggal dari pada ngontrak. Itu atas kebijakan pengelola perumahan komplek tersebut.


"Alhamdulillah saya sudah makan mbak. Memang mbak Sumi belum makan siang?"tanya Raid.


"Sudah sih, kebetulan tadi habis ke depan (keluar komplek) cari makanan sama mbak Yani."Jawab Sumiarsih, yang sering di panggil Sumi.


"Ini saya belikan minuman buat bang Raid."Sumi menyodorkan air botol kemasan plastik.


"Kenapa sih mbak Sumi selalu memberi pada saya minuman dan makanan. Sedangkan saya tidak pernah kasih apa-apa buat mbak Sumi."Ucap Raid.


"Semua itu karena kamu yang baik dan pekerja keras. Dan satu lagi yang selalu ingin ku lakukan pada mu bang." Ujarnya Sumi.


Sementara yang di tatapnya cuma menggidikkan pundaknya. Bertanda bahwa mereka berdua tidak tahu apa yang dimaksud oleh Sumi. Sedangkan Sumi, tersenyum manis pada Raid.


Ya Raid yang masih polos dan lugu ini, tidak bisa menebak maksud dari Sumi. Karena Raid belum pernah merasakan yang namanya pacaran atau menyukai perempuan. Kalau ia menyukai seorang gadis yang bernama Aminah. Namun perempuan itu tidak suka dengan dirinya lebih suka dengan Leman temannya.


Sedangkan Sumi seorang janda muda, cantik, sedikit gemuk. Sumi menyukai Raid, sejak setahun terakhir ini. Sumi sudah mengenal dan mengetahui karakter Raid.


Setelah mengenalnya selama 2 tahun ini, ia sudah bertekad untuk mengutarakan keinginannya. Ia pun bisa menerima Raid apa adanya, ia tidak memandang harta. Ia hanya ingin memiliki orang yang setia, dan menerima dirinya yang seorang janda beranak satu.


"Sejujurnya saya suka pada mu bang, Abang orang yang baik. Saya merasa nyaman ketika bersama Abang. Maukah Abang menerima saya sebagai istri Abang?"ungkapan tersebut membuat Raid terdiam sejenak.

__ADS_1


"Maaf mbak saya tidak bisa, karena saya tidak suka sama. Terima kasih karena sudah menyukai saya. Lebih baik mbak dengan yang lain yang suka juga dengan mbak."Jawab Raid.


Raid tidak habis pikir dengan seorang janda muda di hadapannya ini. Selama ini ia baik karena ada maunya, bukan tulus. Kini ia paham kebaikan dari seorang perempuan terhadap laki-laki. Karena berharap imbalan dari dirinya untuk menjadi pendamping hidupnya. Sedangkan dirinya seorang lelaki berstatus lajang, plus perjaka. Apa lagi belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta yang sesungguhnya.


Faktanya saat Aminah perempuan yang ia sukai di miliki oleh lelaki lain. Dia tidak sakit hati atau kecewa yang mendalam. Maka ia pikir itu hanya sekedar suka atau kagum pada seorang perempuan seperti Aminah.


"Tapi saya suka nya sama bang Raid. Masak di suruh sama yang lain, nanti saya tidak bahagia lagi seperti sebelumnya."Dengan wajah memelas, berharap Raid mau menerima dirinya.


"Sekali lagi saya minta maaf mbak. Saya tidak suka dengan mbak, percuma kalau yang mbak harapkan kebahagiaan. Bukan kah mbak sudah tau dan pengalaman berumah tangga. Apa bedanya dengan perjodohan, kalau saya dan mbak menikah. Kalau saya tidak suka dan sayang dengan mbak. Dan saya menyukai perempuan lain suatu hari nanti, maka akan adanya perceraian yang kedua untuk mbak."


"Lagian dalam hidup saya menikah itu seumur hidup hanya sekali. Dengan perempuan yang saya sukai dan menyukai saya juga. Jadi ibarat yang ada di dalam lagu, cinta bertepuk sebelah tangan. Dan tidak akan bahagia jika di paksakan, berujung akan ada yang namanya terluka karena cinta."Kata Raid panjang lebar, yang ia ingat di lagu yang sering di dengar.


Sumi tidak bicara lagi, namun ia menitikkan air mata di depan Raid. Ada rasa malu juga, karena cintanya di tolak oleh Raid. Yang mana di saksikan oleh pak Kasiman dan istrinya mbak yang.


Tidak ada lagi yang bisa ia ucapkan pada Raid. Akhirnya ia pulang ke tempat kerja nya, namun sebelum itu ia pamit dulu pada Raid.


"Ya sudah kalau kamu tidak bisa membalas rasa cinta saya. Saya mau pulang saja, di sini pun percuma. Jika tidak membuat Abang berubah pikiran untuk menerima saya." Pamit Sumi namun tidak menatap wajah Raid sama sekali.


"Iya mbak maaf saya tidak bisa membalas perasaan mbak." Ucap Raid.


Sumi tidak menjawab lagi langsung saja pulang tempat kerja nya. Antara malu dan kecewa karena cinta nya bertepuk sebelah tangan. Ia pun membenarkan ucapan Raid, yang sama dengan lagu dangdut. Bahkan kini ia merasakan itu, sakit hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan.


Raid tidak perduli dengan anggapan orang nanti jika berita tentang dirinya dan Sumi. Tersebar di seluruh komplek atau kampung nya, tentang dirinya di lamar janda muda beranak satu. Yang mana dirinya kira baik itu, ternyata ada udang di balik batu. Baik nya karena adanya rasa cinta terhadap dirinya.


"Kenapa kamu tolak Id?"tanya pak Kasiman dengan senyum mengejek.

__ADS_1


"Ih, pak Siman ini malah ngejek saya. Ya kalau saja saya suka, pasti saya terima pak. Kan saya mau nya yang seumuran atau lebih mudah dari saya. Bukan lebih tua dari umur saya, kalau saya suka juga umurnya lebih tua pun pikir-pikir dulu." Jawab Raid panjang lebar tentang keinginan nya.


*****Bersambung.....


__ADS_2