
"Demi Allah, saya tidak akan pernah tinggal kamu di sini. Saya bukan orang yang bodoh, masa melakukan hal itu pada perempuan. Saya takut kena karma Dara, pasti kalau saya jahat pada mu. Bukan tidak mungkin, keluarga saya akan mendapatkan dampaknya. Terutama adik perempuan saya, yang masih sekolah. Saya tidak mau dia yang akan menerima karmanya."Jawab Agus dengan menatap Dara dengan tatapan serius.
"Iya mas saya percaya kalau mas orang baik, maaf kalau menyinggung perasaan mu yang berniat baik. Aku masih trauma dengan kejadian yang belakangan ini aku alami. Rasa takut ku itu terus menghantuiku, apa lagi di tempat yang belum aku hafal." Kata Dara merasa tidak enak dengan Agus.
Setelah itu keduanya hanya diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Kemudian dari yang memandang ke tengah laut kembali menggidikkan pundaknya. Itu karena dia membayangkan sesuatu hal terjadi jika dirinya naik perahu atau kapal motor. Apa lagi dirinya tidak bisa berenang, rasa takut itu begitu menghantui dirinya.
"Dara apa kamu punya trauma dengan laut?"tanya Agus yang melihat Dara bergidik.
"Mungkin dia tidak mau sendiri ke sana, itu karena ia juga ada takut. Apa mungkin ia punya trauma yang membuat dirinya ketakutan jika sendiri." Gumam nya di dalam hati.
Dara menoleh sekilas, langsung menatap laut lagi."Aku tidak tau itu bisa di sebut trauma atau bagaimana. Jujur saja aku sangat takut kalau naik kapal motor atau perahu. Makanya aku tidak mau kalau pergi ke sana sendiri mas." Jawab Dara, tanpa menatap lawan bicaranya.
"Kalau ke sana saya sudah sering makanya saya tidak mau. Tapi serius kalau kamu mau saya belikan tiket nya dan saya tunggu di sini. Laut lagi tenang itu, insya allah aman kalau nyebrang."Kata Agus.
"Aku gak mau ke sana cukup lihat kapal motor itu aja yang bergoyang karena ombak laut."Jawab Dara.
"Dara, kamu mau minum kelapa muda? biar tak pesan kan?"tanyanya Agus, tapi di Jawab dengan gelengan kepala.
"Mau makan apa? yang mana, ini sudah siang?"lanjut Agus.
"Aku makan nanti beli sendiri mas, kalau mas Agus lapar beli aja sendiri." Jawab Dara.
Dara sama sekali tidak menerima pemberian dari Agus. Kenangan terindah dalam hubungannya dengan Arta, itu selalu terngiang-ngiang di pikiran nya. Itu sama halnya dengan Agus, selalu memberikan apa yang Dara mau. Agar mereka bisa lebih dekat dengan satu sama lain.
Dara ingin mendapatkan perhatian yang tulus, bukan dari segi materi yang di miliki laki-laki tersebut. Bukan Agus tidak tulus memberi semua itu pada Dara. Tapi sakit hatinya Dara, dengan perhatian seorang laki-laki. Menutup diri dari yang namanya laki-laki di hatinya. Itu semua di sebabkan oleh Arta, yang telah mengkhianati cinta dan kepercayaan nya.
*
Hubungan antara lelaki dan wanita yang sering disebut pacaran merupakan salah satu dosa besar dalam Islam. Sebenarnya tidak ada kata pacaran dalam Islam. Larangan berpacaran dalam Islam, dikeluarkan karena pacaran hanya mendatangkan kemudharatan. “Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.” (H. R. Muslim).
Beberapa penyebab pacaran dilarang dalam Islam antara lain:
Termasuk zina
Pacaran adalah perkara yang termasuk ke dalam dosa yang tak terampuni, yakni zina. Sedangkan zina dalam Islam dilarang. Sebagaimana firman Allah:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya: “Dan jangalah kalian dekat-dekat dengan zina, karena sesungguhnya zina itu kotor dan sejelek-jeleknya jalan” (Q.S. Al Isro’ : 32)
Rasulullah SAW bersabda: “Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).
Menciptakan kemurkaan Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai kaum muslimin, takutlah kamu sekalian pada zina sebab didalamnya ada 6 perkara (yang pasti ditetapi), 3 perkara di dunia dan 3 perkara di akhirat. Adapun 3 perkara di dunia adalah hilangnya kewibawaan wajah, pendeknya umur dan kekalnya kefakiran, sedangkan 3 perkara di akhirat adalah murka Allah yang Maha Barakah dan Maha Luhur, jeleknya hisaban dan siksa akhirot” (HR Baihaqi)
Membangkitkan nafsu
Mereka yang melakukan pacaran pasti akan memancing nafsu masing-masing. Bahkan hanya dengan suara lembut sekalipun. Sebagaimana firman Allah SWT:
يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ ۚ إِنِ ٱتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِٱلْقَوْلِ فَيَطْمَعَ ٱلَّذِى فِى قَلْبِهِۦ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا
Artinya: “Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,”(Al Ahzaab:32)
__ADS_1
Dari Jarir bin Abdullah ra : “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang memandang (lawan jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan (menundukan) pandanganku.” (HR. Imam Muslim).
Rugi waktu
Pacaran hanya kegiatan yang juga menrugikan waktu karena semua waktu terbuang sia-sia untuk pekerjaan yang sia-sia.
Dari Abdullah bin Umar ia berkata: “Rasulullah Saw memegang kedua pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata.” Apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari (datang). Apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore (datang). Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR. Bukhari)
Boros
Pacaran hanya membuat kantong bolong. Membuang uang dengan percuma untuk kemaksiatan hanya akan merugikan pelakunya. Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ : 26-27)
Merusak hubungan sosial
Pacaran akan menyebabkan hubungan sosial atau pergaulan dalam Islam dengan teman yang lain menjadi renggang, bahkan hubungan dengan keluarga. Nafsu yang membuat kedua insan selalu ingin bersama menyita waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk berkumpul dengan keluarga atau teman.
Namun sering kali seseorang melakukan pacaran karena teman, untuk itulah kita harus mengetahui cara mencari teman yang baik dalam Islam agar tidak terjerumus dalam pacaran.
Menjadi bodoh
Dan hasilnya adalah otak yang berpikiran tentang **** bukanlah otak yang dapat diandalkan untuk nasihat-nasihat penting dalam kehidupan yang termasuk dalam bahaya kebodohan dalam Islam.
Mematikan hati
Pacaran adalah penyebab matinya hati dalam Islam. Otak yang sudah rusak karena pacaran akan sulit untuk menerima nasehat baik sehingga akan mematikan hati.
Sebagaimana Firman Allah : “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata (Q. S. az-Zumar :22)
Sering berbohong
Pacaran sering membuat seseorang harus melakukan kebohongan agar selalu terlihat menarik di depan pacarnya. Bahaya berbohong dan hukumnya dalam Islam adalah dilarang.
Sebagaimana dalam sebuah riwayat: “Dan aku (Ummu Kultsum) tidak mendengar bahwa beliau memberikan rukhsoh (keringanan) dari dusta yang dikatakan oleh manusia kecuali dalam perang, mendamaikan antara manusia, pembicaraan seorang suami pada istrinya dan pembicaraan istri pada suaminya”. (Dinukil dari Riyadhush Sholihin, Bab. Al Ishlah bainan naas)
Terkena penyakit
Bukan hanya menyebabkan penyakit hati menurut Islam, tapi juga penyakit fisik. Otak dan tubuh yang kelebihan horm*n endorfin akan menyebabkan tubuh mudah terkena penyakit seperti sakit kepala, maag, mual, kembung, dan penyakit lainnya.
__ADS_1
Menjadi susah tidur
Keinginan untuk terus bertemu dan bersama antara dua orang manusia akan terus bergaung selama keduanya masih mengikat diri dalam hubungan pacaran. Otak pun terus memutar bayang-bayang sang pujaan hati hingga menjadi sulit tidur. Salah satu adab tidur di dalam Islam adalah berwudhu sebelum tidur seperti cara tidur Rasulullah
Menyebabkan stres
Siapa bilang pacaran itu membahagiakan? Pacaran itu selain merugikan juga menyebabkan stres. Seseorang yang berada dalam hubungan pacaran akan selalu memiliki kecemasan terhadap pasangannya. Takut direbut orang, takut tidak dicintai lagi, dan ketakutan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan orang pacaran lebih mudah stres bahkan depresi. Cara menghilangkan stress dalam Islam adalah dengan tidak mendekati pacaran.
13. Mendapat azab
Allah berfirman:
“Dan orang orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti oleh Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q. S. al-Furqân: 68-70)
Jalan rezeki terhalang
Pacaran adalah dosa besar sehingga akan menghalangi jalan rezeki pelakunya. Sebagaimana sabda Rasul:
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki.
Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).
Dapat menyebabkan hamil di luar nikah
Selain zina mata, tangan, dan pikiran, pacaran yang terlalu ekstrim juga dapat menyebabkan terjadinya hamil di luar nikah. Hukum hamil di luar nikah adalah dilarang. Itulah sebabnya Islam melarang pacaran agar tidak terjadi hal ini.
*
Ini semua dampak dari pacaran, yang hanya akan merugikan diri sendiri. Sekarang semua itu membuat Dara trauma yang mendalam dan tidak mudah untuk percaya pada laki-laki yang berlaku manis.
"Itu tidak akan aku berikan racun Dara, kan kamu lihat sendiri jika itu makanan atau minuman langsung dari penjual nya."Ujar Agus, yang sedikit tersinggung apa yang di berikan selalu di tolak oleh Dara.
"Aku tau kok mas, tapi aku tidak ingin membebani siapa pun yang belum tentu menjadi suami ku." Kata Dara, memberikan ketegasan pada Agus.
Kini baru ia faham, bahwa Dara bukan gadis yang mudah untuk di taklukkan. Dan kini ia yakin bahwa pacarnya itu yang sudah bisa menaklukkan hati perempuan seperti Dara. Tapi malah menyia-nyiakan nya, sungguh laki-laki yang bodoh menurut Agus.
Ia akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dan menaklukkan hati Dara. Itu pun jika Dara belum ada yang menaklukkan nya. Sebab banyak laki-laki yang ingat mendapatkan gadis seperti Dara.
Akhirnya mereka makan siang gado-gado dan minum nya teh botol, dan air mineral. Dan yang pasti mereka membayar makan masing-masing.
Hal itu membuat sang penjual makanan dan minuman tersebut menggeleng kepala. Jaman sekarang kok ada gadis seperti Dara, yang mereka temukan selama berjualan di pantai Muara Angke ini.
Yang mana kebanyakan gadis dari dulu hingga sekarang, ketika sedang bersama seorang laki-laki. Mereka akan minta di belikan ini dan itu, dan tidak mau mengeluarkan uang sendiri sedikit pun.
Jam menunjukkan pukul 13:00 WIB, Agus mengajak Dara pulang karena sudah cukup lama mereka berdua di sana. Kini Agus lewat jalan yang di pinggir lahan parkir pesawat, yaitu lewat di sekitar bandara. Untuk mencari jalan yang bagus meski pun lebih jauh dari pada pas berangkat tadi.
Karena ia tidak ingin membuat Dara trauma juga saat jalan dengan dirinya. Karena jalan yang mereka lalui tadi rusak parah. Dan mereka hampir jatuh, hal itu juga sudah membuat dara menjerit sok. Maka dari itu Agus tidak ingin hal itu terjadi kembali pada mereka.
"Mas perasaan tadi kita lewati jalan yang belok kiri, bukan kanan?"tanya Dara, yang belum mudah baginya mengingat jalan.
"Iya, saya tidak ingin kita tergelincir lagi, seperti tadi pagi."Jawab Agus, dan mengatakan sedikit menekankan kata tergelincir.
__ADS_1
"Apa kalau lewat sini mas tau jalan pulang tidak akan kesasar?"tanya Dara yang takut akan kesasar.
"Insya Allah nanti tanya kalau kita nyasar, tapi saya ingat kok jalannya menuju Puri indah." jawabnya Agus, membuat Dara merasa lega dan tidak takut lagi.