
Biar nyambung baca episode sebelumnya ya teman-teman yang setia.🙏🙏🙏🙏
Teruntuk para pembaca dan author yang mengikutinya dari awal. Sebab ada revisi di episode sebelumnya.😁🥰
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tapi kita pergi sama siapa aja? kan pak Kasiman lagi ada istrinya?" tanya Raid.
"Mbak Waginah disini cukup sampai besok sore, itu juga besok sore mbak Waginah pulang kampung. Kan dia kesini cuma datang untuk anterin si Wina. Jadi pak Kasiman bisa ikut kita untuk pergi, kita tidak cuma berdua kok."Jawab mbak Yani.
"Tapi saya gak enak mbak, setiap pergi sama mbak Yani gratisan terus." Kata Raid.
"Ya biasa saja Id, mumpung kamu belum nikah. Puasin jalan-jalan sama teman-teman, nanti kalau sudah nikah kamu gak bisa lagi. Pasti kamu sama istri dan anak mu Id, mau kan? siapa tau kamu ketemu jodoh mu."Ujar mbak Yani.
"Ya sudah saya mau, tapi berangkat jam berapa?" tanya Raid.
"Nanti jam 08:00 berangkat. kamu nanti tunggu di depan minimarket ya." Jawab mbak Yani.
"Ya mbak, kalau gitu saya pulang ya." Pamit Raid.
"Iya, aku juga mau pulang." Mbak Yani.
Keduanya berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Mbak Yani pulang ke rumah majikannya, Raid pulang ke rumahnya.
Sampai di rumah, Raid pun minta izin sama emaknya kalau dua hari lagi dia akan pergi jalan-jalan sama mbak Yani. Bahkan ia juga di tanya apa punya uang untuk jalan-jalan. Raid pun memberitahu emaknya, kalau dia di tanggung oleh mbak Yani.
"Enak lu Id, jalan-jalan gratis begitu."Kata Bu Maisha.
"Ini cewek tar baik, karena ada maunya lagi gak Id?" tanya Sadly.
"Enggak lah ini mbak Yani bukan mbak Sumi cing."Jawab Raid.
"Siapa tau dia juga begitu. Kan kamu tidak tau aja." Kata Sadly.
"Ya gak lah, dia itu baik orang juga tulus. Selalu kalau pergi sama dia tidak keluar duit. Waktu itu kita ke Monas Aya juga punya duit. Tapi kagak boleh keluar duit, semua dia yang bayar cing." Kata Raid.
__ADS_1
"Wah berarti dia orang yang royal ya sama temen. Jarang ada yang begitu, kebanyakan cewek yang minta di bayarin."Kata Sadly.
"Memang kebanyakan begitu, tapi wajarlah. Jadi cowok juga tidak boleh pelit Ly, makanya kalau suka sama cewek itu. Jangan yang cantik mukanya doang, tapi juga cantik hatinya."Ucap bu Sharifah.
"Itu calon mantu lu bagaimana orang nya mpo?"tanya Sadly.
"Sama aja ama anak gua. Sifat sudah ketara sebelas dua belas, ama anak gua yang tu." Jawab bu Sharifah.
"Mak kalau tar aya suka ama cewek langsung Aya ajak pulang ya Mak." Kata Raid, seakan minta restu.
"Emang kamu sudah dapet cewek Id?"tanya bu Maisha.
"Ada sih, cing. Cuma aya kurang srek, soalnya aya kagak tertarik gitu. Maksud aya ntar kalau sudah dapat yang srek di hati, cing."Jawab Raid.
"Lu mau saingan ama abang lu, no. Jangan asal comot aja lu ya, yang penting dia perempuan baik-baik dan seagama ama kita ya. Emak kagak ridho pokoknya, kalau lu dapat perempuan di mana tanpa mengenal lebih dulu."Nasehati anaknya, takut suka dengan perempuan yang berbeda agama.
"Insya Allah kagak Mak. Aya juga kagak mau kalau sama perempuan yang beda agama. Tar aya bawain yang seagama, cantik, baik hati plus ramah dah. Yang sayang ama emak dan saudara-saudara aya yaitu sama adik-adik aya. Bukan yang judes, sombong, dan kagak sayang ama emak." Kata Raid pada emaknya dengan panjang lebar.
Mereka masih lanjut ngobrol ngalor ngidul, dan hanya mereka yang tahu. Author udah pergi dari hadapan Raid dan keluarga besar nya. Jadi tidak tau apa yang mereka bahas, author mau pindah ke tempat Dara.🤣🤣🤣
Dara sudah ketiga kalinya melakukan sholat malam dan Istikharah. Sementara buku petunjuk yang ia pelajari itu, Dara harus melakukan 3 - 7 kali sholat Istikharah maka ia akan mendapatkan petunjuk.
Setelah selesai sholat malam dan Istikharah, Dara kembali tidur sambil menunggu waktu subuh tiba.
......................
Di sebuah rumah kecil, tepatnya di petak tampak seorang wanita berkerudung cantik. Berwajah manis, putih, bahkan di kelilingi laki-laki berjumlah 4 orang. Seorang laki-laki dewasa tampan rupawan, berwajah tirus, hidung mancung, rambut lurus sudah campur hitam dan putih, berkulit hitam manis.
Di sisi pasangan itu tampak seorang laki-laki remaja. Yang terlihat sangat tampan, berwajah tirus, hidung mancung, rambut lurus hitam, berkulit putih.
Kemudian anak laki-laki kecil, pipi tembem, berkulit putih, saat tertawa terlihat ompong. Satu lagi anak laki-laki balita, kulit agak gelap, tepatnya kecoklatan, kecil imut cerewet walaupun berbicara nya masih tidak jelas.
"Mama, atu au aus....," namun posisi perempuan cantik itu berada di dapur.
"Minta sama papa apa dek, mama lagi ngoreng ini." Teriak perempuan cantik itu.
__ADS_1
"Atu au mama, aus na...," teriaknya lebih kencang lagi.
"Yang, turuti saja dulu. Seberapa lama sih, menurut permintaan nya."Ucap laki-laki dewasa itu.
"Iya ya," lalu berjalan ke ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Mengambil kan air di gelas lalu memberikan pada anak balita itu.
"Ini sayang minum nya, bukan haus." Ucap perempuan itu.
"Ma,acih," ucap balita tersebut.
Lalu perempuan cantik itu buru-buru ke dapur. Dengan perasaan kesal ia mengangkat apa yang di goreng itu. Kemudian melanjutkan lagi pekerjaan nya hingga selesai. Lalu membawa dua piring berisi goreng yang tadi di goreng.
"Ayo siapa yang mau?" perempuan itu member kode.
Laki-laki remaja dan dewasa itu langsung mengajak anak-anak kecil itu berkumpul duduk bersama
"Sudah matang"
"Saat nya makan"
"Ayo kita serbu......" Ucapnya bersamaan, kedua lelaki beda usia ini.
"Ayo keributin mama...,"ucap anak berpipi chubby itu.
Saat melihat yang di piring di depan mereka, membuatnya menganga sejenak. Kemudian semua pada Protes.
"Astaghfirullah....., Ya Allah Yang. Kenapa ini persis dengan aku yang satu piring."Ucap lelaki dewasa itu, dengan senyum mengejek ia mengambil yang setengah gosong itu.
"Itu salah kan saja bocah mu itu, kan di rumah ini tidak cuma ada mama nya. Ada papa dan kakak nya kenapa milih yang di dapur coba. Kan goreng ku setampan kamu Yang." Kilah perempuan cantik itu.
"Yang, yang benar lah, masa laki sendiri di samakan dengan gorengan gosong begini sih." Protes laki-laki dewasa itu.
"Yang kan ada lagunya, hitam manis hitam manis," Malah nyanyi.
"Ini semueee kau yang salah." Kata anak berpipi chubby itu.
__ADS_1