Pertemuan di bus kota

Pertemuan di bus kota
20. Emak kagak ridho


__ADS_3

"Iya emak, lagian aya ama Shintya cuma berteman kok. Lagian artis senetron mana mau mak, sama pekerja kotor kayak aya ini. Yang sesama artis juga banyak yang ganteng dan bersih. Kalau gak ya teman kuliah nya banyak yang kaya dan ganteng, terus seagama dengan Shintya."Kata Raid.


"Ya kali lu beneran suka sama dia, demi Allah emak kagak ridho. Bukan nya emak benci sama dia atau keluarganya. Tapi emak kagak mau merusak akidah, nikah sesama agama saja itu rumit dapat restu keluarga. Apa lagi yang berbeda agama, emak cuma kagak mau anak yang di buang keluarga hanya karena urusan agama."Kata bu Sharifah.


"Untung aya atau Shintya Wijaya kagak ada yang demenan. Bisa-bisa aya jadi anak durhaka, karena nikah beda agama doang. Tapi kalau dia mau masuk Islam boleh kan emak?" tanya Raid.


"Ya boleh, boleh saja. Tapi kalau bisa gak usah tong, bukan apa-apa. Kalau masih banyak perempuan yang sesama Islam, kenapa harus yang di luar Islam. Kalau lu kagak bisa cari bini sesama agama, kak emak yang cariin. kagak ada protes titik."Ucap bu Sharifah dengan tegas.


"Mpok namanya jodoh kita kagak tau. Yang penting dia mau masuk Islam itu sudah bagus."Ucap Sadly.


"Percuma kalau cuma pas akan nikah saja. Dia bersyahadat habis balik lagi sama keluarga nya. Akhirnya berbeda agama, itu sama saja dengan berzina."Ucap bu Maisha.


"Kenapa pada bahas aku sama Shintya coba. Kayak aku sudah minta restu buat nikahin dia aja. Aya cuma bilang, kalau cari bini kecil langsing kayak Shintya. Bukan mau nikah sama dia juga, bikin pala Aya muter-muter aja. Dah ah aya mau mandi dah sore." Langsung pergi dari hadapan para orang tua.


Pernikahan menjadi salah satu momen bahagia yang terjadi dalam hidup. Dalam ajaran Islam, umat muslim diwajibkan menikah dengan sesama muslim. Lantas bagaimana dengan pernikahan beda agama?


Dalam Al-Quran, tata cara dan hukum pernikahan dijelaskan lewat beberapa surat, salah satunya surat Al-Baqarah ayat 221:


وَلَا تُنكِحُواْ الْمُشِرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُواْ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ


Artinya: "Janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sungguh budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu." (QS Al Baqarah ayat 221).

__ADS_1


Berlandaskan pada nash agama, baik itu Al-Quran, hadist, hingga qaidah fiqh. Seluruh kesepakatan, merujuk serta mempertimbangkan dampak yang akan ditimbulkan dari perkawinan beda agama.


Dengan demikian pernikahan beda agama bagi umat muslim adalah haram. Sebagai umat muslim, sebaiknya selalu menjadikan Al-Quran sebagai tuntunan.


...****************...


Satu bulan sudah berlalu,


Dara masih belum bisa move on, semakin ia berusaha untuk melupakan Arta. Semakin besar rasa itu ada, bayangan akan kenangan indah bersama Arta. Dan itu timbul rasa sakit yang ia rasakan di hatinya. Apa lagi saat ia sendirian, bayangan kemesraannya dirinya dengan Arta saat di warkop.


Pelukan hangat yang Arta berikan membuat Dara terlena. Hampir saja ia direnggut kesuciannya oleh Arta. Dan ingatan saat pertemuan terakhir kalinya sebulan lalu. Membuat dirinya terluka semakin dalam, kecewa, sakit hati, benci bercampur jadi satu.


Yulia teman Dara yang sesama Art itu sama-sama mengawasi anak majikannya. Sebab Sinta teman sekelas dengan Serly, jadi mereka janjian untuk berenang bareng.


Yulia melihat Dara tampak melamun, akhirnya ia pun menegurnya. Dara pun menjelaskan pada temannya itu, jika dirinya sedang patah hati. Karena di tinggalkan oleh pacarnya menikah dengan perempuan lain. Padahal jika tidak ia bulan ini akan menikah, tapi semua sirna.


"Sabar Dara kan masih ada laki-laki lain di dunia ini, banyak lagi. Kenapa gak kamu hapus saja itu laki-laki dari pikiran mu dan juga hati mu."Yulia memberikan semangat untuk Dara.


"Aku sudah gak bisa percaya dengan laki-laki Yul, pasti ujung-ujungnya aku yang di tinggalkan lagi."Kata Dara yang sudah tidak ingin yang namanya laki-laki yang berhati baik.


"Ingat Dara, tidak ada yang namanya kehidupan itu selalu manis. Memang banyak laki-laki yang brengs*k begitu. Tapi kamu jangan lupa, yang menciptakan manusia itu siapa. Paling di dunia ini yang terlihat brengs*k banyak. Tapi Allah menciptakan satu manusia yang baik, di antara seratus orang itu kemungkinan besar hanya dua orang. Nah siapa tau dari dua orang itu bisa mencintai mu dengan tulus." Nasehat Yulia pada Dara.

__ADS_1


"Tapi aku malu jika mendapatkan orang yang mau sama aku. Apa lagi aku ini sama saja dengan orang kotor. Sudah tidak suci lagi, apa kah orang itu masih mau terima aku yang kotor ini Yul?" tanya Dara pada Yulia.


"Itu sudah berlalu Dara jangan di ungkit-ungkit lagi. Banyak di luaran sana perempuan yang menjadi korban pemerk*saan, bahkan bekas pel*cur. Masih ada laki-laki yang mau menerima keadaan dirinya. Karena laki-laki yang tulus mencintai perempuan, dia tidak akan mempersalahkan masa lalunya. Yang penting mereka tidak mengulanginya lagi, atau jatuh ke lobang yang sama." Kata Yulia.


"Dan kamu harus ekstra hati-hati dengan yang namanya laki-laki. Yang hanya ingin menjadikan kamu pacar bukan istri. Karena laki-laki yang baik itu tidak akan mencari pacar tapi mencari calon istri." Lanjut Yulia.


"Terima kasih ya Yul, kamu memang teman baik ku. Insya Allah apa yang sudah kamu sampaikan ini akan aku ingat selalu."ucap Dara.


"Ya sudah, itu anak-anak sudah selesai kita ke toilet bawa perlengkapan mandi nya." Ajak Yulia saat anak majikannya, sudah memberikan kode padanya untuk ke toilet.


"Iya, ayo setelah pasti mereka lapar. "Kata Dara yang sudah hafal dengan kebiasaan mereka setelah renang.


-


Malam harinya Dara, merenung dengan segala ucapan Yulia. Ia pun merenung dengan ucapan kedua orang tuanya kemarin malam. Yang mana kedua orang tuanya, menanyakan perjodohan mau di lanjut atau Dara masih ingin mencari sendiri.


Lalu Dara pusing sendiri dengan jalan hidupnya kini yang berantakan. Sampai ia berpikir apakah ini akibat seorang gadis menolak lamaran. Maka sang gadis pun akan kena sial, jika ingin menikah.


Entahlah ini fakta atau mitos, karena Dara tidak percaya akan itu cerita para orang tua. Sebab ia tau jika manusia memiliki takdir yang berbeda-beda. Tidak akan ada yang sama, namun hampir sama atau serupa.


*****Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2