Pertemuan di bus kota

Pertemuan di bus kota
33.Raid bawa pulang gadis


__ADS_3

Tidak lama setelah berbicara mereka sampai di kembangan tempat Raid dan kedua temannya naik. Raid turun sambil tersenyum senang karena Dara ikut.


"Dara kamu turun di sini?" tanya mbak Yani.


"Iya mbak di ajak mampir ke rumah bang Raid." Jawab Dara.


"Oh begitu, tapi pulang nanti Jang terlalu malam tidak angkot atau bus lagi."Nasehat mbak Yani.


"Setelah sholat isya saya antar pulau mbak."Raid jawab dengan cepat.


"Ya sudah, saya langsung pulang ya. Dada Dara, Raid."Kata mbak Yani, sambil melambaikan tangan.


Raid pun mengajak Dara pulang, dengan malu-malu. Sebab sepanjang jalan Raid di ledekin sama para tetangga dan teman-temannya.


"Raid kah ini yang bawa gadis cantik."Kata salah satu tetangga.


"Tau-tau bawa cewek cantik pulang aja ya."Kata teman A.


"Raid kenalin ke kita, bablas bae lu."Kata teman B.


"Gak," hanya itu yang keluar dari mulut Raid, sambil menarik tangannya Dara dan berjalan cepat.


"Huuuuuu cuuuiii cuuuiii, hahahaha," pada riuh meledek Raid.


"Sejak kapan dia pacaran, perasaan cuma kerja kerja dan kerja. Tiba-tiba saja bawa perempuan cantik putih bersih lagi?" teman B ini adalah teman akrab alias sahabat Raid.


"Ya mana kita tau kan lu tuh yang sahabat nya masa kagak tau."kata teman C.


"Beneran gua kagak tau, dia cuma cerita sama gue ada janda gendut ngajak nikah. Tidak pernah cerita cewek lain, ngomot di mana tu bocah."Katanya


"Lu pikir kue di piring Mak lu main comot aja. Sedangkan kalau di piring orang lu main comot habis di tampol bolak-balik." Kata si A.


"Sama cewek kampung sebelah aja sama babak nya di kasih rumah sama kebon kosong. Dia tidak pernah datang lagi, sampai sekarang asal gua ledekin langsung di amit-amit."Cerita B tentang Raid menolak gadis anak orang kaya.

__ADS_1


"Lah mantap itu, ngapa dia gak mau?" tanya si C.


"Cewek nya cantik putih mulus, rambut lurus tapi sayang matanya putih sebelah."Jawabnya


"Pantas saja di ogah, biar kata tu bocah kelihatan beloon. Tapi memiliki selera yang bagus itu tadi yang di bawa. Kelihatan cantik walau tanpa bedak tebal kayak cewek cantik pada umumnya. Cantik alami, body juga bagus sampai mata lu pada mau copot dari tempat nya."Kata bapak nya si B.


"Waaah, termasuk encang kan, fakta nya encang hapal bener. Hahahaha," akhirnya pada tertawa


Ini baru tetangganya yang depan belum tetangga sebelah rumah. Tidak kalah heboh melihat Raid membawa pulang.


"Waaah Raid kirain siapa Id," kata mpo Ina.


Cuma di senyumin aja sama Raid dan Dara. Tidak ada yang menjawab, Dara mau jawab tidak tau mau ngomong apa.


"Ina lu ngomong sama sapa?" tanya mpo Ela.


"Itu mpo Raid bawa pulang gadis, cantik lagi. Bagus juga itu selera nya, gadis cantik putih bersih seksi lagi."Jawab mpo Ina.


"Wah ini bikin penasaran."Kata mpo Yanti yang baru keluar mendengar obrolan mereka berdua.


Sementara Raid sudah berada di rumah, karena masih sepi dia langsung masu ke rumah.


"Assalamualaikum Emak,"ucap Raid dan Dara yang bersamaan namun dara hanya salam.


"Wa'alaikumsalam," bu Sharifah dan Muza adik perempuan Raid yang lagi bermalam di rumah emaknya.


Lalu keduanya bersalaman dengan bu Sharifah dan Muza yang sedang mengendong bayi laki-laki.


"Mak ini Dara teman aya, Dara ini emak abang. Dan yang ini adik abang, yang bayi imut ini anaknya." Kata Raid memperkenalkan Dara pada keluarga.


"Salam kenal bu saya Dara Ghaisani," dengan senyum manis tanpa di buat-buat.


"Saya Sharifah."Kata itu saja.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Bu Sharifah, seperti senyum terpaksa saat melihat anak ke sayangnya membawa seorang gadis cantik pulang. Ia seakan belum rela jika harus melepaskan anak untuk menikah dalam waktu dekat ini.


"Muzayyan panggil Muza aja mbak. Mbak Dara di sini kerja atau apa?" tanya Muza, yang memang mudah akrab dengan orang yang murah senyum.


Belum sempat dara menjawab pertanyaan Muza di serobot Raid pamit mandi. "Dara Abang mandi bentar ya, kamu sama Muza dulu."Pamit Raid.


"Iya bang,"dengan senyum manis iya berikan.


Sebelum itu Raid madu kamar, sempat di ikuti emaknya gak taunya dia cuma ambil handuk saja.


Saat berjalan ke pintu belakang yang menuju kamar mandi. Bu Sharifah masih mengikuti, setelah di luar tangan Raid di tarik oleh emaknya.


"Tong tu perempuan pacar lu apa teman kalau cuma teman ngapain kamu bawa pulang hah?"tanya bu Sharifah.


"Aya suka mak ama dia, jadi aya bawa pulang mau aya ke emak. Dia itu gadis yang baik mak, jujur, ramah dan tidak sombong." Jawab Raid, mengatakan yang ia perhatikan Dara seharian ini.


"Sejak kapan lu kenal dia tong?" tanyanya.


"Baru hari ini mak, tapi aya suka mak ama dia boleh ya mak."Kata Raid minta restu emaknya.


"Raid di mana-mana nih ya, pastikan dulu itu wadon mau apa kagak sama lu. Bukan di bawa pulang dulu baru mau di jadikan pacar, gimana sih lu." Omelnya bu Sharifah.


"Kan aya minta pendapat emak dulu, kalo emak kagak cukup hari ini aja aya ketemu Ama Dara. Aya mau mandi dulu habis itu mau antar dara ke tempat kerja nya."Dengan raut wajah yang sedih, ia masuk kamar mandi.


Bu Sharifah pun bisa melihat kesedihan di wajah anak kesayangannya itu. Lalu menyusul masuk kamar mandi, Raid sudah buka nya dan lagi mau buka celana.


"Tong buka emak mau ngomong bentar," kata bu Sharifah.


"Iya mak, tapi aya buru-buru kasihan Dara yang lagi nungguin aya nih."Kata Raid setelah buka pintu kamar mandi.


"Lu pastikan dulu dia mau terima lu apa adanya apa nggak. Kalau nggak itu artinya dia bukan jodoh lu. Lu kagak usah sedih pasti nanti dapat perempuan yang mau terima kamu apa adanya. Kalau cari perempuan jangan yang cantik begitu imbangi dengan diri kita orang kagak mampu tong. Orang cantik kebanyakan itu pasti perawatan ke salon kecantikan, biayanya juga kagak murah. Satu bulan gaji lu kurang buat biaya ke salon, terus ntar yang bakal makan keluarga lu apaan."Nasehat bu Sharifah panjang lebar.


"Iya mak. Tapi itu aya lihat sendiri sejak sholat dzuhur tadi dia belum pakai bedak mak. Insya Allah itu cantik alami mak bukan hasil dari perawatan. Dia juga seorang pembantu mana mungkin pakai perawatan."Kata Raid.

__ADS_1


*****Bersambung...


__ADS_2