PESONA GADIS ALIM

PESONA GADIS ALIM
16. Terhibur


__ADS_3

Nasehat tuan Arkana menjadi pelipur lara bagi Widya. Ia menyadari kesalahannya karena terbujuk oleh rayuan setan yang membuatnya makin terpuruk.


Setiap insan yang hidup di dunia ini, semuanya diuji tanpa kenal agama, suku, ras dan kedudukan sosial seseorang. Termasuk dirinya yang hanya menjadi bagian dari segelintir kecil yang juga akan diuji Allah dengan cara terpisah dengan anaknya, yang mungkin masih hidup dalam perawatan kedua orang tua lainnya, yang tidak ia kenal karena arsip milik pasien yang ditukar anaknya telah di rahasiakan oleh pihak rumah sakit atas perintah ibu mertuanya.


Pada malam harinya, tuan Arkana menghampiri kamar Widya. Ia ingin mengajak gadis itu makan malam, sekaligus ingin mengenal lebih dekat Widya.


Walaupun gadis itu sudah bersikap konyol, namun tuan Arkana sudah jatuh cinta kepadanya.


Widya membuka pintu kamarnya dan melihat pria tampan dengan gaya kharismatik.


"Selamat malam nona Widya!"


"Selamat malam tuan!"


"Apakah anda sudah siap makan malam dengan pria kesepian ini?"


"Ternyata, kita berdua sedang mencari teman untuk saling menghibur." Ujar Widya lalu menggandeng lengan tuan Arkana menuju restoran.


Tuan Arkana sengaja memesan mejanya sebelum mereka mengunjungi restoran mewah yang ada di Bali.


Gaun indah yang dipakai Widya cukup menyita perhatian banyak orang ketika melihat pasangan itu masuk ke restoran itu dan menempati meja yang sudah dipesan sebelumnya.


"Widya kamu lebih mengerti menu makanan yang ada di Indonesia, tolong rekomendasikan untuk aku bisa cicipi sesuai dengan lidahku." Ucap tuan Arkana.


"Apakah anda suka daging sapi atau ayam?" kalau tuan mau, kita bisa makan sate saja, bagaimana?"


"Oh kalau itu aku belum pernah mencicipinya, silahkan pesan yang itu saja." Ucap tuan Arkana.


Widya memanggil pelayan restoran dan memesan sate ayam dan sate kambing dengan menggunakan saus kacang dan saus kecap.


Widya juga memesan kue tradisional yang ada di Indonesia. Ada yang terbuat dari tepung beras biasa dan ada juga yang terbuat dari tepung beras ketan.


Kebetulan tuan Arkana senang yang manis-manis membuat Mariam semangat untuk memesan beberapa cemilan yang terdapat di dalam menu restoran tersebut.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama untuk saling mengenal lebih dalam, seakan sudah dekat dengan tuan Arkana, Widya mencurahkan kepedihannya selama ini yang ia rasakan dalam kehidupan rumah tangganya.


"Jadi kamu diam saja ketika mantan suamimu bertanya alasan perceraian kalian?" Tanya tuan Arkana.


"Apa yang harus aku katakan, jika aku terus hidup dibawah ancaman mertuaku yang diktator itu." Widya meneguk minumannya dengan menahan air mata yang sudah hampir bergulir diwajahnya.


"Apakah kamu tidak takut, jika Allah sangat membenci dengan perceraian?" Setan sangat bangga karena pekerjaannya memisahkan pasangan sah bercerai tanpa kendala."


"Pemahaman agamaku sangat minim, aku kadang merasa Tuhan tidak adil kepadaku. Dilahirkan dalam keadaan yatim-piatu. Seumur hidupku, aku hanya mengandalkan otakku untuk bisa mendapatkan beasiswa penuh ketika mengambil pendidikan kedokteran.


Dan ketika menikah dengan lelaki tampan dan tajir, aku kira hidupku akan berubah. Aku membayangkan kebahagiaan yang akan aku raih dengan memiliki keluarga utuh dari pihak suami.


Dari kami pacaran, hingga menikah, hidupku terasa sempurna. Di tambah lagi aku hamil dan keluarga besar suamiku menyambutnya dengan sangat bahagia.


Namun sayang, kebahagiaanku sirna seketika, saat aku melahirkan putri mungilku, dan mereka dengan tega menukarkan anak-anak kami demi sebuah pewaris tahta bisnis mereka.


Bukankah aku sangat pengecut? Aku bahkan tidak bisa jujur kepada suamiku atas perbuatan orangtuanya kepadaku." Widya menyeka air matanya dengan bibir bergetar.


"Sedikit, tidak berpengaruh banyak pada hidupku, terutama hatiku."


"Ok, apa yang ingin kamu lakukan untuk hidupmu selanjutnya?"


"Entahlah tuan Arkana." Widya mengangkat kedua bahunya.


"Dengar nona Widya, mungkin ini terdengar gila atau terlalu cepat untukmu. Tapi aku adalah laki-laki yang tidak bisa banyak basa-basi. Kalau kamu bersedia, maukah kamu menjadi istriku?"


"Uhuk..uhuk!"


Widya tersedak mendengar lamaran mendadak dari tuan Arkana pada dirinya.


Tuan Arkana memberikan air mineral kepada Widya yang kelihatan gugup atas pinangannya.


"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya tuan Arkana sambil mengusap-usap punggung Widya.

__ADS_1


"Tolong jangan bercanda Tuan!" Aku sudah cukup kesulitan untuk menghadapi kehidupanku, tolong jangan memberi aku angin surga yang hanya berlangsung sesaat." Widya makin salah tingkah pada pria tampan yang baru saja melamarnya.


"Pantang bagiku untuk bercanda dengan hal yang sangat serius seperti ini. Kamu cukup menjawab ya atau tidak karena dua hari lagi aku akan kembali ke Turki." Ujar tuan Arkana sambil tersenyum kepada Widya yang tampak malu-malu padanya.


"Tapi saya hanya seorang janda tuan, apakah saya masih pantas mendapatkan lelaki terhormat seperti anda?" Apa lagi kehidupan pribadiku yang merupakan gadis yatim-piatu, mungkin akan mengubah pandangan keluarga tuan kepadaku.


"Di hadapan Allah, manusia hanya di nilai iman dan takwanya, lebih dari itu tidak ada lagi yang istimewa di hadapan Allah."Ujar tuan Arkana bijak.


"Iman dan takwa?" Wah, itu juga yang tidak bisa aku andalkan tuan. Imanku sangat cetek, apalagi taqwaku, apa artinya aku dihadapanmu tuan. Aku mohon jangan karena iba padaku, kamu lantas mau meminang aku begitu saja." Timpal Widya.


"Itu bisa diatur, asalkan kamu mau berubah dari sekarang. Banyak jalan menuju Roma, banyak amal sholih menuju surga." Ujar tuan Arkana meyakinkan wanita idamannya.


Widya tidak langsung menjawab pinangan tuan Arkana padanya. Banyak yang harus ia pertimbangkan baik buruknya. Tuan Arkana dan dirinya memang satu keyakinan, tapi pria tampan ini adalah kewarganegaraan Turki, berarti ia harus hidup jauh dengan putrinya yang saat ini masih dalam pencariannya.


"Bagaimana nona Widya?" Apakah kamu siap menikah denganku?" Tanya tuan Arkana.


"Bagaimana dengan pencarian putriku Tuan?" Aku rela bercerai dari suamiku karena ingin fokus mencari putriku." Widya memberikan alasan yang cukup masuk akal pada tuan Arkana.


"Bagaimana kalau aku yang akan menyewa detektif swasta untuk menyelidiki kasus pertukaran putrimu dengan orangtua dari putra angkatmu itu?" Tawar tuan Arkana.


"Tuan, itu akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit." Lanjut nona Widya.


"Demi kebahagiaan kamu, aku rela menghabiskan uangku seberapa banyak yang dibutuhkan untuk bisa menemukan putrimu." Ujar tuan Arkana.


Walaupun sudah berkali-kali, tuan Arkana mencoba meyakinkan Widya, namun gadis ini sangat berat untuk menjawab pinangannya.


"Tidak perlu menjawabnya sekarang, nona Widya!" Kamu bisa menjawabnya kapan saja." Tuan Arkana memberikan waktu kepada Widya untuk mempertimbangkan kembali pinangannya.


Widya menghembuskan nafasnya lalu menjawab pertanyaan tuan Arkana dengan cemas.


"Tuan!"


"Hmm!"

__ADS_1


__ADS_2