
Dokter Rendra mengantar istrinya ke puncak malam itu juga karena ingin menjemput ketiga anak mereka.
Setibanya di puncak Mariam turun dan dokter Rendra ikut turun.
Tuan Arkana yang duduk di Gazebo dengan istrinya menyikut tangan istrinya.
"Benarkan apa kataku kalau keduanya kembali rujuk." Ucap tuan Arkana sambil mengulum senyumnya.
Nyonya Widya hanya menarik nafas lega. Ia juga tidak ingin Mariam bercerai dengan Rendra.
"Setiap manusia itu harus mendapatkan kesempatan kedua dan tiga. Mungkin pertama merasa khilaf, kedua merasa butuh dan ketiga suatu bentuk kebodohan." Ucap tuan Arkana pada dokter Rendra yang sedang duduk dengan dirinya.
Sementara Sindy menemui ibunya dan menceritakan semuanya pada ibunya.
"Mama aku mohon maaf, aku sudah rujuk dengan bang Rendra." Ucap Mariam.
"Tidak apa sayang, semoga pernikahan kalian tidak akan lagi di uji seperti perselingkuhan." Ujar Nyonya Widya.
"Alhamdulillah terimakasih, neng Mariam mendapatkan kembali hati tuan dokter yang di rebut sama pelakor. Semoga cinta Tuan dokter akan selamanya untuk neng Mariam." Ucap bibi ijah.
"Aku mau jemput anak-anak bibi."
"Tapi mereka sudah tidur neng Mariam.
"Rendra ini sudah malam, besok pagi saja bawa anak-anak. Kalau kalian ingin bulan madu, silahkan! " Cari hotel dekat sini." Titah nyonya Widya.
"Baiklah mama!" Kalau begitu besok pagi kami akan ke sini lagi." Ucap Mariam.
Keduanya kembali ke mobil lalu mencari villa untuk menginap di sana. Keduanya seperti pengantin baru yang sedang dilanda asmara.
Percintaan panas yang terjadi di dalam villa puncak itu makin ganas dengan suara erangan dan lenguhan panjang yang tercipta diantara keduanya.
Kelihaian dokter Rendra dalam memuaskan istrinya makin membuat Mariam merasa terbang di awan biru.
"Sayang, sudah aku nggak kuat lagi." Ucap Mariam sambil mendorong wajah suaminya dari miliknya.
Alih-alih berhenti, dokter makin memperdalam hisapannya di tempat yang menjadi favoritnya.
"Inilah yang membuat aku tidak bisa move on, darimu sayang. Kamu memang lelaki bajingan, bejat dan bere**sek, tapi karena tiga kata itulah yang membuat aku sangat ketagihan untuk bercinta denganmu." Gumam Mariam membatin.
__ADS_1
Ketika Mariam dan Rendra kembali bersatu. Reno datang bersama kedua orangtuanya untuk melamar sindy.
Tuan Hendra menerima dengan baik keluarga itu tanpa ada dendam diantara keduanya. Setelah berbincang panjang lebar kedua keluarga memutuskan tanggal pernikahan mereka.
Reno sangat antusias dengan pernikahan ini, sementara Sindy masih memikirkan percintaan panasnya dengan Rendra.
"Sindy kami pulang dulu ya, insya Allah kita akan menikah bulan depan. Setelah itu kita harus menjemput bayi kembar kita." Ucap Reno sambil menggenggam tangan Sindy.
"Iya Reno, kita akan menjemput mereka di Istambul Turki." Ujar Sindy.
Sindy menyalami kedua calon mertuanya. Keluarga itu mengantar calon besan mereka sampai teras. Reno mengecup pipi Sindy, namun gadis itu sudah terlihat dingin. Demi kedua orangtuanya, ia pura-pura kelihatan bahagia.
Sepeninggalnya keluarga Reno dari mansion. Sindy masuk ke kamarnya. Ia menangis histeris diatas bantalnya.
"Kenapa aku harus menikah dengan Reno?" Padahal aku sangat mencintai mas Rendra. Mas Rendra aku rela disiksa olehmu asalkan bisa bersama dengan kamu sayang." Ucap Sindy.
Di tempat yang berbeda, Reno yang sudah mendapatkan lagi mansion milik orang tuanya dan juga perusahaannya, menyusun rencana bulan madu mereka di Bali.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Bulan berikutnya, sindy berhasil dipersunting oleh pangerannya Reno. Di pernikahan itu, tidak di hadiri oleh dokter Rendra. Dokter Rendra mengajak keluarganya berlibur di Winna Austria.
Setibanya di Denpasar Bali, Reno mengajak istrinya nonton film bersama sebelum mereka melakukan hubungan suami istri.
Film action dengan berapa pemain yang menampilkan adegan dewasa.
"Apakah kamu ingin bercinta sayang?" Tanya Reno.
"Aku bosan percintaan panas yang biasa saja Reno." Ucap Sindy.
"Sindy tolong jangan gila lagi sayang, jangan mengulangi lagi kesalahan yang sama." Ucap Reno.
"Kalau begitu kita tidak usah bercinta." Ucap Sindy ketus.
Reno merasa sangat sedih karena telah melakukan hal bodoh pada Sindy dulu.
"Andai saja aku tidak sengaja mengundang temanku untuk melakukan percintaan bodoh itu, mungkin Sindy tidak akan ketagihan seperti ini." Ucap Reno membatin.
Reno akhirnya berusaha memuaskan sindy dengan caranya tapi Sindy malah mendorong tubuh suaminya.
__ADS_1
"Kamu tidak seperti mas Rendra, karena dia lebih perkasa darimu bahkan dari kalian bertiga." Ucap Sindy merendahkan harga diri suaminya.
"Apa?" Jadi kamu dan dokter Rendra pernah berselingkuh?" Tanya Reno tidak percaya.
"Iya, dia melakukannya sangat baik dan aku tidak pernah bosan bercinta dengannya hingga fajar menjelang. " Ucap Sindy.
"Sindy istighfar Sindy, pasti kamu yang sudah menggodanya hingga ia mau meniduri kamu." Ucap Reno.
"Sudah tahu itu benar kenapa. masih tanya juga." Timpal Sindy.
"Kamu hanya sedang membuat aku cemburu bukan?" Kamu tidak akan mungkin melakukannya." Ucap Reno.
"Lihat ini, dan belajarlah dari mas Rendra agar kamu tahu bagaimana memuaskan wanita." Ucap Sindy seraya menyerahkan ponselnya kepada suaminya.
Reno ingin tidak mempercayai perkataan istrinya namun ia juga sangat penasaran dengan isi video itu.
Sindy memang sengaja mengirim semua video panas antara dirinya dan Rendra yang sengaja direkam oleh Mariam melalui CCTV..
Reno melihat semua adegan panas istrinya dan dokter Rendra yang sebelumnya diklaim adalah kakak kandungnya Sindy.
Tubuh reno bergetar hebat menyaksikan adegan kegilaan Sindy dan Abang iparnya.
Reno begitu begitu sedih setelah melihat adegan panas itu.
Reno memilih tidur tanpa melakukan ritual bulan madu. Ia menganggap istrinya saat ini sedang sakit mental dan perlu mendapatkan perawatan medis.
Sindy juga tidak merasa bersalah pada Reno karena dia hanya menikahi Reno untuk mendapatkan kembali hak asuh bayi kembarnya yang saat ini sedang diadopsi oleh keluarga Tuan Arkana dan nyonya Widya.
Ketika menghadiri perceraian Mariam, tuan Arkana melarang istrinya membawa bayi kembar Sindy.
Ia takut kalau sindy nekat menculik anaknya sendiri walaupun itu sah adanya' tapi bayi kembar itu sudah di adopsi secara resmi oleh pasangan tuan Arkana dan nyonya Widya.
Di Winna Austria, Tuan Rendra mengajak istrinya makan malam di luar.
"Sayang, kita makan di restoran di pusat kota Winna." Ajak tuan Rendra.
"Maaf sayang ketiga anaknya sedang tidur, bagaimana mungkin kita meninggalkan mereka dan makan malam di luar.
Lebih baik kamu pesan makanan di restoran hotel dan kita makan malam di sini. Aku juga ingin membuat kejutan untuk bang Rendra." Ucap Mariam penuh misteri.
__ADS_1
"Kejutan apa sayang?" Tanya tuan Rendra.