PESONA GADIS ALIM

PESONA GADIS ALIM
46. Part 46


__ADS_3

Mariam yang tidak bisa lagi menahan rindu pada ketiga buah hatinya meminta suaminya untuk segera kembali ke tanah air.


Dengan menumpang pesawat komersil, keduanya memutuskan kembali ke Jakarta.


Mariam membeli banyak oleh-oleh untuk keluarga besarnya. Hasratnya untuk merasakan kembali udara segar di tanah air tercinta yang saat ini sudah berada diatas bandara internasional Soekarno-Hatta siap untuk melakukan pendaratan.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, akhirnya tiba juga di Jakarta." Ucap Mariam


"Sayang, kita mau ke apartemen kita atau ke rumah ayah ketemu dulu sama anak-anak?" Tanya dokter Rendra


"Sebaiknya kita istirahat dulu sayang, badan aku pada pegal semua." Ucap Mariam ketika masih berada di dalam mobil menuju apartemen suaminya.


"Lagi pula, ini sudah larut malam sayang ditambah lagi hujan yang baru saja berhenti." Ucap dokter Rendra


Jalanan sedikit macet karena ada air yang tergenang di beberapa titik jalanan ibukota, membuat kendaraan bergerak sedikit lebih pelan. Dokter Rendra melihat Mariam sedang memperhatikan tukang nasi goreng yang ada di pinggir jalan sedang melayani para pelanggannya.


"Kita makan yuk sayang, kelihatan nasi gorengnya enak tuh," ajak dokter Rendra yang sengaja menawarkan makanan yang dijual di pinggir jalan.


"Kamu ingat dengan masa lalu kita yang selalu makan di pinggir jalan ya sayang?" Tanya Mariam


"Tepat sekali sayang karena saat ini aku ingin mengulang kembali kisah itu dengan wanita yang sama yang aku cintai." Ujar dokter Rendra


"Alhamdulillah terimakasih sayangkuh." Ucap Mariam


"Kamu mau makan nasi goreng kan sayang?" dokter Rendra mengulangi lagi perkataannya.


"Baiklah! kamu tahu aja kalau aku lagi kepingin makan nasi goreng." Ucap Mariam.


"Tapi makannya di mansion saja ya sayang, daripada disitu terlalu ramai." Ujar dokter Rendra.


"Keburu dingin Bang Rendra, kalau nunggu sampai mansion kita." Ucap Mariam.


"Ok, aku menepi mobilnya dulu ya."


Dengan di bantu tukang parkir, mobil dokter Rendra di arahkan untuk mengikuti barisan mobil lainnya. Tukang parkir mendekati dokter Rendra melindungi lelaki itu dari hujan yang masih rintik.


"Permisi Tuan, saya akan antarkan Tuan ke tempat nasi goreng." Tukang parkir itu menawarkan ojek payung pada dokter Rendra

__ADS_1


"Terimakasih pak, saya punya payung sendiri." ujar dokter Rendra


Tukang parkir itu hanya mengangguk hormat, lalu ia mulai membantu lagi mobil lain yang ikut parkir di belakang mobil dokter Rendra. Dokter Rendra membuka pintu mobil untuk istrinya dan keduanya mencari tempat di bawah tenda nasi goreng. Keduanya duduk sembari melihat menu nasi goreng.


"Kamu mau makan nasi goreng rasa apa sayang? tanya Mariam kemudian.


"Rasa cintamu, sayang." Ujar dokter Rendra mesra.


"Ih, bang Rendra, ditanya yang benar juga." Mariam menggerutu.


"Aku ikut kamu saja sayang."


Mariam memanggil salah satu pelayan yang sedang menunggu mereka memesan.


"Bang tolong dua nasi goreng seafood dan dua gelas teh manis hangat ya." Ucap Mariam.


Pelayan itu mencatat pesanan keduanya lalu mengantarkan ke koki nasi gorengnya. Tidak lama kemudian, pesanan mereka sudah datang.


Dokter Rendra menyingkirkan beberapa perlengkapan yang tersedia di atas meja, memberi ruang pada pelayan itu untuk memudahkan ia meletakkan piring yang sudah berisi nasi goreng seafood. Mariam begitu girang, karena makanan kesukaannya sudah datang.


"Ayo kita makan sayang mumpung masih hangat." Ujar dokter Rendra.


"Tenang saja sayang!" Bibi Ima selalu merawat tanamanmu." Ucap dokter Rendra.


Mariam mengangguk-anggukkan kepalanya. Mereka kemudian menghabiskan makanannya dan segera kembali kembali ke mobil.


Mobil dokter Rendra kembali bergerak di bantu oleh abang tukang parkir. Dokter Rendra memberikannya tip yang lumayan besar kepada abang tukang parkir .


Melihat uang yang diberikan dokter Rendra kepadanya, tukang parkir itu langsung mengangkat kedua tangannya ke atas untuk mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah dan tidak lupa mendoakan kebahagiaan dokter Rendra dan Mariam.


"Hati-hati tuan, nyonya, terimakasih." Ucap abang parkir itu sambil tersenyum ramah pada dokter Rendra.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Setibanya mereka di mansion keadaan di dalam masion itu sangat sepi hanya penjaga gerbang mansion yang setia menjaga kediaman milik dokter Rendra.


Mariam masuk ke kamarnya yang sangat ia rindukan. Dokter Rendra yang kelihatan segar kembali, setelah makan nasi goreng mendekati istrinya.

__ADS_1


Mariam menghela nafas panjang, ia merasa curiga dengan kelakuan suaminya yang tidak mau menjaga jarak dengannya. Dari pada berdebat mending tidur, itu yang dipikirkannya saat ini.


"Sayang, kamu nggak mau membersihkan diri dulu?" Tanya dokter Rendra yang melihat istrinya langsung masuk ke dalam selimut.


"Apa maksudnya menyuruhku membersihkan diri pasti ujung-ujungnya bercinta lagi. Mariam pasrah. Iapun segera bangkit dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sedangkan dokter Rendra turun ke dapur untuk membuatkan susu cokelat hangat untuk mereka berdua. Setelah mandi Mariam merasakan tubuhnya sangat segar, ia yang sudah memakai kimono langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur milik mereka.


"Mariam minum dulu susumu sayang! jangan tidur dulu supaya badanmu kembali hangat." Pinta dokter Rendra.


"Aku sudah ngantuk Bang Rendra," ucap Mariam setengah mengantuk.


"Ayo! aku bantu kamu minum susunya." Pinta dokter Rendra.


Dokter Rendra mengangkat tubuh Mariam setengah duduk dan membantu mendekatkan gelas susu itu ke mulut Mariam. Mariam hanya meneguknya setengahnya saja lalu memilih kembali tidur. Rendra meletakkan gelas di atas nakas di sisi tempat tidurnya, kemudian menarik selimut menutupi tubuh Mariam yang sudah pulas.


Rendra mengecup bibir kenyal istrinya lalu tersenyum.


"Selamat datang di mansion kita nyonya Rendra, aku sangat mencintaimu. Selamat tidur sayang! semoga kita bertemu dalam mimpi." Ucap dokter Rendra


Rendra memeluk tubuh istrinya dan ikut terlelap dalam mimpi yang indah yang telah menanti mereka untuk merenda hari esok.


Para pelayan bangun jam empat pagi. Ketika mengetahui jika bos mereka sudah pulang dari bulan madu semuanya bergegas melakukan aktivitas mereka masing-masing.


Mariam dan dokter Rendra berjalan di taman mansion selepas subuh. Mariam memperhatikannya setiap tanamannya yang tumbuh subur selama dirinya meninggalkan rumah ini selama tiga tahun.


"Mungkin bibi Ima selalu menanamnya lagi ketika panen sayuran, jadi tidak ada tanah yang dibiarkan gundul." Ucap Mariam yang begitu puas melihat tanamannya tetap tumbuh subur.


"Iya sayang, kami tetap merawatnya dan melakukan pemupukan tiap tiga bulan sekali." Ucap dokter Rendra


"Assalamualaikum non Mariam!" Sapa bibi Ima ketika melihat Mariam di kebun belakang mansion.


"Waalaikumuslam bibi Ima." Ucap Mariam lalu memeluk bibi Ima melepaskan kerinduannya.


"Selamat datang lagi di kediaman nona Mariam!" Ucap bibi Ima haru.


"Bibi Ima sehatkan?" Tanya Mariam yang masih meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Sangat sehat untuk bisa bersenang-senang dengan nona Mariam." Ucap bibi Ima.


"Mama...!" Ketiga anak Mariam memanggil ibunya dengan sangat lantang.


__ADS_2