PESONA GADIS ALIM

PESONA GADIS ALIM
20. Menikah


__ADS_3

Dokter Widya membawa pulang tamu istimewanya ke apartemen miliknya. Ia tidak menyangka tuan Arkana sudah mengetahui tempat tinggalnya karena selama perjalanan dari rumah sakit sampai tiba di kediamannya, tuan Arkana sedikitpun tidak bertanya kepadanya.


"Tuan, apakah anda sudah menelusuri keberadaan ku sebelum anda muncul dihadapanku?" Tanya Widya dengan perasaan heran.


"Kami sudah berada di sini satu Minggu yang lalu. Tiap hari aku mengikutimu dari rumah sakit sampai ke apartemen." Ujar tuan Arkana.


"Ya Allah, apakah Tuan Arkana sedang menyelidiki aku?" Tanya Widya dalam hatinya.


"Maaf Widya, aku memang sengaja mengawasi aktivitas kamu." Ujar tuan Arkana.


"Silahkan masuk Nyonya!" Widya menemani tamunya sebentar.


"Oh iya hampir lupa. Kenalkan ini ibuku. Panggil saja ummi Ghina." Ummi ini Widya gadis yang membuat aku tidak bisa tidur selama enam bulan terakhir ini." Ujar tuan Arkana dengan terkekeh.


Tuan Arkana memperkenalkan dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.


Keduanya kembali bersalaman sambil menyebutkan nama masing-masing. Ummi Ghina langsung suka pada Widya yang terlihat santun dan tampil apa adanya.


"Selamat datang di Indonesia, Ummi. Ini ibu kotanya Indonesia. Salah satu kota terbesar dengan memiliki masyarakat majemuk." Ucap Widya memperkenalkan keberagaman Indonesia.


"Terimakasih nak, sudah mau menerima kami disini. Ternyata apa yang diceritakan Arkana tentangmu sangat sesuai apa yang saat ini ummi lihat pada dirimu.


Arkarna ingin meyakinkan ummi bahwa kamu itu wanita cerdas, cantik dan bersahaja. Ummi sudah memastikannya sendiri. Ummi berharap, kamu mau menjaga ummi sampai hari tua ummi." Ucap Ummi Ghina mantap.


"Tapi Ummi, keadaan aku tidak seperti wanita normal karena tidak bisa memberikan Arkana seorang....?"


"Maksud kamu keturunan?" Cukup sayang dengan keraguan yang menyakiti hatimu. Jika kamu adalah jodoh putraku, menikahlah dengannya dan itupun kamu juga mencintainya, kalau kamu tidak mencintainya ummi tidak akan memaksamu menikah dengan dirinya." Ujar ummi Ghina.


"Insya Allah ummi, Widya sangat mencintai putra ummi." Jawab Widya dengan tertunduk malu.

__ADS_1


"Alhamdulillah, barakallah. Kau dengar itu Arkana, dia sudah menerima pinangan ummi untukmu, nak." Ucap Ummi Ghina dengan perasaan terharu.


Ummi Ghina memeluk calon menantunya dan hatinya sangat lega karena apa yang diharapkan oleh putranya Arkana kini tercapai. Keduanya tidak serta merta begitu saja melamar Widya. Dalam enam bulan ini keduanya terus meminta petunjuk Allah dan hingga akhirnya pergi umroh, meminta sendiri di hadapan rumah Allah itu sebagai diterimanya doa yang lebih afdol.


Tuan Arkana sendiri langsung sujud syukur, usai mendengar jawaban dari Widya.


Keduanya langsung menentukan tanggal pernikahan dan tempat pelaksanaan pernikahan. Untuk ikan kabulnya akan dilaksanakan di Jakarta dan pestanya akan di gelar di Istambul Turki.


Sejak saat itu keduanya sudah sah menjadi suami istri. Widya di boyong suaminya ke Turki dan Widya mengabdikan dirinya sebagai dokter di negeri yang terkenal dengan asal bunga tulip.


Kebahagiaan keduanya bertahan hingga sekarang dan tidak ada keluhan dari tuan Arkana Mauponggo ibunya untuk mendapatkan seorang keturunan hingga ummi Ghina meninggal dunia.


Cinta yang begitu besar yang diperlihatkan oleh tuan Arkana pada istrinya yang juga setia pada tuan Arkana. Mereka pun tidak pernah bosan mencari keberadaan putri tunggal Widya hingga keduanya pasrah dan hanya bisa berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan putri kecilnya Widya.


🌷🌷🌷🌷🌷


Kini dirinya bisa bermetamorfosis menjadi wanita muslimah sejati. Tuan Arkana makin kagum dengan istrinya yang lebih Istiqomah iman Islamnya.


"Sayang, apakah kamu tidak berminat untuk mengunjungi Indonesia?" Tanya tuan Arkana setelah memasuki usia pernikahan mereka ke sepuluh tahun.


"Aku akan menginjak bumi Pertiwi kalau putriku sudah di temukan sayang." Balas Widya.


"Berarti kamu harus terus bersabar dengan sholat dan yakin lagi atas takdir Allah. Saya yakin kita akan menemukan putri kita sebelum kita menghadap ilahi." ujar tuan Arkana.


"Aku selalu berdoa semoga putriku tumbuh besar memiliki wajah seperti ku, persis seperti aku, dengan begitu aku akan lebih mudah mengenali dirinya tanpa perlu harus menjalani tes DNA." Ujar Widya.


"Aamiin, doa tulus setiap ibu untuk anaknya akan Allah ijabah sayang. Jangan putus asa, siapa tahu suatu saat nanti dia sendiri yang akan datang kepadamu." Ujar tuan Arkana menghibur istrinya.


Satu hal yang tuan Arkana belum bisa melengkapi kebahagiaan istrinya adalah belum bisa menemukan putri tirinya itu.

__ADS_1


Keduanya tidak lagi mempermasalahkan putri mereka yang ditukar karena mereka lebih mengandalkan kebesaran Allah.


"Aku ingin merayakan anniversary kita di Indonesia. Sayangnya kamu tidak menyukainya, jadi kita harus menjadwalkan ulang anniversary kita ke negara lain." Ucap tuan Arkana.


"Aku tidak mau ke manapun sayang. Mendingan kita wisata di dalam negeri saja." Ucap Widya.


"Bagaimana kalau kita umroh?"


"Benarkah?" Itu jauh lebih baik sayang. Aku sangat senang kita ke sana lagi, apa lagi sebentar lagi akan masuk bulan puasa, itu akan lebih khidmat puasa di sana." Timpal Widya dengan wajah berbinar.


"Kamu ini, selalu saja ingin ke sana, kenapa sih sayang?" Tanya tuan Arkana.


"Dengan kita mengunjungi Ka'bah, banyak keberkahan yang akan kita raih. Dan kalau kita mengunjungi Madinah, aku merasa lebih dekat dengan Rosulullah. Aku sangat merindukannya, sayang." Ujar Widya menghela nafasnya lebih dalam dan menghembuskan nafasnya dengan lembut.


"Baiklah bersiaplah Minggu depan kita akan berangkat umroh." Ujar tuan Arkana.


"Terimakasih sayangkuh." Widya memeluk suaminya erat.


Minggu berikutnya keduanya sudah siap berangkat umroh. Mulai tahun ke sepuluh pernikahan mereka, keduanya berjanji akan merayakan anniversary mereka dengan melakukan ritual ibadah umroh. karena keduanya sudah melaksanakan rukun Islam ke lima yaitu melaksanakan ibadah haji, maka mereka hanya ingin umroh saja.


Itulah bentuk syukur mereka kepada Allah karena hidup berdua tanpa ada banyak ujian dalam hidup mereka hingga datangnya ujian besar yang akan menimpa mereka.


Flash back off...


Sejak pertemuan yang tidak di sengaja oleh ibu dan anak ini, nyonya Widya sangat terpukul ketika mengetahui putrinya menikah dengan putranya yang ditukar oleh ibu mertuanya. Di tambah ujian besar yang sulit sekali mereka lalui adalah Mariam saat ini mengandung. Widya begitu takut jika putrinya akan melahirkan seorang bayi cacat.


"Aku serahkan ujian yang Engkau berikan kepada keluargaku saat ini ya Allah, kami mohon berilah kami petunjuk agar kami bisa mengatasi masalah ini tanpa melukai anak-anak kami. Kasihanilah putriku yang malang.


Ia sudah dipisahkan dariku selama dua puluh lima tahun. Apakah Engkau ingin menghukumnya juga dengan mempertemukan dirinya dengan saudara sepersusuannya....hiks... hiks." Tangis nyonya Widya lirih dalam doanya.

__ADS_1


__ADS_2