
Pertemuan dua keluarga antara keluarga Reno dan juga keluarga Sindy berlangsung menegangkan.
Pasalnya pihak Reno tidak ingin anaknya sebagai tumbal untuk menikah dengan Sindy karena bukan Reno saja yang memperkosa Sindy tapi dua temannya yang juga memperkosa Sindy.
"Mengapa harus anak saya saja yang di suruh menikahi Sindy bukankah dua teman Reno juga meniduri Sindy?" Lagi pula anak yang di kandung Sindy belum tentu adalah anaknya Reno." Ucap Nyonya Nada.
"Apakah diantara kalian siapa yang memiliki keturunan kembar?" Tanya nyonya Andara pada kedua orangtuanya Reno.
"Reno memiliki saudara kembar, tapi saudara kembarnya meninggal setelah usia tiga bulan. " Ujar nyonya Nada.
"Saat ini Sindy sedang mengandung anak kembar. Kami hanya ingin formalitas saja. Nikahi Sindy agar anak itu mendapatkan pengakuan, kalau tidak mau berarti siap di penjara.
Setelah menikah tiga bulan kemudian keduanya boleh bercerai, karena kami juga tidak ingin memiliki menantu bejat seperti anak anda." Ucap tuan Hendra Kusuma.
"Oh baguslah kalau putraku hanya bertahan tiga bulan saja dengan perempuan itu, kalau begitu silahkan nikahkan mereka!" Ucap Tuan Aldi.
"Siapa juga yang mau besan dengan kalian, " Ucap nyonya Andara makin murka.
Seminggu kemudian pernikahan di gelar di kantor agama setempat. Sindy sudah siap menunggu kedatangan calon suaminya. Pernikahan akan dilakukan pukul sembilan pagi.
Pak penghulu sudah siap di tempatnya. Hingga pukul 9.30WIB, Mempelai laki-laki tidak kunjung datang. Sementara semua syarat-syarat sahnya nikah sudah dipenuhi kecuali mempelai pria dan mas kawinnya yang belum datang.
"Sepertinya Reno tidak akan datang bunda." Ucap Sindy makin sedih.
"Dia tidak akan kabur ke manapun Sindy karena sudah ada perjanjian jika dia tidak menikahimu, dia tidak bisa keluar negeri maupun keluar kota, karena statusnya adalah tahanan kota." Ucap nyonya Andara.
Sampai pukul sepuluh pagi, Orangtuanya Sindy menghubungi keluarga mempelai laki-laki, tapi tidak ada satupun yang mau menjawab panggilan dari mereka.
"Bang Rendra, kasihan Sindy!" Maukah bang Rendra menikahi Sindy?" Pinta Mariam.
"Mariam jangan gila sayang!" Jangan korbankan hati nurani kamu untuk meminta hal konyol itu padaku. Aku memang sekarang ini memiliki status sebagai kakak iparnya tidak berarti aku harus menikahinya.
Lagipula aku dan Sindy tumbuh bersama seperti saudara kandung. Dia sudah aku anggap adik sendiri Mariam." Ucap Dokter Rendra sengit.
"Tapi, bagaimana dengan nasib adikku?"Kasihan dia bang.
"Kasihan, bukan berarti kita harus mengorbankan nasib pernikahan kita untuk membahagiakan dia." Timpal dokter Rendra.
"Ini sangat membuatku kesal. Ke mana si Reno?" Tanya Mariam.
__ADS_1
"Sebaiknya kita pulang!" Pinta tuan Hendra yang sudah tidak ingin lagi menunggu mempelai pria.
"Sindy, kita berangkat sekarang ke Istanbul sayang." Ucap nyonya Widya yang berniat membawa Sindy ke Istambul Turki usai pernikahan.
Nyonya Andara merelakan kepergian putrinya ke Istambul untuk melahirkan disana.
"Widya, kalau Sindy sudah melahirkan bayinya, tolong antar pulang dia ke Indonesia dan jangan biarkan dia menyusui bayinya." Pinta tuan Hendra yang tidak sudi memiliki cucu dari Sindy.
Sindy nampak pasrah menerima semua ketentuan dari keluarga besarnya. Tuan Arkana dan nyonya Widya langsung memboyong Sindy ke Istambul Turki.
Nyonya Andara tidak bisa mengantarkan putrinya ke bandara karena dicegat oleh suaminya.
Hanya Mariam dan Hendra yang nekat mengantarkan Sindy ke bandara Soetta.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Setibanya di bandara Soekarno-Hatta, Mariam memeluk saudaranya Sindy dengan tangis yang tak terbendung. Ade, kita sama-sama hamil saat ini. Kita juga sama-sama hamil anak kembar.
Jika tidak ada momen sedih, mungkin kita sudah bahagia karena hamil bareng, kita akan membesarkan anak kita bareng dan semua keluarga akan menyambut kebahagiaan ini.
Sindy lakukan apapun yang menurut kamu baik, kecuali hal-hal konyol yang akan membuatmu menyesal.
"Baiklah mbak Mariam, aku berangkat dulu ya." Ucap Sindy setelah pesawatnya sudah datang.
Mariam memeluk adiknya dengan penuh haru. Mama Widya juga memeluk putrinya Mariam.
"Sindy sekarang jadi Putri mama, tolong rawat Sindy dengan baik ma seperti mama merawat Mariam." Pinta Mariam.
"Jaga dirimu Mariam!" Jaga cucuku di dalam sini."
"Terimakasih mama!" Sudah mau merawat Sindy. Mariam titip Sindy ya mama." Ucap Mariam.
"Rendra, tolong jaga putriku dengan baik. Kabari mama, kalau ada apa-apa dengan Mariam."
Nyonya Widya mencium cucunya Daffa yang sedang tidur di dalam gendongannya dokter Rendra.
"Insya Allah mama!" Semoga selamat sampai tujuan." Dokter Rendra memeluk ibu mertuanya dan tuan Arkana secara bergantian.
Ketiganya sudah melangkah ke dalam bandara.
__ADS_1
Dokter Rendra mengajak istrinya kembali ke mansion mereka.
"Sayang, gara-gara memikirkan kehamilan Sindy, kita jadi mengabaikan calon bayi kembar kita sendiri.
Rasanya aku ingin kita menginap di hotel dulu karena ayah dan bunda saat ini pasti sedang perang besar setelah mengetahui Reno tidak jadi menikahi Sindy.
"Apakah Reno akan di biarkan bebas begitu saja bang Rendra?"
"Tidak Mariam!" Setelah apa yang ia lakukan kepada Sindy, maka pihak korban akan menuntut balik pelaku untuk diproses secara hukum bagi seorang kriminal tingkat pemerkosaan." Ucap dokter Rendra.
"Syukurlah!" Aku ingin Reno mendekam di penjara sampai seumur hidup karena tidak mudah bagi seorang wanita yang mengandung anak dari hasil pemerkosaan." Ujar Mariam yang masih dendam pada Reno.
Sementara tuan Hendra melaporkan lagi perbuatannya Reno yang telah mangkir dari tanggungjawabnya yang telah menghamili Sindy karena dia merasa anak yang dikandung Sindy bukan anaknya.
Nyonya Andara mengurung dirinya di kamar setelah kepergian Sindy ke Istambul Turki. Ia merasa menjadi seorang ibu yang sudah gagal mendidik putrinya.
"Ya Allah ampunilah aku dan putriku dari dosa-dosa yang telah kami lakukan. Lindungilah putriku dan keluarga tuan Arkana yang telah menerima putriku sebagai putri mereka saat ini. Ya Allah berilah yang terbaik dari sisiMu ya Robby, aku serahkan kembali segala bentuk ujian yang Engkau timpakan kepada kami." Pinta nyonya Andara dalam sholatnya.
Mariam dan Rendra langsung masuk ke kamar mereka untuk beristirahat. Dokter Rendra memastikan bayinya Daffa tidur dengan nyaman di tempat tidur khusus bayi.
Pesawat yang membawa tuan Arkana dengan dua orang wanita yang berbeda generasi sudah mengangkasa meninggalkan tanah air Indonesia.
Ditempat yang berbeda, orangtuanya Reno mengurung Reno agar tidak menikahi Sindy. Saat ini polisi sedang melacak keberadaannya Reno untuk mengembalikan lelaki tampan itu ke Bui.
"Ayah keluarkan aku dari sini ayah, aku tidak betah di dalam kamar terus ayah." Pinta Reno sedih.
"Lihatlah perbuatanmu!" Kamu telah mencoreng nama baik keluarga. Kamu menghancurkan reputasi kami hanya karena tergiur tubuh wanita."Teriak ayahnya Reno, tuan Aldi.
"Sampai kapan aku harus bertahan di dalam sini ayah. Sebenarnya aku yang salah karena memang aku yang telah memperkosa Sindy ayah dan teman-temanku mengikuti aku karena kami sudah terpengaruh oleh minuman keras ayah.
Sindy tidak bersalah ayah, Sindy adalah gadis yang baik yang sangat menjaga dirinya. Reno lah yang telah menghancurkan hidup Sindy ayah." Ucap Reno sedih.
"Jangan menjadi lelaki bodoh yang ingin menikahi gadis yang sudah dinodai banyak lelaki. Biarkan saja seperti itu, sampai kita tahu dia melahirkan bayi kembarnya itu dan kita akan melakukan tes DNA, bayi siapa yang ia kandung." Ucap nyonya Nada.
"Apa?" Jadi Sindy hamil anak kembar?" Gumam Reno membatin.
Jauh dalam hati Reno, ia ingin sekali menikahi Sindy tapi kedua orangtuanya telah melarangnya sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tuan, nyonya, permisi di luar ada mobil polisi dan polisinya ingin menggeledah rumah ini tuan untuk mencari tuan muda Reno. Ini surat perintah penangkapannya." Ucap pelayan di mansion milik orang tua Reno.
__ADS_1
"Astaga!" Mereka ingin menahan putra kita lagi ayah. Tangis nyonya nada ketakutan.