PESONA GADIS ALIM

PESONA GADIS ALIM
43. Part 43


__ADS_3

Setelah bulan madu di Winna Austria, kini Mariam dan dokter Rendra beralih menuju ke Paris Perancis. Namun sebelum melanjutkan perjalanan bulan madu mereka di Paris Perancis, tuan Hendra dan nyonya Andara menjemput ketiga cucu mereka untuk pulang ke Jakarta.


Di hotel mewah yang terletak di tengah kota Paris Perancis, kini pasangan pengantin baru yaitu Mariam dan Rendra kini berada.


Rendra memperbaiki kesalahannya yang telah mengkhianati Mariam dengan berselingkuh dengan Sindy.


"Apakah kamu senang sayang dengan kamar hotelnya?" Tanya dokter Rendra, saat keduanya sudah berada di suite room hotel berbintang lima itu.


"Ini lebih dari indah Bang Rendra, aku sangat menyukainya." Mariam memeriksa setiap ruang yang ada di kamar itu.


Kamar mandi dan ruang ganti yang dilihatnya pertama kali.


Hotel Paris Bastille yang dipilih Daffin untuk istri tercinta.


Terletak di jantung kota Paris, hanya 1 km dari Opèra Bastille, Hotel Paris Bastille Boutet MGallery by Sofitel menawarkan akomodasi dengan pusat spa dan kolam renang indoor berpemanas.


Setiap kamar dilengkapi dengan TV layar datar, i-Home dock, mesin Nespresso, ketel, dan brankas. Beberapa kamar memiliki teras pribadi yang menghadap ke atap-atap gedung Paris.


Sarapan disajikan dalam gaya prasmanan atau di kamar. Restoran dan bar dapat ditemukan dalam jarak berjalan kaki dari hotel di distrik 10 dan 11 yang populer di Paris. Mereka dapat mengakses pusat spa gratis yang memiliki pemandian Turki dan sauna. Fasilitas tambahannya meliputi bar dengan menu makanan ringan dan meja depan 24 jam.


"Bang Rendra, aku mau mandi dulu." Ucap Mariam yang merasa badannya sangat lengket saat ini.


"Silahkan sayang!"


Rendra keluar menuju teras kamar pribadi untuk bersantai sejenak. Sejujurnya ia ingin sekali mandi bareng dengan Mariam, namun rasa canggungnya setelah lama berpisah dengan istrinya itu membuatnya tidak ingin mendatangi Mariam terlebih dahulu.


"Mengapa aku merasa sangat gugup menghadapi istriku sendiri?" Bukankah dulu kami pernah hidup berdua dan selalu mandi bersama. Tapi sekarang aku malah merasa sangat grogi saat ini." Rendra bermonolog.


Sambil menunggu istrinya kelar mandi, Rendra memesan makanan untuk mereka karena ia masih lelah untuk keluar lagi mencari restoran.


Ia pun memesan makanan halal yang ada di restoran tersebut.

__ADS_1


Mariam yang malam itu kelihatan sangat segar dan tampil cantik dengan menggunakan gaun indah berwarna merah marun.


Mariam terlihat anggun tampil tanpa bra dengan gaun merah dari perancang ternama di tanah air. Gaun merah marun ini sangat anggun dipakai Mariam dan tidak terkesan seronok.


Tatanan rambut kepang gulung memperlihatkan lehernya yang jenjang. Pilihan aksesoris kalung berlian mewah dari Lorraine Schwarts semakin mempercantik penampilan penampilan Mariam malam itu.


Rendra tertegun melihat penampilan Mariam yang lebih kelihatan dewasa saat ini. Wajah cantik yang dipoles makeup lembut menambah keanggunan dan elegan malam ini hanya untuk suaminya.


Mariam hanya bisa mengenakan gaun cantik itu hanya untuk di dalam kamar hotel agar tampil memukau di depan suaminya seorang.


Mariam yang sudah berhijab sempurna ini, tidak lagi memperlihatkan lekuk tubuh indahnya dengan berhijab modern atau disebut hijab gaul bagi sebagian kalangan.


"Sayang!" Rendra mendekati istrinya dan mengajak Mariam untuk ngobrol sebentar sebelum mereka makan malam di kamar itu.


"Apakah kamu menyukainya?"


Mariam menatap wajah tampan suaminya yang tidak berkedip sedikitpun menatap dirinya.


"Lebih dari kata suka, sayang." Ujar Rendra yang makin merapatkan tubuhnya pada sang pujaan hati yang sangat ia rindukan selama enam bulan ini.


"Lebih baik kita makan dulu sayang, supaya lebih semangat untuk bertempur di arena kasur empuk ini." Lanjut Rendra.


Keduanya sepakat untuk mengisi energi tubuh mereka dengan makanan khas Paris Perancis yang diolah secara halal sesuai pesanan Rendra pada restoran tersebut.


"Apakah kamu memesan semua ini sayang?" Tanya Mariam sambil menikmati makanannya.


Makanan khas Perancis yang dipesan oleh dokter Rendra salah satunya adalah beef burguignon yang sekilas akan terlihat seperti rendang khas Padang. Kuliner ini berbahan dasar daging sapi yang telah dibumbui bersama dengan beragam bumbu-bumbu yang lainnya.


Yang membedakannya yaitu kuliner ini menggunakan anggur merah atau wine di dalam campuran bumbunya. Kemudian dimasak hingga meresap serta miliki tekstur yang lembut.


Tapi Rendra memesannya tanpa campuran anggur atau wine karena menjaga kehalalannya yang sesuai dengan tuntutan syariat Islam yang mereka peluk.

__ADS_1


Puas menikmati makan malam, keduanya menuju ke tempat tidur mereka yang diatasnya ditaburi kelopak bunga mawar merah.


Sesi bulan madu siap digelar terbuka oleh keduanya. Rendra melucuti lagi gaun indah yang menawarkan pesona Mariam dihadapannya malam ini.


Rendra memastikan pintu kamarnya sudah tertutup rapat, lalu ia membawa tubuh istrinya ke atas kasur. Setelah itu Rendra mengangkat dagu lancip istrinya, menikmati bibir bagian bawah Mariam dengan lum*t*n yang dalam dan mulai terasa hangat seakan bibir sensual itu menyimpan banyak madu untuk dihisapnya.


Rendra tak kuasa menghentikan laju permainan bibirnya hingga terdengar suara kecapan berkali-kali diiringi suara nafas yang tersengal.


Rendra memeluk pinggang istrinya dengan lembut agar Mariam lebih nyaman.


"Siap untuk bercinta sayang?" Tanya Rendra lembut tepat ditelinga kanan Mariam dan itu berhasil membuat mariam bergetar.


Mariam hanya mengangguk malu.


Rendra menatap wajah istrinya dan tersenyum simpul.


"Benarkah? tanya Rendra lagi membutuhkan kepastian dari sang pemilik tubuh.


"Apakah kamu tidak ingin mencoba nya sayang?" Goda Mariam manja dengan gestur tubuh yang memancing hasrat suaminya.


"Baiklah!"


Kemudian Mariam membantu menanggalkan pakaian suaminya.


"Saat ini Rendra sangat bahagia dengan kejutan dari istrinya.


Rendra beralih ke bagian dada Mariam yang nampak kencang, menggelantung indah yang menjadi kesukaannya yang sudah terbebas dari br*.


Tanpa terasa waktu berganti dengan teratur, percintaan panas itu yang membawa mereka berdua sudah mengangkasa menembus awan dan berada di bawah langit biru yang makin kelam karena gelapnya malam yang sudah dihiasi bintang yang menjadi saksi bisu kedua insan ini menjalankan ritual ibadah suami istri ini.


Rendra merasa sangat luar biasa seperti berada di atas permadani indah di kelilingi taman bunga beraneka warna dan dipinggir pembaringannya tersedia cawan-cawan memabukkan yang akan dituang istrinya untuk diteguk dari bibir istrinya yang makin membuatnya bergetar.

__ADS_1


Rendra menegakkan tubuhnya, ia ingin menambah kecupannya seraya mendekap istrinya, pada saat bersamaan Mariam juga menegakkan tubuhnya dan mengejar bibir se*si suaminya hingga tiba lebih dulu. Mariam melepaskan kecupannya.


Ia lalu beralih pada benda pusaka milik suaminya dan menyentuh benda pusaka itu dengan bibir lembutnya hingga Rendra mengerang nikmat


__ADS_2