PESONA GADIS ALIM

PESONA GADIS ALIM
7. MENEPIS BISIKAN SETAN


__ADS_3

"Apa yang sedang kamu pikirkan sayang?" Apakah aku telah menyakiti hati dan tubuhmu ataukah ada yang menganggu pikiranmu? tolong jangan memendam perasaanmu karena tidak enak hati padaku.


Aku siap menjelaskan apa yang ingin kamu ketahui tentang aku. Aku sudah berjanji akan selalu terbuka kepadamu ketika aku menikahimu tadi pagi.


Dengan begitu kita bisa cari solusi bersama agar hubungan kita terjalin harmonis. Dengar sayang, aku tidak ingin kehilanganmu setelah aku mendapatkanmu. Sekarang jujurlah padaku, apa yang menganggu pikiranmu, hmm?" Desak dokter Rendra yang tidak ingin melihat istrinya tiba-tiba termenung.


"Apakah tidak apa jika aku bertanya sesuatu yang sangat sensitif padamu?" Ucap Mariam hati-hati.


"Silahkan sayang!" Aku siap menjawabnya, walaupun pertanyaanmu terdengar berat." Jawab dokter Rendra.


Nikita mengatur nafasnya dan meneguk air putih untuk menghilangkan keresahan hatinya. Ia memejamkan mata dan beristighfar beberapa kali lalu mengajukan pertanyaan pada suaminya.


"Apakah selama ini Abang, selalu memperlakukan wanita-wanita Abang dengan memuaskan mereka seperti Abang melakukan itu padaku?" Apakah percintaan panas kamu dan wanita-wanitamu berlangsung semalaman atau sampai pagi?" Tanya Mariam hati-hati.


Deggg.....


Wajah Rendra berubah pucat dengan bola mata membelo tak percaya mendapatkan pertanyaan itu datang dari Mariam yang ingin tahu masa kelamnya.


"Apakah itu sangat penting untukmu?" Tanya dokter Rendra yang ingin melarikan diri saat ini.


"Jika kamu sangat keberatan, tidak perlu menjelaskannya."


Guratan kecewa terlihat jelas diwajahnya Mariam, hal ini membuat Rendra merasa sangat serba salah.


Kalau dijawab nanti, istrinya bisa ngambek dan tidak dijawab, ujungnya ngambek-ngambek juga.


"Jika dengan mereka aku melakukannya karena na*su setan sedang menguasaiku dan aku tidak pernah puas dengan semua wanita. Tapi denganmu aku melakukannya di atas ridho Allah, maka kepuasan yang aku cari selama ini terdapat pada wanita yang telah aku halalkan dan aku terus menagihnya karena kepuasan itu seperti makanan lezat yang tidak bisa mengenyangkan hasratku." Itu perbedaan kamu dan mereka sayang." Jawaban yang dilontarkan oleh dokter Rendra sangat bijak untuk meredam rasa penasaran istrinya.


Mariam tersenyum bangga karena ia yang telah menutup pintu zina jiwa muda suaminya dan sekarang dialah satu-satunya tempat untuk mengalirkan syahwat suaminya.


"Kita tidur sekarang sayang?" Ajak Rendra setelah keduanya cukup lama bersantai.


"Tidur atau bercinta lagi?" Sindir Mariam dengan candaan.


"Kalau begitu bercinta dulu baru tidur, bagaimana?" Rendra kembali mengawali percintaan panas mereka dengan ciuman hangat.


Mariam membalas ciuman itu dan membiarkan suaminya menanggalkan lengerie hitam yang dipakainya barusan.


Permainan panas yang sudah dikuasai oleh Mariam secara teknis, mampu membuat sang suami mengerang nikmat.


Rasa syukurnya mendapatkan istri Sholeha seperti Mariam yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan dalam benaknya. Apa lagi untuk bercita-cita mendapatkan wanita ahli surga seperti Mariam yang begitu lembut tutur katanya walaupun dalam keadaan marah.


Jika wanita lain, mungkin Rendra akan di caci maki dan di tampar oleh Mariam yang saat itu telah di lecehkannya. Tapi, Mariam bisa mengendalikan amarahnya dan membalas hinaan itu menjadi butiran hikmah yang mampu mengugah hati kecil dokter angkuh itu.


Banyak hal yang harus ia pelajari dari seorang Mariam. Tidak semua orang bisa membalas penghinaan dengan kemarahan yang sangat elegan seperti Mariam saat itu, menurut Rendra.


"Ya Allah, aku bukan manusia baik dan Sholeh, tapi kenapa aku dititipkan bidadari ini yang menyadarkan aku lebih awal tentang beratnya dosa yang dibawa mati. Apakah aku layak menjadi hambaMu yang baik?" Gumam Rendra membatin ketika berdialog dengan Robbnya.


Keduanya mulai tertidur setelah melewati percintaan panas mereka.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Mariam tidak ingin lagi mengorek informasi tentang masa lalu suaminya karena itu adalah bagian dari Sunnah.


Jika sudah menikah dengan seseorang yang memiliki masalalu kelam jangan pernah lagi membahasnya karena setan berada diantara keduanya untuk menjadikan masalalu itu sebagai pemicu agar rumah tangga yang baru dibangun akan hancur seketika.


Tidak ada manusia yang sempurna dunia ini. Tidak ada manusia yang luput dari aib dalam hidupnya. Hanya saja Allah menutup aib hambaNya dengan sangat sempurna karena amal shaleh yang ia kerjakan selama masa hidupnya.


Allah akan menerima tobat hambaNya dan menjadikan dosa-dosa tadi dengan pahala yang setimpal asalkan hambaNya berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama.


Sesungguhnya Rahmat Allah melebihi siksaan dan murkaNya. Rahmat Allah meliputi seluas langit dan bumi, asalkan manusia mau datang menyembahNya dan menjadikanNya satu-satu tempat hambaNya bergantung. Itulah nilai iman dalam diri seorang muslim.


"Apakah kamu siap masuk dalam keluargaku sayang?" Ataukah kamu menginginkan kita tinggal di apartemen?" Tanya Rendra setelah keduanya siap cek out dari hotel usai bulan madu selama tiga hari di hotel mewah tersebut.


"Iya sayang, aku tidak sabar bertemu dengan kedua orangtuamu." Ujar Mariam.


"Mariam, ada satu hal yang harus kamu ketahui tentang keluargaku supaya kamu tidak salah paham pada kedua orangtuaku saat kalian mulai interaksi satu sama lain di dalam mansion itu." Ucap Rendra serius dan mengajak istrinya duduk lagi di atas kasur.


"Ada apa bang, apakah sangat penting?"


Rendra mengangguk dan menceritakan keluarganya yang tidak utuh karena perceraian.


"Ibuku yang kamu kenal itu bukan ibu kandungku, Mariam. Ibu kandungku bercerai dengan ayahku setelah usiaku tujuh tahun. Aku tidak tahu masalah apa yang membuat keduanya harus bercerai.


Walaupun bunda Andara sangat baik dan penyayang tapi hatiku tetap merindukan kasih sayang seorang ibu kandung.


Ibu kandungku menikah lagi dengan lelaki bujang dan sekarang menetap di Turki. Ia tidak memiliki anak lagi selain aku dan lebih parah lagi ia sama sekali tidak peduli dengan kehidupanku dan itulah membuat aku merasa dibuang oleh ibu kandungku sendiri." Ujar Rendra sedih.


"Iya sayang. Aku bahkan menyiksa mereka setiap kali bercinta dengan mereka Mariam karena dendamku pada ibuku." Ucap Rendra dengan suara tercekat.


"Dan kamu menikmati itu sebagai bagian dari balas dendam?"


"Bahkan lebih dari itu Mariam. Tolong aku sayang, karena aku tidak pernah diingatkan tentang karunia Allah. Aku kehilangan kasih sayang dari sosok ibu yang lembut yang selama ini aku harapkan."


Rendra memeluk istrinya erat dan menangis di sana. Ia merasakan kelembutan seorang wanita ada semua pada diri Mariam.


"Sayang, dengar!" Aku kira ibumu memiliki alasan tersendiri yang membuat hatinya sangat terluka hingga ia tega meninggalkan kamu dan ayahmu di saat usiamu lagi membutuhkan perhatian seorang ibu.


Dia pasti punya satu masalah yang tidak bisa ia ungkapkan pada ayahmu karena pengaruh seseorang. Jangan hanya menghukumnya atas apa yang ia lakukan padamu, tapi cobalah cari tahu kebenaran yang sesungguhnya yang terjadi pada rumah tangga kedua orangtuamu.


Mungkin dulu kamu masih kecil dan tidak mengerti apapun. Sekarang kamu sudah cukup dewasa untuk bisa mencari tahu masalah pelik hingga ibumu kabur dari ayahmu dan tega meninggalkan kamu." Ucap Mariam yang merupakan seorang sarjana psikologi.


Rendra baru menyadari perkataan istrinya. Betapa bodoh dirinya yang sibuk menyalahkan ibunya tanpa mencari tahu sebab akibatnya.


"Menangis lah sayang! agar air matamu bisa mengobati kerinduanmu pada ibumu." Mariam mengusap kepala suaminya dengan kelembutan sambil membaca doa yang bisa menenangkan hati Rendra.


Alhasil Rendra merasakan bebannya hilang dan berganti dengan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan.


Pelukan dan belaian kasih seorang Mariam telah meredamkan dendamnya pada sang ibu yang telah menelantarkan dirinya sejak kecil.

__ADS_1


"Ayo sayang kita pulang. Teruslah berzikir, karena dengan banyak mengingat Allah, hati jadi tenang. Mariam menasehati sang suami agar lebih tegar dan jangan mudah terhasut oleh setan yang selalu membuat anak cucu Adam meleburkan diri dalam nikmatnya dosa.


Petugas hotel membawa koper milik mereka ke lobi hotel. Sang suami mendatangkan mobil mewah sebagai hadiah untuk sang istri.


Mobil yang masih di beri pita itu terparkir di depan hotel.


"Mas itu mobil kamu?" Tanya Mariam.


"Bukan aku tapi itu untukmu sayang."


"Apa..?" Masya Allah, ini bagus banget sayang." Puji Nikita.


"Alhamdulillah, jazzakallah Khair ya zauji( Terima kasih wahai belahan jiwaku)" Ucap Mariam dengan terbata-bata.


"Apakah kamu suka sayang?"


"Lebih dari suka suamiku." Mata Mariam berbinar menatap wajah sang suami.


"Apakah kamu memesannya langsung dari Eropa?" Mariam melihat merk mobil Peugeot.


"Apakah kamu mau menyetir mobil ini membawa pulang ke rumah."


Mariam sangat semangat dan menyanggupi permintaan sang suami.


Koper mereka diletakkan di bagasi. Mariam siap mengendarai mobil barunya hadiah dari sang suami untuk dirinya.


"Rasanya aku ingin masuk lagi ke dalam kamar hotel." Ujar dokter Rendra.


"Emangnya ada apa sayang?" Apakah ada yang ketinggalan?" Tanya Mariam dengan wajah serius.


"Bukankah kamu tadi baru mengucapkan terimakasih kepadaku?" Tanya Rendra.


"Iya sayang, karena hadiahnya sangat bagus dan aku suka." Ujar Mariam.


"Berarti aku bisa dapat hadiah lagi dari kamu, sayang."


"Maksudnya?"


"Yah, kita bercinta lagi, dengan begitu, rasa terimakasih darimu bisa sampai ke sini." Ucap dokter Rendra sambil menunjukkan letak hatinya.


"Ih, apa-apaan sih bang, nanti dirumah juga bisa melakukannya lagi kenapa harus kembali ke dalam?" Gerutu Mariam dengan menahan rasa malu ketika mendapat godaan dari suaminya.


"Kalau begitu, biarkan aku yang menyetir supaya cepat tiba di mansion." Ujar dokter Rendra makin nakal.


"Justru aku ingin kita berjalan santai sambil melihat-lihat makanan yang bisa kita cicipi.


Lagian saat ini aku ingin makan rujak sayang." Ucap Mariam.


"Apa...rujak?" Subhanallah!" Kamu sudah hamil sayang, secepat ini?"

__ADS_1


"Ngaco kamu bang. Justru aku malah curiga karena seminggu lagi aku mau haid." Mariam balas menggoda suaminya.


"Apa?" Haid!" Yassalam...!" Dokter Rendra menepuk jidatnya kecewa berat dengan istrinya jika benar-benar haid, berarti ia harus puasa nantinya.


__ADS_2