PESONA GADIS ALIM

PESONA GADIS ALIM
17. Mengharapkan


__ADS_3

"Aku tidak bisa memberikan jawaban sekarang. Tolong berikan aku kesempatan untuk memikirkan lagi pinanganmu."


Widya terlihat gugup, walaupun jauh dalam hatinya, ia ingin loncat kegirangan karena ia juga menyukai tuan Arkana.


Hanya saja, logikanya tidak cukup menguatkan hatinya agar secepatnya menerima pinangan tuan Arkana.


"Aku berharap pertimbanganmu akan membuahkan hasil yang menyenangkan hatiku." Ucap tuan Arkana dengan wajah sendu.


"Insya Allah." Widya tersenyum sesaat lalu keduanya memutuskan untuk kembali ke resort.


"Kau tahu Widya, dalam hidup ini, kisah cinta sejati hanya milik orang-orang tertentu. Hati mereka terjaga dari mereka pertama kali mengenal hingga menikah dan dipisahkan oleh maut. Mungkin cinta sejatimu adalah aku.


Allah menitipkan kamu untuk aku rawat, aku bimbing dan aku cintai. Jadi, aku mohon jangan ragukan cintaku Widya." Ujar tuan Arkana.


"Aku akan ingat kata-katamu tuan Arkana. Tolong jangan terlalu memaksaku. Mungkin kalau aku masih gadis, aku tidak memikirkan puluhan kali untuk menerima cintamu, tapi kondisiku saat ini yang tidak bisa move on dari kehilangan putriku. Ku mohon pengertiannya." ujar Widya.


"Baiklah Widya!" Maafkan aku kalau terlalu memaksamu.


Keduanya berpisah di depan pintu kamar hotel Widya. Tuan Arkana pamit ke kamarnya dan Widya masuk dengan perasaan serba salah. Maksud hati tidak ingin kelihatan murahan di depan tuan Arkana, namun hatinya juga tidak tega melihat guratan kekecewaan di wajah tampan tuan Arkana yang sangat tampan itu.


"Bagaimana mungkin aku akan menjelaskan kepadanya, kalau rahimku tidak bisa lagi untuk dibuahi. Jika aku menikah dengannya, seumur hidupnya dia tidak akan memiliki keturunan. Apakah itu adil untuknya?"


Setiap pernikahan pasti punya harapan, selain sakinah, Mawardah, warahmah, itupun sudah menyangkut keturunan di dalam harapan itu.


Ya Allah, tolong berikan aku petunjuk. Aku tidak tega menyakitinya, baik sebelum dan sesudah impiannya untuk hidup bersamaku terwujud." Gumamnya lirih.

__ADS_1


Di kamar lainnya, tuan Arkana sangat gelisah dengan perasaannya. Sudah banyak cara ia lakukan untuk meyakinkan wanitanya agar mau menerima pinangannya. Namun gadis itu tetap menolaknya entah dengan alasan apa.


"Ya Allah, aku sangat mencintainya, berikan dia padaku sebagai pendamping hidupku. Cintaku sangat besar padanya. Tapi, aku butuh Engkau ya Robby agar hatinya luluh untuk menerimaku. Wahai Sang pembolak balik hati, tolonglah hambaMu yang tidak berdaya ini.


Sehari lagi kami bersama, tidak bisakah Engkau menetapkan dia menjadi jodohku?" Aku tidak peduli apa yang terjadi pada dirinya. Aku akan melakukan apapun, untuk bisa mendapatkannya. Aku akan mencari putrinya yang hilang, aku akan menerima putrinya sebagai anakku sendiri. Aku menginginkannya ya Allah." Pinta tuan Arkana seperti anak kecil yang sedang merengek minta mainan pada orangtuanya.


Tuan Arkana mengambil wudhu untuk bersuci. Ia ingin sholat kyamul Laila dan witir sebelum tidur agar doa dan harapannya cepat diijabah oleh Allah SWT.


Widya yang sudah lelah bertanya dalam kesendiriannya, akhirnya tertidur dengan air mata yang masih tersisa dipipinya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hari berikutnya menjelang keberangkatan tuan Arkana yang akan kembali lagi ke negaranya, Istambul, Turki. Keduanya menghabiskan waktu yang tersisa dengan mengunjungi tempat wisata bersama-sama.


"Tempat mana saja yang belum kamu kunjungi tuan Arkana?" Tanya Widya ketika keduanya berada di pantai Sanur Bali.


"Kita ke pura tanah Lot dan pantai kintamani. Saya yakin tuan belum sempat ke sana." Ujar Widya memperkenalkan tempat yang selalu menjadi obyek wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.


"Apa yang menjadi daya tarik di tempat itu?" Tanya tuan Arkana.


"Daya tarik utama dari objek wisata Tanah Lot Bali terletak dari keunikan pura Tanah Lot yang berada di atas batu karang besar. Pada saat air laut pasang, askes jalan menuju pura Tanah Lot dari pantai akan di genangi air laut. Maka itu, pada saat air pasang, pura Tanah Lot terlihat seperti berada di tengah laut.


Hal yang paling di sukai wisatawan Indonesia saat liburan ke objek wisata Tanah Lot adalah, pemandangan matahari terbenam dengan siluet pura. Oleh sebab itu, objek wisata Tanah Lot lebih ramai dengan kunjungan wisatawan di sore hari sekitar jam 17:00, menjelang sunset." Widya menjelaskan panjang lebar tentang tempat yang menjadi tujuan utama para wisatawan yang tak akan afdol liburannya jika belum mengunjungi tempat tersebut.


"Mungkin aku lebih senang tanah Lot karena tempat itu yang selalu aku lihat di berbagai brosur dan majalah ketika aku ingin mengunjungi pulau Bali." Ujar tuan Arkana sangat antusias menanggapi tawaran wanitanya.

__ADS_1


"Baiklah, kita bisa pesan taksi untuk ke sana. Bisa juga menggunakan mobil sewa yang disiapkan oleh pihak hotel untuk tamu yang ingin menuju ke tempat wisata." Ucap Widya bahagia.


"Widya, bukan tempat wisata yang menjadi daya tarik untukku saat ini, tapi kamu sayang." Gumam tuan Arkana membatin.


Dalam waktu satu jam perjalanan, keduanya sudah berada di pura tanah Lot yang merupakan persemedian para dewa.


Widya menceritakan hal ihwal tentang pura tanah Lot yang ia ketahui.


Tuan Arkana lebih senang menatap wajah cantik Widya dari pada menikmati daerah wisata tersebut.


Widya duduk di tepi pantai menunggu terbenamnya matahari. Rambutnya yang panjang diterpa angin pantai hingga memperlihatkan lehernya yang jenjang dan putih mulus.


Tuan Arkana hanya menghembuskan nafasnya dan mengalihkan perhatiannya pada matahari yang akan pamit dari bumi. Jiwa lelakinya tiba-tiba merasakan gejolak kuat karena godaan setan yang siap merayunya untuk menyentuh Widya.


Walaupun ia sangat mengagumi gadis ini, tapi cintanya dan rasa takutnya pada Allah yang mengendalikan hasrat birahinya.


"MasyaAllah, indah sekali ciptaanMu ya Robby, hingga hatiku sempat mati karena tergoda dengan lawan jenis." Tuan Arkana memuji kebesaran Tuhannya yang telah menciptakan keindahan saat matahari mulai perlahan tenggelam sempurna dalam perut bumi.


"Ya Allah, pria ini begitu taat kepadaMu. Aku tahu ia sedang mengagumi aku saat ini, tapi ia tidak ingin terjebak dalam permainan setan dalam pandangannya.


Ya Allah, ijinkan hamba untuk hidup berdua dengannya walaupun hamba banyak kekurangan. Insya Allah, bersamanya dan menjadikan dia imam sholat ku, mungkin aku lebih mantap dalam mengasah imanku kepadaMu." Pinta Widya dalam doanya saat menikmati matahari terbenam.


Karena sudah terdengar azan magrib, tuan Arkana mengajak Widya pulang untuk menunaikan sholat magrib.


"Semoga dalam perjalanan pulang, kita bisa menemukan mesjid atau musholla di sekitar daerah sini." Ucap tuan Arkana.

__ADS_1


Di sini pemukimannya banyak pemeluk agama Hindu, jadi mungkin kita bisa sholat di hotel saja." Timpal Widya.


__ADS_2