
Reynard melihat istrinya yang sedang bercermin sambil merapihkan penampilannya. Bahkan pakaiannya terlihat rapih seperti akan pergi keluar.
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Reynard.
"Mau shopping," ucap Raisa, tanpa mengalihkan arah pandangnya.
"Sama siapa perginya?"
"Sendiri saja, lagi pengen pergi sendiri," ucapnya.
"Baiklah, hati-hati yah." Reynard masih menatap istrinya.
"Iya," ucapnya singkat.
Raisa beranjak dari duduknya. Lalu dia mengambil tas slempang miliknya yang tergeletak di atas sofa. Dia segera pergi setelah berpamitan dengan suaminya.
Reynard sudah menawarkan diri untuk mengantar istrinya. Namun Raisa menolaknya dengan alasan ingin pergi sendiri. Kebetulan Raisa sudah memesan taxi online.
Reynard menatap istrinya dari depan rumah. Kebetulan saat ini Raisa sedang menunggu taxi online yang dia pesan di depan gerbang. Hanya lima menit dia berdiri di sana, kini taxi yang dia pesan sudah datang. Raisa segera masuk dan meminta supir taxi itu untuk mengantarkannya ke Mall.
Hanya dua puluh menit perjalanan, kini Raisa sudah sampai di depan Mall. Dia segera turun dari taxi setelah membayar.
Raisa melangkahkan kakinya memasuki Mall. Dia pergi ke toko pakaian untuk mencari pakaian yang sedang trend. Dia akan membeli beberapa pakaian untuknya dan untuk Bu Sinta.
Setelah selesai berbelanja, Raisa memilih untuk pergi ke salah satu cafe yang ada di Mall itu. Dia memesan minuman dingin karena dia merasa haus. Sesekali dia mengambil foto dengan kamera ponselnya.
Hanya lima belas menit dia duduk di cafe. Dia memutuskan untuk pulang karena hari hampir sore.
Saat pulang, Raisa menaiki taxi online. Namun taxi online yang dia naiki mogok di tengah perjalanan. Raisa terpaksa memesan taxi lain. Dia menunggu taxi yang dia pesan sambil berdiri di pinggir jalan.
Raisa melihat ada yang berjualan cilok di seberang jalan. Sudah lama sekali dia tidak pernah memakan jajanan pinggir jalan. Raisa menatap kanan kirinya, lalu dia menyebrang. Baru juga dia sampai di seberang jalan, ada motor yang melaju kencang dari arah belakangnya. Raisa ke serempet dan terjatuh ke jalan. Untung saja dia tidak terluka. Hanya kakinya saja yang keseleo. Beberapa orang yang melihat kejadian itu segera mendekati Raisa.
"Wah ternyata artis, Nona Raisa tidak apa-apa?" tanya seorang ibu-ibu.
"Saya tidak apa-apa kok, Bu."ucapnya.
"Syukurlah, mari duduk dulu Nona," ibu-ibu itu mengajak Raisa duduk di kursi dekat penjual cilok.
"Bu, boleh minta tolong pesankan cilok," ucap Raisa.
"Boleh, Nona. Mau harga berapa?"
"Sepuluh ribu saja," ucapnya.
Ibu-ibu itu memberikan bungkusan cilok kepada Raisa. Saat Raisa hendak mengambil uang di dompet, ternyata ibu itu mengatakan jika ciloknya sudah di bayarkan. Raisa mau mengganti uangnya namun Ibu itu menolaknya, dan malah meminta foto bersama Raisa.
°°°°
Reynard melihat istrinya baru pulang ke rumah. Namun Raisa sedikit kesusahan saat jalan.
"Sayang, kamu kenapa?" Reynard mendekati istrinya lalu membantu mengambil barang yang di pegang oleh istrinya.
"Tadi ke serempet motor," Raisa melanjutkan langkahnya. Dia duduk di sofa yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Tuh kan, harusnya jangan pergi sendiri. Tadi kalau sama aku pasti aman-aman saja," Reynard mendudukan dirinya di sebelah istrinya.
__ADS_1
Raisa tidak menghiraukan perkataan suaminya. Dia mengambil cilok miliknya yang ada di dalam plastik putih.
"Nih bukain!" Raisa memberikan cilok miliknya kepada suaminya.
"Astaga, ini makanan apaan?"
"Itu cilok, cepat ambilkan mangkuk sama sendok!"
"Siap tuan putri," Reynard beranjak dari duduknya lalu pergi ke dapur dengan membawa bungkusan cilok itu.
Reynard kembali menghampiri istrinya.
"Nih," Reynard menaruh mangkuk berisi cilok di atas meja.
Raisa langsung melahap cilok itu tanpa menawari suaminya.
"Aku tidak di kasih nih," Reynard menatap istrinya yang sedang mengunyah.
"Beli sendiri," ucap Raisa.
Reynard mengambil sendok yang sedang di pegang oleh istrinya. Lalu dia menaruhnya di dalam mangkuk.
Reynard memegang kedua tangan istrinya.
"Lihat aku!" Reynard menatap wajah cantik istrinya.
Raisa menatap Reynard yang juga sedang menatapnya.
"Ada apa?" tanya Raisa.
"Aku tidak kenapa-napa," ucap Raisa.
"Bicaralah! Aku tahu kok kalau kamu sengaja menghindariku," Reynard menunggu penjelasan dari istrinya.
"Kamu tidak tahu apa salahmu?"
"Tidak," ucap Reynard.
Raisa melepaskan tangannya dari pegangan suaminya.
"Apa kamu tidak mau memiliki anak dariku?" tanya Raisa.
"Apa maksudmu?" Reynard bertanya balik.
"Setiap kita melakukan hubungan, kamu tidak pernah menanamkan benihmu. Apa kamu memang tidak menginginkan aku sebagai ibu dari anak-anakmu?"
Reynard memijat pelipisnya, sambil memejamkan kedua matanya.
"Bukan begitu, aku sangat menginginkan anak darimu, tapi bukan sekarang."
"Lalu kapan?"
"Aku belum memikirkannya," kata Reynard.
"Sebenarnya kamu menikahi aku untuk apa?" Raisa terlihat kecewa dengan perkataan suaminya.
__ADS_1
Reynard melihat mata istrinya yang berkaca-kaca. Dia baru sadar jika istrinya terlihat sangat kecewa. Reynard menghapus air mata yang menetes di sudut mata istrinya, lalu dia memeluknya.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu," Reynard mengusap kepala belakang istrinya. Lalu dia mengecup keningnya sekilas.
"Lalu apa maksudmu?"
"Aku hanya belum siap untuk mempunyai anak," ucap Reynard.
Raisa melepaskan pelukan suaminya.
"Kalau belum siap punya anak, kenapa menikah?" tanya Raisa.
"Aku sayang sama kamu, itu alasanku menikahimu."
"Yang namanya menikah, itu untuk mempunyai keturunan. Semua istri di luaran sana juga pasti ingin mempunyai anak. Kita tidak bisa menentukan kapan anugerah itu hadir. Kita hanya bisa berdoa dan berusaha. Tidak semua pasangan baru menikah itu langsung hamil. Rezeki itu sudah ada yang mengatur, jadi kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki. Namun aku tidak akan memaksamu, jika memang kamu belum mau punya anak," Raisa tersenyum kecut sambil menatap suaminya.
"Aku permisi dulu mau ke kamar," Raisa mengambil barang belanjaannya, lalu dia melangkah pergi.
Reynard mengusap wajahnya kasar. Semua perkataan yang keluar dari mulutnya ternyata menyakiti hati istrinya. Dia semakin merasa bersalah.
Lebih baik aku tanya solusi ke Mamah saja," gumam Reynard.
Reynard pergi ke kamar untuk mengambil kunci mobilnya. Lalu dia pergi untuk menemui ibunya. Dia membiarkan istrinya untuk menenangkan diri dulu. Jadi dia tidak mau mengganggunya.
Reynard sudah berada di rumah Ibunya. Dia menceritakan semua permasalahannya kepada Ibunya. Tentu Bu Sinta sangat marah. Bu Sinta tidak menyangka jika anak lelakinya bisa mempunyai keinginan sepihak. Bu Sinta menasehati anaknya panjang lebar.
Setelah di nasehati oleh ibunya, pikiran Reynard jadi lebih terbuka. Dia sadar dengan semua yang dia lakukan dan katakan keada istrinya itu salah.
"Sekarang pulang, lalu minta maaflah kepada istrimu." ucap Bu Sinta, yang sedang duduk di hadapan anaknya.
"Iya, Mah. Terima kasih sudah mendengarkan curhatan Rey."
"Sama-sama, Nak. Awas saja yah kalau kamu berani menyakiti Raisa lagi. Mamah pasti tidak akan tinggal diam."
"Iya, Mah. Rey berjanji akan selalu membahagiakan Raisa," ucapnya.
Setelah berpamitan kepada ibunya, Reynard segera pulang.
Saat ini Reynard sudah pulang ke rumah. Dia mencari keberadaan istrinya. Ternyata istrinya ada di kamar. Dia menatap penampilan istrinya yang terlihat sexy. Reynard mendekati istrinya, lalu memeluknya dari belakang.
Raisa sempat bertelfonan dengan Bu Sinta. Bu Sinta mengatakan jika Reynard pulang dan bertanya solusi. Bu Sinta juga meminta Raisa agar mau memaafkan Reynard. Dan juga meminta Raisa untuk memakai pakaian sexy. Karena dia sudah menjamin, jika Reynard akan mengajaknya melakukan hubungan suami istri saat dia sampai di rumah.
"Kamu sexy sekali, sayang." Reynard membalikan tubuh istrinya sehingga kini saling berhadapan.
"Kalau aku sexy, mau apa?"
Reynard tidak menjawab, namun dia menggendong istrinya lalu membaringkannya di atas kasur. Dia mulai memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat istrinya tak bisa lagi menahan suara sexynya.
Untuk pertama kalinya, Reynard tidak membuang benihnya. Bahkan beberapa kali dia melakukan dan membiarkan benihnya memenuhi rahim istrinya.
"Terima kasih," ucap Raisa, saat per*cintaan mereka sudah selesai.
"Sama-sama, sayang." Reynard me*ngecup sekilas bibir istrinya. Lalu dia merebahkan diri di samping istrinya.
•••••
__ADS_1