
Reynard mengajak istrinya keluar kamar untuk makan malam. Karena Raisa pasti sudah sangat lapar sekali.
Saat keduanya sedang asyik makan, Bu Sinta datang bertamu. Raisa mengajak Bu Sinta untuk makan malam bersama. Namun Bu Sinta menolaknya, karena memang sudah kenyang.
Setelah selesai makan malam, mereka menghampiri Bu Sinta yang sedang duduk sendirian.
"Mah, Mamah mau menginap?" tanya Reynard.
"Iya nih, niatnya Mamah mau menginap disini. Apa itu tidak mengganggu kalian?"
"Tidak kok, Mamah bebas mau menginap disini kapan saja," ucap Raisa.
Bu Sinta tersenyum menatap menantunya, lalu dia berkata, "Bagaimana liburan kalian?" Bu Sinta menatap anak dan menantunya secara bergantian.
"Tidak ada liburan, Mah. Raisa meminta pulang saja karena takut jika Mas Rey di ambil orang," kata Raisa.
"Ih, kalian sweet sekali sih."
"Bukan karena itu, Mah. Tapi karena skandal jadinya kita pulang."
"Skandal apa?" tanya Bu Sinta.
Raisa mulai menjelaskan skandal antara Reynard dan Lee Anna. Bu Sinta yang medengar juga merasa geram. Untung saja Raisa langsung mengajak suaminya pulang. Jadi hal-hal yang mungkin akan terjadi bisa di hindari.
"Mamah senang karena kalian bisa terlepas dari permasalah itu. Lagian, kok tidak malu yah itu Lee Anna menjebak Reynard dengan berfoto, tapi dirinya tidak memakai pakaian," Bu Sinta tampak merasa heran.
"Namanya juga cinta, Mah. Apa pun Bisa saja di lakukan," ucap Raisa.
"Iya sih, tapi itu terlalu mempermalukan diri sendiri."
__ADS_1
Ketiganya masih asyik mengobrol, hingga dua jam ke depan. Lalu mereka menyudahi obrolan mereka saat merasa sudah mengantuk. Bu Sinta menatap kepergian anaknya yang akan ke kamar. Lalu dirinya ikut beranjak dari duduknya, dan pergi ke kamar tamu.
°°°
Pagi ini Raisa sudah rapih dengan penampilannya. Kebetulan dia dana Reynard masih libur untuk pergi ke perusahaan. Karena tidak ada jadwal apa pun untuk beberapa hari ke depan.
"Sayang, kamu mau kemana?" Reynard yang baru keluar dari kamar mandi, melihat penampilan istrinya yang terlihat rapih.
"Aku mau pergi nih sama Mamah," ucap Raisa.
"Memangnya kamu tidak lelah? Kok sudah pergi saja?"
"Lelah sih, tapi aku pergi karena mau pijat biar badan lebih enakan," ucap Raisa.
"Mending di pijat sama aku saja. Di jamin lebih enak, karena ada plus plusnya."
"Pasti enak, sayang."
Obrolan keduanya terhenti saat terdengar suara Bu Sinta yang memanggil Raisa.
Raisa berpamitan kepada suaminya. Lalu dia pergi bersama Bu Sinta.
Kini keduanya sudah sampai di tempat pijat SPA. Raisa berpamitan untuk pergi ke toilet, dia menyuruh Bu Sinta masuk duluan.
Raisa baru keluar dari toilet dan hendak menyusul Bu Sinta. Namun dia tak sengaja menabrak seseorang.
"Aduh, Maaf." Raisa mendongkakkan kepalanya, dan melihat mantan suaminya ada di depannya.
"Rai, aku mau bicara sama kamu," Aldo memegang tangan Raisa, namun Raisa menepisnya.
__ADS_1
"Tidak perlu! Saya kira di antara kita tidak ada urusan apa pun," ucap Raisa.
Raisa hendak melangkah pergi, namun langkahnga terhenti saat dia mendengar perkataan Aldo.
"Aku masih mencintaimu," ucap Aldo.
Raisa hanya tersenyum kecut. Selama pernikahan mereka dulu, Aldo sama sekali tidak pernah mengatakan cinta. Apalagi untuk berdekatan, Aldo terlihat enggan untuk menyentuh Raisa. Namun sekarang, Aldo tiba-tiba mengatakan cinta. Sungguh Raisa tak habis pikir dengan mantan suaminya itu.
"Sayangnya aku tidak cinta sama kamu," kata Raisa sambil menoleh ke belakang.
Terdengar langkah kaki mendekati mereka.
"Sayang, aku sudah nih," Siska bergelayut manja di lengan Aldo. Tadi dia dari toilet, dan meminta Aldo menunggunya di luar.
"Iya," ucap Aldo, namun arah pandangnya masih menatap Raisa.
Siska menatap ke arah pandang kekasihnya.
"Oh, jadi ada mantan istri disini, hus hus pergi deh! Mengganggu saja sih," Siska mengibas-ngibaskan tangannya.
"Tanpa di suruh juga saya akan pergi," Raisa kembali melangkah pergi dari sana.
"Sayang, kamu jangan lihatin dia terus dong. Ada aku nih disini," Siska menggesek-gesekan badannya kepada kekasihnya.
"Maaf, ayo kita pergi!" ajak Aldo.
Kini keduanya melangkah pergi dari sana.
°°°°
__ADS_1