
Raisa merasa tenang karena dia mengalami mual-mual hanya beberapa hari saja. Sekarang selera makannya juga semakin bertambah. Bahkan berat badannya juga naik.
Reynard sudah bersiap untuk pergi. Dia menatap istrinya yang sedang bercermin di depan kaca sambil menatap penampilannya.
"Sayang, ayo kita berangkat!" ajak Reynard.
"Iya, Mas." Raisa melangkah mendekati ranjang. Lalu dia mengambil tas slempang miliknya yang tergeletak disana.
Keduanya keluar dari kamar karena akan segera pergi ke kantor Star Entertainment.
Mereka berangkat dengan menaiki mobil yang di kendarai oleh Reynard. Tak lama, keduanya sampai di tempat tujuan.
Reynard dan Raisa jalan berdampingan memasuki gedung star entertainment. Mereka ada pertemuan dengan Pak Alex dan Asistennya, untuk membahas shooting sinetron yang akan mereka bintangi.
Pak Alex menyambut hangat kedatangan mereka. Reynard dan Raisa duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Sejak tadi Pak Alex menatap Raisa. Dia merasa jika Raisa agak gedean. Bahkan bagian-bagian tertentu juga terlihat menonjol.
"Rai, kamu kok gedean?"
"Iya, Pak. Berat badan saya juga nambah lima kilo," ucap Raisa.
"Apa?" Pak Alex kaget saat mendengar penuturan Raisa. "Kamu ini artis loh, kamu harus pintar jaga tubuh kamu," ucap Pak Alex.
"Iya, Pak." Raisa menunduk di hadapan Pak Alex.
__ADS_1
"Ingat, minggu depan kalian mulai shooting. Kamu harus rajin olahraga agar berat badannya turun. Kalau tidak turun juga, nanti saya carikan artis pengganti untuk menggantikanmu," ucap Pak Alex.
"Iya, Pak. Saya akan berusaha untuk menurunkam berat badan saya."
Hanya sebentar mereka mengobrol. Pak Alex memberikan naskah skenario yang harus mereka hafalkan.
Setelah urusan dengan Pak Alex selesai, kini Raisa dan Reynard keluar dari ruangan itu. Reynard melihat raut wajah istrinya sedikit berubah.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Reynard.
"Aku tidak apa-apa kok," ucapnya.
"Jangan dengarkan perkataan Pak Alex. Aku tahu kok kalau kamu pasti bisa langsing lagi," Reynard mencoba untuk menenangkan istrinya.
Raisa hanya tersenyum sambil menatap suaminya.
"Sayang, kita sudah sampai," ucap Reynard, sambil menatap istrinya.
"Iya," Raisa melepas sabuk pengaman, lalu dia segera turun dari mobil.
Reynard mengikuti istrinya yang sudah turun lebih dulu.
Raisa langsung masuk ke kamarnya.
Reynard melihat istrinya yang sedang duduk di pinggiran ranjang.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa?" Reynard mendekati istrinya, lalu dia duduk di sebelahnya.
"Aku tidak apa-apa kok," ucap Raisa.
'Apa dia marah karena aku mendiaminya beberapa hari ini,' batin Reynard.
Raisa beranjak dari duduknya, lalu pergi keluar lagi dari kamar. Dia sedang tidak ingin berbicara dengan suaminya.
Reynard menatap kepergian istrinya. Tak sengaja dia menatap tas milik istrinya yang tergeletak di atas kasur. Reynard membuka tas itu karena ingin mengecek ponsel istrinya. Namun pandangannya teralihkan saat dia melihat amplop putih di dalam tas.
Reynard membuka amplop itu. Dan begitu terkejutnya saat membaca hasil pemeriksaan kandungan.
'Jadi Raisa hamil, kenapa dia tidak bicara apa pun kepadaku?' batin Reynard.
Entah senang atau sedih, namun dua hal itu yang di alami oleh Reynard. Dia senang karena tahu jika istrinya hamil. Namun dia juga sedih saat tahu jika Raisa menutupi kehamilannya. Apalagi Raisa baru saja menandatangani kontrak kerja sama. Jika Pak Alex tahu kalau Raisa hamil, bisa saja kontrak kerja samanya di batalkan.
Reynard keluar dari kamar untuk menghampiri istrinya. Dia juga membawa amplop putih yang dia temukan di dalam tas istrinya.
Reynard melihat Raisa sedang duduk sendirian sambil menonton televisi di ruang keluarga.
"Jadi kamu hamil?" Reynard meletakan amplop putih yang sedang dia pegang ke atas meja depan istrinya duduk.
"Iya," Raisa menundukan pandangannya.
Reynard menghela nafasnya, lalu mendekati istrinya dan memeluknya.
__ADS_1
Raisa tidak mengerti dengan pelukan suaminya itu. Apakah suaminya bahagia, atau hanya berniat untuk menenangkannya saja.
••••