
Mobil yang di kendarai oleh Reynard sudah sampai di depan rumah. Kebetulan dia baru pulang dari lokasi shooting.
Reynard keluar dari mobilnya. Dia melangkah memasuki rumah. Reynard melihat Istrinya yang sedang mengobrol bersama Lee young min.
"Mas Rey sudah pulang? Jangan lupa janjinya," kata Raisa.
"Iya, sayang. Mas ingat kok," Reynard pergi ke kamar untuk menaruh tas kecil yang biasa dia bawa bepergian. Setelah itu dia ke dapur untuk memasak nasi goreng seperti yang di minta oleh istrinya.
Reynard mengambil bumbu dari saku celananya. Kebetulan itu bumbu racikan yang di kasih oleh salah satu kenalannya yang pintar memasak.
'Lebih baik aku pura-pura ngulek bumbu,' batin Reynard. Lalu memasukan bumbu yang belum terlalu lembut ke wadah berbentuk bulat seperti piring, namun terbuat dari batu. Reynard segera menguleknya.
Setelah mengulek bumbu, dia mengambil nasi dari dalam rice cooker. Kebetulan tadi Bi Surti habis memasak nasi.
Raisa mencium bau nasi goreng yang begitu harum dari arah dapur.
'Baunya enak sekali, masa sih Mas Rey bisa masak,' Raisa beranjak dari duduknya, lalu dia pergi ke dapur untuk melihat suaminya yang sedang memasak.
"Sudah matang belum?" tanya Raisa.
"Sebentar, sayang. Ini belum di kasih kecap."
"Baiklah, aku menunggu disana," ucapnya sambil menunjuk ke arah ruang makan.
__ADS_1
"Iya, sayang." ucapnya.
Raisa duduk di salah satu kursi yang ada di ruang makan. Dia menunggu suaminya selesai memasak.
Reynard memasukan nasi goreng buatannya ke dalam piring bulat. Lalu dia menaruh potongan timun dan tomat di pinggirnya.
'Semoga saja Raisa suka,' batin Reynard. Lalu dia membawa nasi itu dengan berhati-hati.
"Sayang, nih sudah matang," Reynard menaruh piring yang dia bawa ke meja depan istrinya.
Raisa menatap bentuk nasi goreng yang di buat bentuk love.
"Ini enak?" Raisa menatap suaminya yang sedang berdiri di dekatnya.
"Cobain dulu saja," pinta Reynard.
"Enak sekali, ini benar Mas Rey yang memasak?"
"Benar, sayang. Tadi kamu lihat sendiri loh kalau yang di dapur hanya aku sendiri."
Raisa menyantap nasi goreng itu dengan lahap. Reynard tersenyum karena setelah ini pasti istrinya akan memaafkan dia.
Reynard melihat istrinya yang sudah selesai makan.
__ADS_1
"Mas, enak sekali, aku suka," Raisa beranjak dari duduknya, lalu dia mencium pipi suaminya.
"Sayang, di bibir kamu masih ada minyaknya loh," Reynard mengelap pipinya yang terkena minyak, karena tadi bibir istrinya menempel disana.
"Hehe, maaf sayang." Raisa tersenyum sambil menatap suaminya.
Raisa menggandeng tangan suaminya. Dia mengajaknya pergi ke kamar.
"Mas, cepat mandi! Biar aku siapkan pakaian untuk kamu," ucap Raisa, sambil membuka lemari.
"Kamu kok mendadak baik? Tadi pagi cuek loh."
"Kan karena habis di buatin nasi goreng yang enak."
"Berarti kalau istri ngambek harus di sogok pakai makanan."
"Iya dong, besok-besok bikinin nasi goreng yang seperti tadi ya," pinta Raisa.
'Gawat nih, aku harus siap-siap meminta racikan bumbu lagi, biar nasi gorengnya seenak tadi,'' batin Reynard.
"Kenapa Mas Rey diam?" Raisa menatap suaminya yang tidak menimpali perkataannya.
"Eh iya, sayang. besok-besok aku akan memasak nasi goreng lagi untuk kamu."
__ADS_1
"Nah gitu dong, jadi tambah cinta nih," Raisa memeluk suaminya.
°°°°