
Sesuai rencana, malam ini di Apartemen yang di tempati oleh Lee young min akan di adakan pesta kecil-kecilan. Yang datang juga hanya beberapa orang saja. Reynard dan Raisa mengundang tiga orang rekan sesama artis. Sedangkan Lee young min mengundang Nadia.
Saat ini semuanya sudah berkumpul di Apartemen. Raisa menghidangkan makanan ringan yang dia bawa.
"Nah, karena kita sudah berkumpul, sekarang tinggal bersantai sambil mengobrol," kata Raisa.
Lee young min melihat macam-macam makanan ringan yang ada di depannya Namun disana tidak ada ninuman kesukaannya.
"Aku keluar sebentar, ya. Mau beli sesuatu dulu," ucap Lee young min berpamitan.
"Masa tuan rumahnya pergi sih?Memangnya mau kemana?" tanya Raisa.
"Mau beli minuman kesukaanku," jawabnya.
"Baiklah," ucap Raisa.
Setelah berpamitan, Lee young min segera pergi. Tujuannya saat ini hanya ke supermarket untuk membeli minuman yang biasa dia minum.
Lee young min sudah sampai di supermarket. Namun minuman yang dia cari tidak di jual di pasaran. Dia bertanya kepada salah satu pelayan di swalayan, dimana dia bisa menemukan tempat yang menjual minuman itu.
Akhirnya Lee young min pergi ke bar untuk membeli minuman penghangat tubuh yang biasa dia konsumsi.
Setelah membeli tiga botol vodka, Lee young min kembali pulang.
Saat ini Lee young min sudah sampai di depan Apartemen. Dia mengetuk pintu itu.
Tok tok
Kebetulan Raisa yang membukakan pintu.
__ADS_1
"Sudah datang? Beli apaan?" Raisa bertanya sambil menatap kantong plastik yang di bawa oleh Lee young min.
"Nih tadi beli ini," Lee young min memperlihatkan vodka yang dia beli.
"Astaga, kamu beli seperti ini? Nanti kalau Nadia tahu, dia bisa ilfil sama kamu," kata Raisa.
"Memangnya kenapa?"
"Karena di ajaran kami, minuman seperti ini haram," ucap Raisa.
"Tapi aku biasa meminum ini untuk menghangatkan tubuh," ucapnya.
"Lebih baik kamu sembunyikan dulu, jangan sampai Nadia melihatnya."
"Baiklah," Lee young min masuk ke Apartemen. Namun dia pergi ke kamar untuk menyembunyikan vodka yang dia bawa.
Lee young min kembali bergabung dengan mereka.
Setelah melihat semuanya sudah pulang, Lee young min pergi ke kamar untuk meminum wine yang sudah menjadi candunya.
Hanya beberapa menit saja dia sudah menghabiskan setengah botol. Tapi dia merasa kepalanya sedikit pusing.
'Kenapa ini? Biasanya kepalaku tidak pusing seperti ini,' batin Lee young min.
Mungkin perbedaan cuaca yang membuat Lee young min merasa pusing. Jika biasanya dia meminum saat cuaca dingin, namun saat ini cuaca terasa panas.
Nadia berhenti di pinggir jalan. Dia membuka tasnya dan hendak mengambil ponsel miliknya. Namun ternyata ponselnya tidak ada di dalam tas.
''Astaga, dimana ponselku? Apa mungkin tertinggal di apartemen Lee,' batin Nadia.
__ADS_1
Nadia memutuskan untuk putar balik. Dia akan kembali ke apartemen Lee young min untuk mengambil ponselnya.
Saat ini Nadia sudah sampai di parkiran depan Apartemen. Dia turun dari motor, lalu pergi menuju ke Apartemen yang di tempati oleh Lee young min.
Nadia sudah sampai di depan pintu. Dia mengetuk pintu itu. Tak lama, Lee young min membukakan pintu.
"Ada apa?" tanya Lee young min, sambil memegangi kepalanya yang sakit.
"Aku mau mengambil ponselku yang tertinggal," sejenak Nadia merasakan bau alkohol dari Lee young min.
"Ayo masuk!" ajaknya, lalu melangkah duluan.
Nadia mengikuti Lee young min masuk ke dalam. Dia buru-buru mencari ponselnya. Nadia melihat ponselnya tergeletak di atas sofa. Lalu dia mengambilnya. Namun saat hendak berbalik arah, dia bertabrakan dengan Lee young min yang ternyata sedang berdiri di dekatnya.
"Maaf, kalau begitu aku permisi," Nadia hendak melangkah pergi, namun Lee young min memegang tangannya.
Nadia menatap Lee young min yang sedang memperhatikannya.
"Ada ap ... " perkataan Nadia terputus saat mulutnya di bungkam oleh Lee young min dengan ciumannya.
Nadia meneteskan air matanya. Dia merasa di lecehkan. Ini pertama kalinya dia di sentuh seperti itu oleh seorang lelaki.
Plak
Nadia menampar pipi Lee young min, sehingga Lee young min melepaskan ciuman itu.
"Aku benci sama kamu," setelah mengatakan itu, Nadia berlari keluar dari Apartemen.
Lee young min memijat pelipisnya. Dengan setengah kesadarannya, dia menyesal telah melakukan itu kepada Nadia. Mungkin ke depannya akan lebih sulit lagi untuk mendekati wanita itu.
__ADS_1
•••••••