
Raisa ikut ke kantor Star Entertainment bersama suaminya. Dia di suruh datang oleh Pak Alex, karena harus menandatangani surat pembatalan kontrak kerja sama.
Keduanya sudah sampai di depan gedung Star Entertainment. Reynard mengajak istrinya untuk masuk ke gedung itu. Keduanya saling bergandengan tangan. Beberapa karyawan yang melihat mereka semakin kagum. Apalagi melihat badan Raisa yang lebih gedean. Mereka mengira jika Raisa selalu happy di samping suaminya.
Saat ini mereka sudah sampai di depan ruangan Pak Alex. Setelah mengetuk pintu, Reynard langsung membuka pintu yang tidak terkunci itu.
Pak Alex tersenyum sambil menatap kedatangan Reynard dan Raisa.
"Selamat datang, Rey, Rai. Silahkan duduk!" ucap Pak Alex, mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Terima kasih, Pak." ucap Raisa sambil tersenyum menatap Pak Alex.
"Reynard sudah mengatakan semuanya jika kamu sedang hamil. Selamat Rai, semoga lancar hingga persalinan," ucap Pak Alex.
"Terima kasih, Pak."
"Untuk kontrak kerja sama terpaksa harus dibatalkan. Karena tidak memungkinkan dengan kondisi kamu yang sedang hamil, memainkan peran di sinetron ini," ujar Pak Alex.
"Iya, Pak. Saya tidak masalah,"kata Raisa.
"Sekarang kamu tanda tangan disini!" Pak Alex membuka surat pembatalan kontrak, lalu memberikannnya kepada Raisa.
"Baiklah," tanpa pikir panjang Raisa menandatangani pembatalan kontrak itu.
"Sekarang saya mau mengenalkan pemeran penggantimu," ucap Pak Alex, lalu menatap pintu masuk.
Siska berjalan dengan anggunnya ke dalam ruangan itu. Raisa menoleh ke belakang dan melihat Siska sedang berjalan ke arahnya.
"Jadi dia pengganti saya?" Raisa bertanya kepada Pak Alex.
"Benar, Siska kandidat yang cocok untuk menjadi peran utama. Lagian di agensi ini belum ada artis baru lagi yang menarik," ucap Pak Alex.
Raisa memegang erat tangan suaminya. Reynard menatap ke samping, seolah tahu apa yang di khawatirkan oleh istrinya.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, aku tidak akan tergoda dengan wanita lain," Reynard mengusap pelan punggung tangan istrinya.
"Iya, aku percaya sama kamu," Raisa tersenyum menatap suaminya.
Hal yang membuat Raisa khawatir itu jika suaminya bisa saja terjerat cinta lokasi dengan Siska. Dia tidak mau pernikahannya yang kedua ini, hancur, berantakan seperti sebelumnya hanya karena wanita yang sama.
Pak Alex meminta Siska untuk menandatangani kontrak kerja sama untuk membintangi sinetron yang sama dengan Reynard.
Karena tidak ada hal lain lagi yang akan di bicarakan, Reynard dan Raisa berpamitan untuk pulang.
Tinggal Pak Alex dan Siska yang ada di ruangan itu.
"Terima kasih loh, Pak. Karena sudah mempercayakan saya menjadi tokoh utama di sinetron ini," ucap Siska.
"Tentu," Pak Alex mendekati Siska, lalu mengusap pahanya yang sedikit terekspos.
Siska tahu apa yang akan di lakukan oleh Pak Alex. Dia beranjak dari duduknya, lalu duduk di pangkuan Pak Alex.
"Tentu, tapi kali ini saya merindukan milik Pak Alex," Siska membuka ikat pinggang yang di kenakan oleh Pak Alex.
"Dasar wanita nakal, kita langsung ke kamar saja!" ucapnya, sambil menunjuk kamar pribadi yang ada di ruangan itu.
"Tentu, sepertinya Pak Alex tidak mendapat servis dari istrinya," kata Siska.
"Kamu pintar, sudah satu minggu ini istri saya pergi ke luar kota."
Pak Alex dan Siska segera pergi ke kamar pribadi yang ada di ruangan itu.
°°°°
Hari pertama Reynard shooting terlaksana dengan lancar. Di shooting pertama ini tidak ada kendala apa pun. Karena Reynard atau pun Siska sudah sama-sama pintar dalam berakting.
Raisa melihat suaminya yang baru pulang. Dia menghampirinya dan menyambut kedatangannya.
__ADS_1
"Mas, sudah pulang?" tanya Raisa.
"Sudah nih, ayo antar aku ke kamar!" ajak Reynard.
"Siap," Raisa menggandeng tangan suaminya. Lalu mereka pergi ke kamar.
Raisa duduk di pinggiran ranjang sambil menatap suaminya yang sedang melepaskan satu persatu kancing kemejanya.
"Mas, tadi Siska tidak macam-macam kan?" tanya Raisa.
"Tidak, sayang. Kamu tenang saja."
"Aku hanya takut jika kamu berpaling," ucap Raisa.
"Itu tidak akan pernah terjadi, karena aku sudah puas memilikimu. Apalagi badan kamu yang sedikit berisi membuat aku semakin cinta."
"Yakin nih makin cinta?"
"Iya, sayang." Reynard mendekati istrinya lalu langsung saja menyambar bibir tipisnya.
Raisa menepuk-nepuk punggung suaminya saat dia kehabisan pasokan udara.
"Mas, sudah!"
Reynard langsung menjauhkan dirinya dari istrinya.
"Kita lanjut nanti malam," kata Reynard.
"Aku sedang hamil muda loh."
"Yah, aku lupa." Reynard menghela napas beratnya. Dia baru ingat jika harus berpuasa panjang.
°°°
__ADS_1