
Saat ini Reynard dan Raisa sudah melakukan aktifitas mereka seperti biasanya. Setelah selesai shooting di Korea, Reynard hanya mengambil job iklan saja. Karena dia masih butuh waktu istirahat. Jika untuk tawaran film, mereka belum mau menerimanya dulu.
"Mas Rey, nanti aku turun di apotek dulu yah," ucap Raisa, yang kini berada di mobil. Mereka akan pergi ke perusahaan Star Entertainment.
"Siap," ucap Reynard, sambil fokus mengemudi.
Kini mobil itu berhenti di pinggir jalan. Lebih tepatnya di depan apotek.
"Mau di antar tidak?" tanya Reynard.
"Tidak usah," ucap Raisa.
"Memangnya mau beli apa sih?"
"Cuma beli vitamin kok," ucap Raisa.
Raisa turun dari mobil sendirian. Dia langsung pergi ke Apotek.
Saat sudah berada di dalam Apotek, Raisa membeli test pack. Dia sengaja tidak memberitahu Reynard, karena dia sendiri belum yakin jika dirinya sedang hamil. Namun dari beberapa waktu yang lalu, dia sering merasa mual saat pagi hari.
Raisa kembali masuk ke mobil.
"Mana vitaminnya?" tanya Reynard, karena dia melihat istrinya tidak membawa apa-apa.
"Sudah aku masukin ke tas," ucapnya.
Reynard tak lagi bertanya. Sekarang dia kembali mengendarai mobilnya menuju ke Star Entertainment.
Kini mobil yang di kendarai Reynard sudah sampai di star Entertainment. Keduanya segera turun dari mobil. Raisa berpamitan kepada suaminya jika dia akan pergi ke toilet.
Raisa buru-buru mengambil test pack miliknya yang dia simpan di dalam tas. Dia menarik napasnya dalam-dalam sambil memegang test pack itu.
Raisa menutupi test pack itu dengan tangannya. Perlahan-lahan dia membuka tangannya. Ternyata dia melihat garis dua disana. Raisa senang karena ternyata dia hamil. Namun untuk memastikannya, dia akan pergi ke dokter.
Raisa keluar dari toilet, dia akan pergi untuk menghampiri suaminya. Saat ini dia sudah berada di depan ruangan Pak Alex. Ternyata pintu itu tidak tertutup rapat. Dia hendak mengetuk pintu, namun tak jadi saat mendengar obrolan Pak Alex dan suaminya.
__ADS_1
"Bulan depan mungkin saya bisa ambil job itu. Selama istri saya belum hamil, kita masih bisa bebas," ucap Reynard.
"Syukurlah, nanti saya akan atur semuanya. Oh iya, dimana Raisa?" tanya Pak Alex.
"Tadi sih di toilet," ucapnya.
Raisa pergi dari sana, dia memilih untuk menenangkan diri.
Raisa duduk sendirian di taman belakang gedung itu. Dia masih memikirkan perkataan suaminya yang tadi dia dengar. Sepertinya suaminya belum menginginkan seorang anak.
'Jika kamu tahu aku hamil, apa kamu tidak akan kecewa, Mas.' batin Raisa.
Tring
Raisa mendengar ponsel miliknya berdering. Dia mengambil ponselnya yang ada di tas, lalu melihat siapa yang menelfon. Ternyata itu suaminya, dan dia langsung mengangkat panggilan telfon itu.
📞"Hallo," ucap Raisa.
📞"Sayang, kamu dimana sih? Masa di toilet saja lama sekali sih."
📞"Astaga, sudah di tungguin dari tadi loh," ucap Reynard.
📞"Baiklah, aku segera ke sana."
Raisa beranjak dari duduknya. Lalu dia pergi ke ruangan Pak Alex.
°°°
Bu Sinta sedang bertamu di rumah menantunya. Namun dia belum bertemu dengan Raisa sejak tadi. Karena Reynard mengatakan jika Raisa sedang tidur. Bu Sinta merasa tidak biasa saat tahu jika Raisa tidur siang. Karena setahu dia, Raisa itu jarang sekali tidur siang.
"Istrimu sudah lama Rey tidurnya?" tanya Bu Sinta kepada anaknya.
"Sudah, Mah. Sebentar lagi pasti bangun kok," ucap Reynard.
"Mamah boleh lihat ke kamar?"
__ADS_1
"Boleh sih, tapi jangan berisik. Nanti Raisa malah bangun," ucap Reynard.
"Baiklah," Bu Sinta beranjak dari duduknya. Lalu pergi ke kamar Raisa yang ada di lantai atas.
Saat ini Bu Sinta sudah berada di depan kamar anak dan menantunya. Lalu dia membuka pintu kamar yang kebetulan tidak terkunci.
Cklek
Bu Sinta melangkah masuk ke kamar. Dia mendengar suara orang sedang mual dari dalam kamar mandi. Bu Sinta menatap ranjang yang kosong. Dia melangkah mendekati kamar mandi. Namun dia tak sengaja melihat tas milik Raisa yang tergeletak di atas meja. Dan isi dari tas itu berserakan.
'Berantakan sekali, mending di beresin dulu deh,' gumam Bu Sinta, lalu memegang tas itu. Namun ada sesuatu yang tak sengaja jatuh ke lantai.
Bu Sinta menatap ke lantai, dan dia mengambil selembar kertas yang terjatuh ke lantai. Dia membuka kertas itu dan begitu terkejutnya saat melihat jika itu adalah hasil pemeriksaan Raisa yang menyatakan jika positif hamil.
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka. Bu Sinta mendekati Raisa yang baru keluar.
"Sayang, terima kasih ya," Bu Sinta memeluk Raisa.
"Untuk apa, Mah?"Raisa bingung karena tiba-tiba Bu Sinta memeluknya.
"Karena kamu sedang hamil."
"Bagaimana Mamah tahu?" tanya Raisa.
Bu Sinta memperlihatkan selembar kertas pemeriksaan yang tak sengaja dia temui di tas Raisa.
Raisa merasa senang karena sepertinya Bu Sinta menerima kehamilannya.
'Tinggal Mas Rey yang belum tahu. Aku butuh waktu untuk berbicara kepadanya,' batin Raisa.
Kini Bu Sinta dan Raisa sudah tidak berpelukan lagi. Raisa juga meminta agar Bu Sinta tidak memberi tahukan kehamilannya kepada Andika. Karena dia belum siap.
°°
__ADS_1