
Reynard yang sedang membuka kancing kemejanya, mendengar ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja berdering.
'Siapa sih pagi begini telfon?' batin Reynard.
Reynard mendekati meja itu, lalu mengambil ponsel miliknya. Ternyata itu panggilan masuk dari Pak Alex. Lalu dia mengangkat panggilan telfon itu.
📞"Bodoh! Apa yang kamu pikirkan sehingga ada gosip seperti itu?" ucap Pak Alex dengan suara meninggi.
Reynard menjauhkan ponselnya dari telinganya. Karena suara Pak Alex begitu nyaring.
📞"Itu sama sekali tidak seperti yang di gosipkan. Kemarin Siska terjatuh sehingga terduduk di pangkuan saya. Kami pergi itu bukan untuk berkencan, tapi cuma untuk saling mengobrol saja. Lagian kita itu teman akting, jadi wajar saja kalau terlihat dekat," jelas Reynard.
📞"Baiklah, siang ini datanglah ke perusahaan. Saya sudah siapkan konferensi pers untuk klarifikasi gosip yang beredar itu."
📞"Terima kasih, Pak. Nanti saya akan datang," ucap Reynard.
Kini ke duanya sudah selesai bertelfonan.
Pak Alex percaya begitu saja dengan penjelasan dari Reynard. Karena dia tahu jika Reynard dan Siska tidak mungkin seceroboh itu. Apalagi karier mereka sedang melejit.
Reynard kembali melanjutkan membuka kancing kemejanya. Setelah itu dia merebahkan diri di atas tempat tidur tanpa mengenakan pakaian atas. Reynard menatap langit-langit kamar. Dia memikirkan anaknya yang telah tiada. Jika saja anaknya masih hidup, pasti dia akan sangat berbahagia.
Lama-kelamaan Reynard tertidur di posisi itu.
••••••
Reynard sudah sampai di gedung start entertainment. Ternyata banyak sekali wartawan yang berdiri di depan gedung itu.
__ADS_1
Saat Reynard keluar dari mobil, para wartawan itu mendekat ke arahnya.
"Reynard, bolehkan saya meminya sedikit penjelasan. Seperti apa hubungan kamu dengan Siska?" tanya salah satu wartawan wanita.
"Sejak kapan kalian menjalin hubungan khusus?" sahut wartawan yang lain.
"Bagaimana perasaan Raisa saat tahu gosip kedekatanmu dengan Siska?"
Deretan pertanyaan terus di pertanyakan oleh beberapa wartawan.
"Permisi, maaf sebelumnya, Reynard belum bisa menjawab pertanyaan kalian satu persatu. Silahkan kalian pergi ke tempat konferensi pers yang sudah di sediakan," ucap Rio yang merupakan Asisten sekaligus manager Reynard.
Rio meminta para wartawan untuk memberikan jalan, karena Reynard akan lewat.
Reynard dan Rio sudah sampai di tempat konferensi pers. Ternyata Pak Alex maupun Siska sudah ada disana.
Pak Alex mulai membuka suara memberi sedikit sambutan untuk para rekan media yang sengaja di undang. Setelah itu meminta Reynard dan Siska untuk memberi penjelasan secara bergantian. Setelah memberikan penjelasan, barulah mereka memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mengajukan pertanyaan.
Setelah konferensi pers selesai, semuanya segera pergi meninggalkan tempat itu.
Siska mendekati Reynard yang hendak. membuka pintu mobilnya.
"Mau kemana?" tanya Siska
"Entahlah, mungkin mau jalan sebentar keliling kota," ucapnya.
"Mending ikut aku, tadi Bibi kirim pesan loh kalau habis masak yang enak-enak," kata Siska.
__ADS_1
"Benarkah?"
"Iya, tadi kirim pesan ke aku."
"Sepertinya masakan rumahan enak juga tuh."
"Ayo ikut!" ajak Siska.
"Ke rumah atau apartemen?"
"Ke Apartemenku," jawabnya.
Akhirnya Reynard ikut pergi dengan Siska. Namun mereka mengendarai mobil masing-masing.
Sesampainya di Apartemen, Siska hanya benar-benar mengajak Reynard makan. Sesekali mereka sambil bercerita.
"Aku tidak menyangka ternyata kamu masih punya sisi baiknya juga," ucap Reynard.
"Memangnya apa yang kamu pikirkan tentangku?"
"Aku kira kamu ini ya hanya wanita simpanan lelaki saja. Tidak ada sisi baiknya."
"Oh, jadi selama ini kamu menilaiku seperti itu. Sebenarnya sih semua karena uang. Aku melakukan itu karena butuh uang."
"Apa uang hasil shooting tidak cukup?" tanya Reynard.
"Ya, bisa di bilang pas-pasan. Biaya hidupku sangat mahal," ucapnya.
__ADS_1
Reynard merasa tidak heran saat tahu jika semua uang yang di dapat oleh Siska itu hasil menjadi simpanan lelaki. Karena sudah bisa di lihat dari semua barang branded yang di kenakannya, jika Siska itu selalu hidup mewah.
°°°°°°°°°