
Saat ini Reynard berada di depan apartemen yang di tempati oleh Siska. Dia memencet bel. Tak butuh waktu lama, Siska membuka pintu itu. Senyum terukir di sudut bibirnya saat melihat kedatangan Reynard.
“Hai, tumben sekali datang kesini. Atau mungkin mau menerima penawaranku saat itu?”
“Menurutmu?” ucap Reynard sambil tersenyum menatap Siska.
“Ah saya tersanjung,” ucap Siska.
Siska mengajak Reynard masuk ke dalam Apartemen.
“Apa kita bisa memulainya sekarang?” tanya Siska.
“Tunggu dulu! Kamu sangat tidak sabaran,” ucap Reynard.
“Aku sudah tidak sabar untuk merasakan keperkasaanmu,” Siska mengedipkan sebelah matanya.
“Sebentar dulu, aku mau sedikit bertanya. Saat bersama Aldo, kalian main dimana?”
“Di mana saja, kamar, ruang keluarga, bahkan meja makan,” jawab Siska.
“Apakah itu di rumah Aldo?”
“Tentu,” ucapnya.
“Memangnya dimana alamat rumahnya?” tanya Reynard.
“Jalan X nomor 19, jadi kapan kita mainnya?” Raisa sudah tidak sabar untuk ber*cinta dengan Reynard.
“Kamu ganti lingeria dulu biar tambah sexy,” kata Reynard, sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Baiklah, tunggu sebentar!” Siska beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar.
Dengan tidak adanya Siska disana, itu bisa menjadi kesempatan untuk Reynard agar dia bisa pergi dari sana.
‘Yes, akhirnya aku sudah tahu alamat Aldo. Lebih baik aku segera kesana,’ batin Reynard.
__ADS_1
Reynard memang sengaja menemui Siska untuk bertanya alamat rumah Aldo. Karena dia mengira jika bisa saja Aldo yang menculik Raisa. Namun dia tidak bisa langsung bertanya begitu saja. Karena Siska pasti tidak semudah itu mau mengatakan alamat rumah Aldo. Jadi Reynard harus sedikit berakting di depannya.
Siska keluar dari kamar dengan memakai lingeria merah maroon, namun dia tidak melihat keberadaan Reynard.
“Rey, kamu dimana?” teriak Siska, namun dia tidak mendengar sahutan. Akhirnya Siska mencari Reynard di semua ruangan yang ada di Apartemen itu. Namun Reynard tidak ada disana.
'Sial, ternyata Reynard menipuku,' batin Siska yang merasa telah di bohongi.
°°°
Reynard sudah sampai di depan rumah Aldo. Dia mengetuk pintu itu dan Aldo sendiri yang membukakan pintunya.
“Wah wah ada artis terkenal datang ke rumahku. Ada kepentingan apa nih?”
“Dimana kamu sembunyikan istriku?” Reynard langsung bertanya ke intinya.
“Istri? Bagaimana bisa mencari istri kesini? Memangnya kamu tidak bisa menjaga istrimu?”
“Jangan bikin emosi, cepat jawab!” pinta Reynard dengan sedikit berteriak.
Prok prok
“Cepat habisi laki-laki ini!” pinta Aldo.
“Baik, Tuan.” Ucap mereka, lalu mulai melayangkan pukulannya kepada Reynard.
Kebetulan Reynard jago bela diri. Dia langsung memukul ke dua body guard itu. Setelah berhasil melumpuhkan ke dua body guard itu, Reynard mendekati Aldo lalu memukulnya.
“Aww, lancang sekali memukul saya,” Aldo hendak membalas menyerang Reynard. Namun Reynard mendorongnya, sehingga Aldo terjatuh ke lantai..
Reynard langsung menerobos masuk ke rumah Aldo. Dia berteriak memanggil Raisa.
"Raisa, kamu dimana sayang?" teriak Reynard.
Raisa yang berada di dalam kamar, mendengar teriakan suaminya. Lalu dia mengetuk pintu dengan keras agar suaminya mendengarnya.
__ADS_1
Reynard mendengar suara berisik dari lantai atas. Lalu dia pergi untuk melihat ke sumber suara.
Ternyata suara itu berasal dari salah satu kamar.
Brak brak
"Mas Rey, Tolong!" teriak Raisa sambil mengetuk keras pintu kamar.
"Sayang, kamu disini?" Reynard mendekati pintu itu lalu mencoba untuk membukanya. Namun ternyata pintu itu terkunci.
Akhirnya Reynard mencoba untuk mendobraknya.
Brak
Reynard melihat istri tercintanya sedang berdiri di sana. Reynard langsung saja memeluknya.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Reynard.
"Aku tidak apa-apa, Mas. Aku ingin pulang, aku lapar." ucapnya.
"Kamu tidak di kasih makan disini?"
"Di kasih tapi hanya makan sedikit."
"Uluh uluh sayang, kasihan sekali Mamah dede bayi kelaparan," Reynard menggendong Raisa.
"Mas, tidak usah di gendong seperti ini," kata Raisa.
"Tidak apa-apa, sayang." ucap Reynard, lalu dia keluar dari kamar.
Saat menuruni tangga, dia membiarkan istrinya jalan sendiri, karena Raisa sendiri yang memintanya. Namun setelah sampai di lantai bawah, Reynard kembali menggendongnya hingga masuk ke mobil.
Reynard segera mengemudikan mobilnya menuju ke restoran terdekat.
Saat ini mereka sudah sampai di restoran. Dengan tidak sabar, Raisa memesan beberapa menu.
__ADS_1
Reynard mendegar ponsel miliknya berdering. Setelah dia lihat, ternyata itu panggilan masuk dari Ibunya. Ternyata Bu Sinta bertanya keberadaan anak dan menantunya. Reynard mengatakan semuanya, termasuk penculikan istrinya. Namun dia meminta agar ibunya tenang, karena saat ini Raisa sudah baik-baik saja.
°°°