Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang
Part.40


__ADS_3

Pagi ini Raisa sudah terlihat rapih. Dia melihat penampilannya di depan cermin.


Reynard baru keluar dari kamar mandi. Dia melihat istrinya yang sedang bercermin di depan meja rias.


"Sayang, kok tumben kamu pagi sekali sudah rapih? Memangnya mau kemana?" tanya Reynard.


"Rai mau ke bandara, Mas. Maaf, semalam mau bicara, tapi Mas Rey sudah tidur duluan," ucapnya.


"Ngapain ke bandara?"


"Mau menjemput Lee yong min," ucapnya.


"Apa? Ngapain dia datang kesini?"


"Mau menemui wanita idamannya."


"Sttt ... " Reynard memijat pelipisnya yang tak sakit.


'Secinta itu kah sama Raisa, sampai dia pergi ke indonesia,' batin Reynard.


"Biar pergi sendiri saja, kamu tidak usah sampai menjemputnya segala," ucap Reynard.


"Nanti kesasar loh, lagian ini pertama kalinya dia datang ke indonesia."


"Baiklah," Reynard hanya pasrah saja. Lagian jika dia melarang istrinya, pasti tetap saja pergi.


Sebenarnya Reynard ingin menemani istrinya. Namun karena hari ini pindah lokasi shooting, jadi dia harus pergi pagi-pagi.


Setelah selesai bersiap, Raisa berpamitan kepada suaminya. Lalu dia segera pergi.


Tak lama, Reynard juga sudah selesai bersiap. Dia keluar dari kamar. Reynard pergi ke ruang makan, namun dia tidak melihat keberadaan istrinya disana.


"Bi ... Bibi ... " Reynard berteriak memanggil Bi Surti.


"Iya, Tuan." terlihat Bi Surti menghampiri Reynard.


"Dimana Raisa?" tanya Reynard.


"Nona Raisa sudah pergi barusan," ucapnya.


"Memangnya sudah sarapan? Kok cepat sekali perginya?"

__ADS_1


"Belum, Tuan. Katanya mau sarapan di luar," ucapnya.


"Baiklah," Reynard terlihat lesu.


Reynard pergi ke ruang makan. Dia terpaksa makan sendirian walaupun sebenarnya tidak berselera.


°°°°


Raisa sudah sampai di bandara. Dia melihat pria bertopi hitam dan memakai masker hitam yang sedang melangkah mendekatinya.


'Lee young min kemana sih,' gumam Raisa, karena tadi Lee young min berkata jika dia sudah sampai di bandara.


"Hai cantik," terlihat Lee young min yang kini sudah berdiri di depan Raisa.


"Kamu Lee young min?"


Lee young min langsung membuka masker yang menutupi wajahnya.


"Iya, ini aku." ucapnya.


"Wah akhirnya kita bertemu juga. Ayo pergi! Sekarang kita cari restoran dulu cari makan. Aku belum sarapan nih. Nanti kamu menginap di rumahku saja," pintanya.


"Baiklah, lumayan biar hemat pengeluaran."


Mereka memilih untuk singgah di restoran terdekat.


Terlihat Raisa yang sedang melihat daftar menu. Namun dia merasa sedikit risih karena pengunjung sekitarnya terus menatapnya.


"Kalian lihatin apa sih?" Raisa bertanya kepada salah satu wanita muda yang sedang menatap ke arahnya.


"Maaf Kak Raisa, tapi itu lelaki yang bersama Kak Raisa mirip seperti artis korea idola saya. Namanya Lee young min," ucapnya.


"Kok kamu tahu nama saya?"


"Tahu dong, Kak Raisa ini artis terkenal di kota ini."


Lee young min membuka topi hitam yang sedang di pakai. Karena dia merasa gerah.


"Wah ternyata Lee young min," ucap wanita itu yang terlihat girang.


Wanita itu berdiri lalu berteriak ke sekelilingnya. "Guys ... Ada artis korea, tuh." ucapnya sambil menunjuk Lee young min.

__ADS_1


Mereka beranjak dari duduknya, lalu mendekati Lee young min.


"Wah tampan sekali," ucap salah satu pengunjung.


"Wah ternyata benar artis korea," sahut yang lainnya.


"Kak Lee young min sama Kak Raisa cocok loh. Kenapa tidak pacaran saja?" tanya salah satu dari mereka.


"Saya sudah menikah loh," ucapnya.


"Yah, saya hampir lupa."


"Lebih baik sekarang kalian pergi. Kami mau makan dulu, kasihan anak saya di perut sudah kelaparan," ucap Raisa, mengusir mereka.


"Tapi kami ingin berfoto," ucap salah satu dari mereka.


"Tenang saja, nanti setelah kami selesai makan. Kalian boleh antri di parkiran depan untuk foto bareng."


Semuanya setuju dengan perkataan Raisa. Lalu mereka kembali ke tempat duduk masing-masing.


Raisa dan Lee young min memesan makanan. Raisa meminta jika makanannya harus di dahulukan karena dia sudah sangat lapar.


"Lee, kamu yakin naksir sama wanita itu. Dia muslim loh, sama sepertiku. Hanya saja dia terlihat seperti muslim yang taat, karena memakai hijab."


"Entahlah, saat lihat foto dia bersama kamu, aku kagum dan teduh sekali melihat wajahnya."


"Kamu mau pindah agama?" tanya Raisa.


"Memangnya harus aku yang pindah agama, bukan dia saja?"


"Coba saja nanti kalau kalian sudah akrab, kamu tanya, dia mau atau tidak jika pindah agama? Tapi aku rasa dia tidak mau." ucapnya.


"Kenapa sudah berpendapat seperti itu? Aku belum coba bertanya loh."


"Lihat saja nanti."


Obrolan ke duanya terhenti saat dua orang waiters datang membawa pesanan mereka.


"Terima kasih, Kak." ucap Raisa kepada waiters itu.


"Sama-sama," jawabnya, sambil tersenyum menatap Raisa.

__ADS_1


Raisa dan Lee young min langsung saja melahap makanan yang sudah terhidang di atas meja.


°°°°°


__ADS_2