Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang
Part.32


__ADS_3

Reynard menatap istrinya yang hanya diam saja seperti mempunyai beban pikiran.


"Sayang, kamu kenapa?"


"Aku tidak apa-apa kok," Raisa tersenyum kecil sambil menatap suaminya.


"Maaf ya, beberapa hari ini aku bersikap cuek. Aku kesal karena kamu tidak mau di ajak berhubungan."


"Aku hanya takut, karena jika berhubungan bisa mempengaruhi kandunganku," ucap Raisa.


"Kenapa kamu tidak bicara saja jika kamu hamil?"


"Aku takut jika Mas Rey tidak menerima anak ini."


Reynard memang sempat bicara jika dia belum mau mempunyai anak. Namun dia berpikir lagi, setiap pasangan yang sudah menikah pasti akan di karuniai seorang anak. Jika dia menolak anak itu, sama saja dia menolak rezeki.


"Aku menerimanya kok," Reynard tersenyum menatap istrinya. Lalu dia memeluk Raisa sambil mengusap punggungnya.


Raisa tersenyum bahagia karena ternyata suaminya mau menerima anak yang ada di dalam kandungannya.


"Terima kasih," ucap Raisa.


"Iya, sayang." jawab Reynard.


Raisa dan Reynard sudah tidak berpelukan. Keduanya saling tatap sambil tersenyum. Raisa mengutarakan hal yang mengganjal di pikirannya.


"Mas, bagaimana dengan shooting film itu? Bagaimana jika Pak Alex mencari penggantiku?" tanya Raisa.


Raisa tahu jika suaminya begitu menginginkan untuk membintangi sinetron itu. Itulah alasannya mengapa Raisa menandatangani kontrak kerja sama yang di tawarkan Pak Alex, padahal dia tahu jika dia sedang hamil.


"Kamu tenang saja, aku akan mencoba membicarakan ini kepada Pak Alex," Reynard memegang kedua tangan istrinya. Lalu dia mencium punggung tangan halus dan wangi itu.


"Iya, Mas." Raisa tersenyum menatap suaminya.


Raisa sudah merasa tenang, karena dia sudah mengutarakan semua isi pikirannya kepada suaminya.


Bu Sinta yang baru datang, melihat anak dan menantunya saling pandang. Mereka terlihat seperti pasangan yang masih berpacaran. Saling pandang sambil tersenyum.


"Ekhem, ada apa nih? Sepertinya lagi pada bahagia?" tanya Bu Sinta kepada anak dan menantunya.


Raisa menatap Bu Sinta yang sedang berdiri sambil memperhatikannya.

__ADS_1


"Tidak kok, Mah." Raisa tersenyum kecil sambil menatap Bu Sinta.


"Ini loh Mah, Raisa hamil," ucap Reynard.


Reynard melihat raut wajah ibunya terlihat biasa saja. sama sekali tidak terlihat jika sedang terkejut atau bahagia.


"Kok ekspresi Mamah biasa saja sih? Memangnya Mamah tidak senang mau dapat cucu?" tanya Reynard.


"Mamah bahagia kok, lagian Mamah sudah tahu kalau Raisa hamil."


"Tahu sejak kapan?" tanya Reynard.


"Yang pasti sebelum kamu tahu, Mamah sudah tahu duluan."


"Jadi aku di nomor duakan nih," Reynard melipat kedua tangannya di dadanya. Dia pura-pura merajuk di depan istri dan ibunya.


"Salahmu sendiri loh, Mas. Katanya tidak ingin punya anak dulu, ya jadinya aku juga diam tidak bicara apa-apa," ucap Raisa kepada suaminya.


"Iya deh, ini karena salahku," setelah mengatakan itu, Reynard kembali diam.


Bu Sinta mengajak Raisa mengobrol seputar kehamilan. Sedangkan Reynard hanya diam menatap interaksi antara keduanya.


Reynard sudah mengatakan kepada Pak Alex jia saat ini Raisa sedang hamil. Pak Alex berencana untuk nengganti Raisa dengan artis lain. Tanpa meminta Raisa untuk mengganti konpensasi apa pun.


Reynard sudah menduga ini akan terjadi. Namun dia bingung mau bicara apa kepada istrinya. Pasti istrinya akan merasa cemburu saat melihat suaminya beradu akting dengan wanita lain.


Raisa mendengar suara mobil suaminya berhenti si depan rumah. Lalu dia kelur dari rumah untuk menghampiri suaminya.


"Mas, baru pulang?" Raisa mendekati suaminya yang sedang menutup pintu mobil.


"Iya nih, ayo kita masuk!" Reynard merengkuh pinggang istrinya. Lalu mereka masuk ke dalam rumah.


Raisa mengajak suaminya untuk duduk sejenak di ruang keluarga.


"Mas, bagaimana respon Pak Alex?" tanya Raisa.


"Pak Alex ingin mencari penggantimu," ucap Reynard.


"Sudah aku duga," gumam Raisa, namun masih terdengar oleh suaminya.


"Kamu marah?" tanya Reynard.

__ADS_1


"Biasa saja," ucap Raisa.


"Yakin nih kalau lihat aku akting sama wanita lain, kamu tidak cemburu?"


"Ya, sedikit," ucap Raisa.


Reynard mengusap gemas pucuk kepala istrinya. Dia tahu jika istrinya cemburu, namun istrinya gengsi untuk mengatakannya.


"Aku tidak akan main perasaan kok sama pasangan aktingku nanti," kata Reynard.


"Bagus dong, awas saja yah kalau macam-macam."


"Aku setia kok, tidak mungkin kalau macam-macam."


"Aku pegang omonganmu, Mas." ucap Raisa.


Setelah selesai mengobrol, mereka berdua pergi ke kamar. Raisa mengantar suaminya dan menyiapkan pakaian gantinya.


Reynard melihat istrinya yang sedang duduk sambil menatap ke arahnya. Raisa terus menunggu, hingga sampai suaminya selesai membersihkan diri.


Tring


Raisa melihat ponsel suaminya berbunyi menandakan ada pesan masuk.


"Sayang, siapa yang yang kirim pesan?" tanya Reynard yang saat ini sedang memakai pakaian.


"Aku malas lihat, nih lihat sendiri!" Raisa mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, lalu dia berikan kepada suaminya.


Reynard mengambil ponsel miliknya. Lalu dia membuka pesan yang di kirimkan oleh Pak Alex. Ternyata Pak Alex memberitahukan jika sudah menemukan pemeran wanita pengganti Raisa. Ternyata wanita itu adalah Siska. Reynard sedikit malas karena tahu jika Siska akan menjadi pasangannya di sinetron yang sama.


Raisa menatap suaminya yang sedang fokus membaca pesan.


"Mas, Pak Alex kirim pesan apa?" tanya Raisa.


"Pesan biasa saja kok, besok Mas suruh pergi ke kantor."


"Oh, bukan pesan penting yah?"


"Bukan kok, ini tidak penting," ucapnya.


Reynard sengaja tidak memberitahu isi pesan yang di kirimkan oleh Pak Alex. Itu semua demi mood istrinya. Reynard tidak ingin jika Raisa terbebani, saat tahu jika Siska yang akan menjadi pasangannya di sinetron nanti.

__ADS_1


__ADS_2