
Keberadaan Lee young min di rumah itu mebuat Reynard merasa terganggu. Dia tidak suka melihat Lee young min yang begitu perhatian kepada Raisa.
Reynard melihat Lee young min bersama Raisa yang hendak memasuki kamar.
"Mau apa kalian?" tanya Reynard dengan ekspresi kurang suka.
"Mau tidur," ucap Lee young min.
Sebenarnya Lee young min hendak mengantarkan Raisa ke kamar. Karena Bu Sinta sudah menitipkan Raisa kepadanya selama Bu Sinta pergi.
"Biar aku saja yang menemani Raisa tidur," Reynard menggeser Lee young min sehingga tidak berada di sebelah Raisa.
Lee young min mengeryitkan keningnya. Menemani tidur? Apakah Reynard mengira jika dirinya akan menemani Raisa tidur? Bagaimana dia bisa berpikiran seperti itu? Jelas-jelas jika Raisa itu istrinya sendiri. Ngapain berpikiran yang tidak-tidak?
Semua itu memenuhi pikiran Lee young min. Tapi Lee young min tidak mau ambil pusing. Dia memilih untuk pergi dari sana. Dia akan ke kamar tamu untuk beristirahat disana.
Reynard memapah Raisa hingga naik ke atas tempat tidur. Lalu dia pindah ke sofa untuk tidur disana.
Diam-diam Raisa tersenyum. Mungkin dengan adanya Reynard di sampingnya membuatnya sedikit lebih baik. Lalu Raisa mulai memejamkan matanya.
°°°°°°°
Pagi ini Reynard bangun lebih awal dari biasanya. Dia merasa pegal-pegal karena semalaman tidur di sofa. Reynard melirik sekilas istrinya yang sedang tidur. Lalu dia pergi keluar dari kamar itu. Dia akan pindah ke kamar tamu.
Reynard melewati kamar yang di tempati oleh Lee young min.Terdengar ada suara orang mengaji dari dalam. Kebetulan pintu kamar itu tidak tertutup rapat. Reynard sedikit mengintip, dia melihat Lee young min yang sedang mengaji dengan suara yang sangat merdu.
Reynard kembali melanjutkan langkahnya.
Setelah selesai mengaji, Lee young min pergi ke dapur untuk menghampiri Bi Surti. Kebetulan Bi Surti sedang memasak.
"Bi, menu makan untuk Raisa sudah siap?"
__ADS_1
"Sudah Tuan, baru saja matang," ucapnya.
"Baiklah, nanti aku panggil Raisa dulu," Lee young min pergi dari hadapan Bi Surti.
Kini Lee young min sudah masuk ke kamar Raisa. Ternyata Raisa masih tidur. Lee young min menggeser horden yang ada di kamar itu. Terlihat terang karena cahaya dari luar. Raisa mengerjapkan ke dua matanya saat wajahnya terkena pantulan cahaya.
"Rai, cepat bangun! Jangan di biasakan bangun siang," ucap Lee young min.
"Ini jam berapa?" tanya Raisa.
"Jam enam pagi," jawabnya. Lalu Lee young min kembali berucap. "oh iya, kamu mandi dulu. Nanti ke ruang makan, kita sarapan sama-sama."
Namun Raisa tampak diam, dia tidak menimpali perkataan Lee young min.
"Rai, kamu dengar tidak?" tanya Lee young min.
"Kamu bicara apa?" tanya Raisa dengan ekspresi datar.
Setelah kepergian Lee young min, terlihat Raisa yang masih duduk di pinggiran ranjang. Dia tampak termenung, pikirannya entah kemana.
Lee young min sudah menunggu Raisa selama satu jam, namun ternyata belum juga keluar dari kamar.
'*Rai*sa lagi ngapain sih? Kok lama sekali,' batin Lee young min.
Lee young min memutuskan untuk pergi ke kamar Raisa. Dia melihat Raisa yang sedang duduk dan masih menggunakan pakaian yang sama.
"Astaga, aku lapar sekali. Kamu malah masih melamun," gumam Lee young min sambil menatap Raisa.
Lee young min akan memanggil Bi Surti dan memintanya untuk membantu memandikan Raisa. Namun ternyata Bi Surti tidak ada di rumah. Mungkin saja sedang belanja di luar. Lee young min memberanikan diri untuk meminta tolong kepada Reynard.
Saat ini dia berdiri di depan kamar tamu yang di tempati oleh Reynard, lalu mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok tok
Tak lama, Reynard keluar dengan kondisi yang masih acak-acakan.
"Ada apa sih?"
"Tolong bantuin Raisa mandi. Tadi aku mau meminta tolong kepada Bibi, tapi Bibi sudah tidak ada," ucapnya.
"Mandi saja sendiri," kata Reynard.
"Baiklah, biar aku yang memandikan," Lee young min langsung pergi dari hadapan Reynard.
Padahal dia hanya bercanda bicara seperti itu. Karena dia ingin tahu Reynard cemburu atau tidak.
"Tunggu!" Reynard menghentikan langkah Lee young min yang hendak masuk ke kamar Raisa.
"Ada apa?" tanya Lee young min, sambil menatap ke belakang.
"Biar aku yang memandikan Raisa," ucap Reynard.
Lee young min sedikit menarik sudut bibirnya. Lalu dia pergi dari sana dan memilih untuk sarapan duluan. Karena dia sangat lapar.
Reynard mendekati Raisa yang sedang duduk sendirian.
"Rai, ayo mandi!" ajak Reynard. Namun Raisa masih diam saja.
Akhirnya Reynard menuntun istrinya ke kamar mandi. Dia membantu melepaskan pakaian yang di pakai oleh istrinya. Reynard merasa sedikit berhasrat saat melihat tubuh polos istrinya.
'Stt, sudah lama aku tidak merasakan itu, kenapa terlihat sangat menggairahkan sekali' batin Reynard sambil menatap istrinya.
°°°°°°°°•
__ADS_1