Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang
Part.36


__ADS_3

Raisa melihat suaminya yang baru pulang. Dia menyambut kedatangannya.


"Mas, kok tumben baru pulang?" tanya Raisa sambil menggandeng tangan suaminya.


"Iya, sayang. Shooting hari ini sedikit ada kendala, Mas tidak fokus."


"Kok bisa?"


"Mas terus memikirkan kamu. Tadi pagi kamu tidak enak badan, jadi Mas khawatir."


"Aku sudah sembuh kok, Mas. Kamu jangan terlalu khawatir. Fokus saja cari uang untuk menghidupi anak istrimu," ucap Raisa.


"Siap, sayangku." Reynard mencubit hidung istrinya, lalu dia langsung melangkah cepat pergi dari sana.


"Mas ... "Raisa berteriak memanggil suaminya yang sudah pergi.


Raisa menyusul suaminya yang saat ini sudah ada di kamar. Namun dia tidak ikut berlari, karena kondisinya sekarang yang sedang hamil membuatnya harus lebih berhati-hati.


Reynard sengaja bersembunyi di dekat pintu agar saat istrinya masuk, tidak melihat keberadaannya.


"Mas Rey," Raisa membuka pintu kamarnya. Dia menatap ke segala arah, namun tidak melihat keberadaan suaminya.


'Dimana Mas Rey? Apa mungkin di kamar mandi,' batin Raisa. Lalu dia mengecek kamar mandi, namun suaminya tidak ada disana.


Raisa menutup kembali pintu kamar mandi. Dia hendak berbalik arah, namun tiba-tiba ada tangan yang melingkar di perutnya.

__ADS_1


"Sayang, kamu lagi cari siapa?"


Raisa menoleh ke belakang. Dia pura-pura merajuk di depan suaminya.


"Kenapa itu bibir manyun seperti itu?" Reynard kembali bertanya kepada istrinya.


"Tidak, ih Mas Rey ngeselin deh. Mas ngumpet dimana sih?" Raisa mencoba untuk melepaskan pelukan suaminya.


"Rahasia dong," ucap Reynard.


"Oh, jadi sekarang main rahasia-rahasiaan? Baiklah nanti kalau Lee young min sudah sampai kesini, aku ajak dia jalan-jalan, dan Mas Rey tidak aku ajak."


"Lee young min? Mau apa dia kesini?"


"Mau bertemu dengan pujaan hatinya dong, sudahlah aku mau istirahat saja," Raisa melangkah pergi dari hadapan suaminya.


Reynard melihat istrinya keluar dari kamar itu. Dia membiarkan istrinya pergi. Sedangkan dia akan membersihkan diri dan berganti pakaian.


Raisa melihat suaminya yang sudah keluar dari kamar. Reynard hanya memakai pakaian santai.


"Mas, aku mau bakso. Tolong dong belikan," pinta Raisa.


"Go food saja ya, Mas baru saja mandi nih. Masa pergi keluar sih."


"Tidak mau, maunya Mas Rey yang membeli secara langsung. Rai mau bakso pengkolan yah. Nanti kalau sudah sampai disana jangan lupa berfoto, lalu fotonya di kirimkan Ke Rai. Biar ada buktinya jika Mas Rey benar-benar membeli secara langsung," ujar Raisa.

__ADS_1


"Baiklah, kamu tunggu saja, sayang." setelah mengatakan itu Reynard pergi ke kamar untuk mengambil kunci mobil dan ponsel miliknya.


Reynard berpamitan pergi kepada istrinya. Raisa menatap kepergian suaminya sambil tersenyum senang. Sebenarnya dia tidak ingin membeli bakso pengkolan, itu hanya alasannya saja untuk mengerjai suaminya.


🍀🍀🍀


Keesokan harinya, Raisa begitu merindukan suaminya. Menjelang jam istirahat, Raisa berniat untuk pergi ke lokasi shooting suaminya. Kebetulan Dia sudah memesan taxi online. Raisa menunggu taxi itu di depan gerbang rumahnya. Tak lama, ada sebuah mobil hitam berhenti di depannya. Namun yang keluar dari dalam dua orang preman. Raisa langsung di bawa oleh mereka.


Raisa berusaha memberontak saat tangannya di pegang erat oleh ke dua preman itu.


"Lepasin! Saya mau pergi," ucap Raisa.


"Diam!" ucap salah satu preman dengan suara sedikit meninggi.


Mendengar suara preman itu, Raisa sedikit takut. Dia memilih diam sambil memikirkan cara untuk lolos dari mereka.


Saat ini mobil hitam itu sudah sampai di depan rumah yang terlihat sangat mewah. Kedua preman itu mengajak Raisa untuk turun. Hingga kini mereka sudah membawa Raisa ke dalam rumah itu. Mereka menyekap Raisa di salah satu kamar yang cukup luas.


'Sebenarnya siapa yang menyuruh ke dua preman itu untuk menculikku?' batin Raisa.


Ke dua preman itu sudah keluar dari kamar. Mereka menghadap bosnya yang sedang duduk bersantai di ruangan lain.


"Bos, kami sudah menyekap wanita itu." ucap salah satu dari mereka.


"Bagus, saya suka kerja kalian. Sekarang berjaga di depan rumah. Pastikan agar wanita itu tidak kabur," ucapnya.

__ADS_1


"Baik, Bos. Akan kami laksanakan," ucap ke duanya, lalu mereka segera pergi.


°°°°


__ADS_2