Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang
Part.61


__ADS_3

Bu Sinta sudah tak mengurusi anaknya lagi. Dia fokus mengurus Raisa yang keadaannya masih sama.


Tok tok


Bu Sinta yang sedang menyuapi Raisa, mendengar ketukan pintu dari luar rumah.


Cklek


Ternyata yang datang Lee young min. Sejenak Bu Sinta terpesona dengan ketampanan Lee young min. Apalagi dengan menggunakan baju koko, menambah daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya.


"Assalamu'alaikum, Tante." ucapnya sambil tersenyum ramah.


"Waalaikum'salam, Nak. Wah kamu tampan sekali, ayo masuk!" ajaknya.


"Terima kasih, Tante." Lee young min melangkah masuk mengikuti Bu Sinta yang sudah melangkah duluan.


Lee young min melihat Raisa yang sedang duduk sendirian di ruang keluarga.


"Rai, aku pulang nih. Kamu tidak mau menyambutku?" Lee young min duduk di hadapan Raisa. Namun Raisa tidak menyahut perkataannya.


"Ya, beginilah keadaannya, Lee. Dia lebih suka diam. Bahkan kalau kita ajak bicara juga dia tidak menjawab."


"Aku takut loh kalau Raisa semakin parah. Apa Tante sudah membawanya ke Dokter?" tanya Lee young min.


"Sudah, tapi tidak ada perkembangan juga. Sedangkan Reynard sama sekali tidak mau di samping Raisa. Padahal jika dia memberikan perhatian, mungkin kondisi Raisa bisa lebih baik dari ini,” ucap Bu Sinta.


“Jika bulan depan Raisa belum ada perubahan, coba ibu bawa saja berobat di korea. Nanti kalian bisa tinggal di rumahku. Jika Raisa harus di rawat di rumah sakit jiwa, aku rasa tidak masalah jika di korea. Tidak akan ada yang mengenali Raisa. Sedangkan disini pasti media akan tahu jika Raisa seperti ini,” ujar Lee young min memberikan saran.


“Terima kasih, Lee. Tapi semoga saja Raisa cepat membaik.”

__ADS_1


“Amin, Tan.”


“Tante lihat-lihat, kamu semakin tampan saja. Terlihat sholeh, tutur katanya sopan,” ucap Bu Sinta memuji.


“Tante bisa saja, lagian aku sedang belajar menjadi pribadi lebih baik lagi.”


“Pasti cewek-cewek pesantren ada yang naksir nih,” ucapnya karena penasaran.


“Sebenarnya sih kalau cowok sama cewek itu di pisah. Hanya saja ada sih yang nitip salam untukku, ada juga salah satu ustad yang menawarkan anaknya untukku. Padahal anaknya itu ustadzah muda yang ada di pesantren. Tapi aku tidak mau karena sudah ada Nadia,” ujar Lee young min sambil senyum-senyum sendiri membayangkan wajah Nadia.


“Tante salut sama kamu, kamu tipe lelaki setia. Oh iya, apa kamu akan mengunjungi Nadia?”


“Insya’allah, besok.”


“Kamu mau menginap disini sampai kapan?”


“Hanya tiga hari, itu juga karena aku minta ijin dengan alasan Kakak sedang sakit.”


"Iya, yang aku maksud Kakak itu ya Raisa.”


“Oh, Raisa. Kirain Kakak siapa.”


Tring tring


Bu Sinta mendengar ponsel miliknya berdering. Lalu Bu Sinta mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Ternyata itu panggilan masuk dari orang kepercayaannya.


Setelah menerima telfon, Bu Sinta menatap Lee young min.


“Lee, Tante titip Raisa ya. Tante mau pergi sepertinya pulang besok. Ada kerjaan mendesak sekali yang harus Tante urus,” ucapnya.

__ADS_1


“Yah, tapi nanti malam niatnya aku akan ke rumah Nadia.”


“Coba saja kamu minta Nadia yang datang kesini. Pasti dia mau datang jika kamu kasih alasannya pakai nama Raisa.”


“Wah ide Tante bagus juga. Sekalian saja nanti aku minta dia menginap.”


“Mana mau dia menginap?”


“Ya, usaha dulu, Tan.”


“Nikahin dulu dong, nanti baru ajak menginap,” ujar Bu Sinta.


Setelah selesai mengobrol, kini Bu Sinta berpamitan untuk pergi.


°°°°°°°


Reynard baru pulang ke rumah. Dia melihat Lee young min yang sedang menyuapi Raisa dengan telaten. Reynard hanya menatap mereka sekilas, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kamar.


Kebetulan Lee young min juga melihat kedatangan Reynard.


‘Reynard terlihat beda sekali, aku kasihan sama Raisa,’ batin Lee young min sambil menatap Reynard hingga menjauh dari pandangan matanya.


“Rai, aku ke dapur dulu ya mau menaruh piring,” Lee young min beranjak dari duduknya, lalu pergi ke dapur.


Reynard yang berada di kamar, langsung merebahkan dirinya di atas kasur. Dia mencoba memejamkan matanya, namun tiba-tiba dia terbayang Lee young min dan Raisa yang sedang berduaan.


‘Sttt, kenapa aku memikirkan mereka,’ batin Reynard.


Reynard menutup wajahnya dengan bantal, namun bayangan Lee young min dan Raisa terus terlintas di pikirannya.

__ADS_1


‘Lebih baik aku mandi saja,’ Reynard melempar asal bantal yang tadi dia pegang, lalu pergi ke kamar mandi.


__ADS_2