Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang
Part. 30


__ADS_3

Reynard melihat istri dan ibunya yang baru keluar dari kamar. Keduanya kembali bergabung bersama Reynard di ruang keluarga.


"Kok Mamah lama sekali di kamar Raisa?" tanya Reynard.


"Iya nih, biasa lah, kita saling curhat."


"Curhat apaan? Rey penasaran nih?" Reynard kembali bertanya kepada Ibunya.


"Biasa, ini curhatan seorang wanita. kamu tidak perlu tahu," ucap Bu Sinta.


"Baiklah," Reynard kembali diam.


Bu Sinta bertamu hingga menjelang malam. Bu Sinta juga memasak untuk anak dan menantunya. Dia sengaja memasak spesial untuk Raisa yang sedang hamil.


"Rai, Rey, Mamah pulang dulu yah," pamit Bu Sinta.


"Mamah tidak makan malam dulu disini? Mamah loh yang masak tadi?" tanya Reyanrd.


"Mamah makan di luar saja, nanti sekalian mau mampir ke rumah teman," ucap Bu Sinta.


"Yah, Mamah kenapa tidak menginap saja sih?" tanya Raisa.


"Nanti deh kapan-kapan, Mamah masih harus mengurus pekerjaan juga di luar kota," ucap Bu Sinta.


"Baiklah," ucap Raisa.


Reynard dan Raisa membiarkan Bu Sinta untuk pulang. Mereka kembali masuk ke dalam. Reynard mengajak istrinya untuk makan malam.


Raisa begitu menikmati masakan mertuanya. Reynard menatap istrinya dengan sedikit heran. Karena istrinya terlihat terburu-buru saat makan.


"Sayang, pelan-pelan dong makannya. Tidak ada yang mau rebut loh," ucap Reynard.


"Ini enak sekali, Mas." ucap Raisa.


Reynard ikut senang melihat istrinya begitu lahap menyantap makanannya.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam, Reynard mengajak istrinya untuk bersantai.


Reynard menatap istrinya yang sedang serius memainkan ponselnya. Dia merasa ada yang berbeda dengan istrinya.


"Sayang, kamu kok sedikit gemukan yah."


"Masa sih?" Raisa menatap badannya sendiri.


"Iya loh, aku jadi semakin ingin," Reynard mendekatkan diri dengan istrinya.


"Ingin apa?"


"Jangan pura-pura tidak tahu deh," Reynard mencubit pinggang istrinya.


"Mas, aku mau ke belakang dulu yah," pamit Raisa.


"Ngapain?"


"Ambil puding, aku masih ingin makan," ucap Raisa, lalu dia beranjak dari duduknya.


Setelah cukup lama bersantai di ruang keluarga, kini keduanya pergi ke kamar.


Reynard menatap istrinya yang sedang melangkah pergi ke kamar mandi. Dia juga mengikuti istrinya untuk mencuci muka sebelum tidur.


Kini keduanya sudah berada di atas kasur. Raisa hendak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, namun Reynard menahan tangannya.


"Ada apa, Mas?" tanya Raisa.


"Aku ingin itu, sayang." bisik Reynard di telinga istrinya.


"Maaf, Mas. Malam ini aku ngantuk sekali," Raisa menolak permintaan suaminya yang ingin melakukan ritual malam.


"Kamu kekenyangan sih, apa saja di makan. Ya sudah, besok pagi saja tidak apa-apa kok," Reynard merebahkan dirinya di sebelah istrinya. Mereka tidur dengan saling berpelukan.


°°°

__ADS_1


Reynard merasa aneh karena istrinya sudah beberapa hari ini menolaknya untuk melakukan ritual mereka. Dia juga sengaja bersikap cuek kepada istrinya. Namun sikap cueknya itu tidak membuat Raisa mau memenuhi permintaan suaminya.


Tring


Reynard mendengar ponsel miliknya berbunyi. Ternyata itu panggilan masuk dari Pak Alex. Setelah selesai bertelfonan, Reynard bersiap diri untuk pergi. Reynard menghampiri istrinya yang sedang duduk sendirian di ruang keluarga.


"Ayo pergi! Tadi Pak Alex menelfon dan meminta kita untuk pergi ke perusahaan. Aku pergi duluan, karena ada urusan lain," Reynard pergi dari hadapan istrinya.


Raisa menatap kepergian suaminya dengan sedikit sedih. Dia ingin sekali di perhatikan oleh suaminya seperti biasanya.


'Lebih baik nanti malam aku cerita semuanya sama Mas Reynard. Lagian sekarang sudah saatnya Mas Reynard tahu,' batin Raisa.


Raisa pergi ke kamar untuk bersiap. Karena dia juga akan pergi menyusul suaminya.


Raisa sudah selesai bersiap. Saat ini dia sedang menunggu taxi online yang dia pesan. Tak lama, taxi yang dia pesan sudah datang. Raisa menyuruah supir itu untuk cepat mengemudikan mobilnya menuju ke kantor Star Entertainment.


Sesampaninya di kantor star entertainment, Raisa segera pergi ke ruangan Pak Alex.


Ternyata suaminya sudah ada disana.


"Rai, sini ikut duduk!" pinta Pak Alex.


Raiaa duduk di sebelah suaminya.


Pak Alex memberikan kontrak kerja sama yang sudah di tanda tangani oleh Reynard.


"Coba kamu baca, lalu tanda tangan! Kebetulan tadi Reynard sudah tanda tangan," pinta Pak Alex.


Raisa membuka surat kontrak kerja sama itu lalu membacanya. Sebenarnya dia tidak mau menerima dulu tawaran untuk membintangi sinetron. Namun Raisa menatap raut wajah suaminya yang terlihat senang. Sepertinya Reynard memang menginginkan untuk membintangi sinetron yang di tawarkan kepada mereka.


'Mungkin lebih baik aku terima saja. Ini semua demi Mas Reynard,' Raisa mulai menandatangani kontrak kerja sama itu.


Dia tidak mau jika suaminya beradu akting dengan wanita lain. Jadi lebih baik dia terima saja tawaran itu.


°°°°

__ADS_1


__ADS_2