
Lee young min sudah mencoba mengajak Nadia berbicara. Dia meminta maaf atas kejadian semalam. Namun ternyata Nadia tidak mau berbicara dengannya. Lee young min tahu jika Nadia kecewa kepadanya.
Saat ini Lee young min sedang berada di perjalanan menuju ke rumah Raisa. Dia akan bertanya jalan keluar yang harus dia lakukan agar Nadia mau memaafkannya.
Lee young min sudah sampai di depan rumah Raisa.
Tok tok
Dia mengetuk pintu, kebetulan Bi Surti yang membukanya.
"Tuan Lee, silahkan masuk!" ucap Bi Surti.
"Terima kasih," ucap Lee young min.
"Sama-sama," jawabnya.
Lee young min segera duduk di sofa.
Tak lama, Raisa datang. Kebetulan tadi Bi Surti sudah memberi tahu Raisa jika Lee young min datang bertamu.
"Ada apa nih pagi-pagi sudah datang?" Raisa duduk di depan Lee young min.
"Aku ada masalah," ucapnya.
"Masalah apa?" tanya Raisa.
Lee young min menghirup napasnya dalam-dalam sebelum dia bicara.
"Semalam saat kalian sudah pulang, Nadia kembali ke Apartemen untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. Namun saat itu aku sedang menikmati vodka milikku. Tidak sengaja aku menciumnya. Entah aku tidak bisa mengontrol diri saat itu," jelas Lee young min.
"Astaga," Raisa memijat pelipisnya yang tak sakit.
"Jadi bagaimana? Apa kamu punya solusi?" tanya Lee young min.
__ADS_1
"Begini saja, untuk saat ini coba kamu dekati dia. Kamu minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Namun jika Nadia tidak luluh juga, kamu stop dekati dia lagi," ujar Raisa memberikan saran.
"Yah, kalau aku menjauh itu berarti aku menyudahi untuk memperjuangkan cintanya," ucap Lee young min.
"Bukan seperti itu juga, kamu menjauh karena kamu akan memperdalam ilmu agama. Kamu harus pindah agama dulu. Nanti aku kenalkan ke seorang ustadz dan aku memintanya untuk membimbing kamu. Itu sih kalau kamu mau. Cepat atau lambat, kamu memang harus pindah agama." jelas Raisa.
Lee young min tampak diam, dia belum bisa memutuskannya sekarang.
"Beri aku waktu beberapa hari. Aku akan memikirkannya," kata Lee young min.
"Baiklah, nanti kamu hubungi aku saja jika kamu sudah memutuskannya," ucap Raisa
"Siap, kalau begitu aku pamit dulu."
"Tidak sarapan dulu bareng kami? Kebetulan Bi Surti masak banyak lo," tawar Raisa.
"Tidak usah, terima kasih."
Reynard keluar dari kamarnya. Dia menghampiri istrinya yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Sayang, katanya Lee young min datang. Dimana dia?" Reynard menatap sekitarnya.
"Sudah pulang tadi," jawabnya.
"Kok cepat sekali?"
"Iya, dia tadi datang tanya solusi ke aku."
"Solusi apaan?"
Raisa mulai menceritakan semua yang di ceritakan oleh Lee young min.
"Astaga, Lee young min nambah masalah saja. Pasti makin sulit tuh untuk mendekati Nadia." ucap Reynard.
__ADS_1
"Nah itu, dia belum bisa mengontrol diri. Kebiasaan dia di korea masih belum bisa di tinggalkan," ucap Raisa.
"Semoga saja mereka cepat bersatu," ucap Reynard.
"Amin, aku harap juga begitu," ucap Raisa.
Hanya sebentar mereka mengobrol, Reynard mengajak istrinya untuk sarapan bersama.
°°°°°°°°°°°
Lee young min pergi ke tempat kerja Nadia. Dia melihat Nadia yang sedang melayani pembeli. Setelah pembeli itu pergi, Lee young min menghampiri Nadia.
"Nad, ada yang mau aku bicarakan," ucap Lee young min.
"Aku rasa di antara kita sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi," ucapnya.
"Nad, kasih aku kesempatan. Dengan cara apa agar aku bisa mendapat maaf darimu?"
"Jadilah pribadi yang lebih baik. Aku suka lelaki yang sholeh, pintar mengaji. Jika kamu bisa berubah, maka aku akan memberikan kamu kesempatan," ucap Nadia memberikan syarat.
"Baiklah, aku akan belajar untuk menjadi lelaki yang pantas untuk kamu," ucap Lee young min. "Aku permisi dulu, lagian kamu juga sedang sibuk bekerja," ucapnya lagi.
Nadia menatap kepergian Lee young min hingga menjauh dari pandangannya.
"Kalau cinta bilang saja, jangan gengsi. Nanti kalau di ambil orang baru tahu rasa. Apalagi dia artis, pasti banyak wanita yang mengantre," ucap rekan kerja Nadia. Kebetulan tadi dia melihat Lee young min datang dan mengobrol dengan Nadia.
"Apaan sih, aku tidak cinta," ucap Nadia.
"Dari tatapan matamu juga sudah kelihatan jika kamu cinta."
"Tidak kok," Nadia pergi dari hadapan temannya untuk menghindar.
°°°°°°°°°
__ADS_1