Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang
Part.50


__ADS_3

Lee young min berulang kali datang untuk menemui Nadia. Namun sikap Nadia kepadanya masih sama seperti awal dia menemuinya. Jadi Lee young min memutuskan untuk menemui Raisa. Dia akan meminta Raisa untuk mempertemukannya dengan seorang ustadz yang bisa membimbingnya.


Lee young min sudah berpikir berulang kali bahwa dia akan memutuskan untuk pindah keyakinan. Dia berharap jika keputusannya itu tidak salah.


Saat ini Lee young min sedang mengobrol bersama Raisa.


"Kamu sudah berpikir dua kali? Apa kamu tidak akan menyesal?" tanya Raisa.


"Aku sudah mantap memutuskan ini," jawabnya.


"Baiklah, nanti aku akan mengantarmu untuk pergi ke sebuah pondok pesantren. Kamu akan belajar ilmu agama disana," ujar Raisa.


"Apa itu pondok pesantren?" tanya Lee young min.


"Pondok pesantren itu tempat dimana orang-orang belajar ilmu agama. Nanti kamu banyak temannya disana."


"Tapi aku malu, pasti aku satu-satunya orang tidak tahu apa-apa," ucap Lee young min.


"Jika kamu malu, kapan kamu bisa? Belajar itu harus di dasari dengan keniatan. Jika kamu sudah niat, pasti kamu bisa. Yang namanya belajar itu bertahap. Tidak ada seseorang yang tiba-tiba pintar. Pasti semuanya memulainya dari bawah. Jadi, kamu jangan berkecil hati," Raisa mencoba memberikan semangat untuk Lee young min agar tidak berkecil hati.


"Aku pasti bisa, aku yakin jika aku bisa menjadi seorang lelaki yang pantas untuk mendampingi Nadia," ucap Lee young min, dengan sedikit percaya diri.


"Sekarang aku sudah bantuin kamu loh, coba sekarang kamu yang bantuin aku," pinta Raisa.


"Boleh, memangnya bantuin apa?"


"Beliin bakso pengkolan, aku ingin makan itu," pinta Raisa.

__ADS_1


"Alamatnya dimana?"


"Dekat, itu di depan komplek," ucapnya.


Raisa memberikan uang seratus ribu kepada Lee young min. Lalu Lee young min pergi untuk membelikan bakso yang di inginkan oleh Raisa.


°°°°°°°°°


Raisa sudah menghubungi ustadz kenalannya yang mengajar di pesantren, bahwa dia akan menitipkan seorang temannya yang akan belajar ilmu agama. Raisa juga sudah berbicara kepada suaminya. Reynard memutuskan untuk pulang shooting lebih cepat agar bisa ikut bersama istrinya untuk mengantar Lee young min ke pesantren.


Tin tin


Raisa mendengar suara mobil suaminya. Dia beranjak dari duduknya, lalu pergi keluar rumah.


Terlihat Reynard dengan gaya kerennya keluar dari dalam mobil. Dia menghampiri istrinya yang sedang berdiri di depan rumah.


"Ayo masuk!" Raisa menggandeng tangan suaminya. Mereka masuk ke rumah.


Raisa mengantar suaminya hingga masuk ke kamar. Dia menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.


"Sayang, tidak perlu repot-repot. Aku bisa sendiri kok," Reynard menatap istrinya yang sedang mengambil pakaian dari dalam lemari. Namun satu tangannya memegang perutnya yang sudah terlihat membuncit.


"Tidak apa-apa, aku masih bisa melakukannya kok," Raisa menutup pintu lemari. Lalu dia mendekati suaminya yang sedang duduk di pinggiran ranjang.


"Kita mau pergi sekarang?"


"Boleh, itu juga jika Mas Rey tidak cape. Nanti aku hubungi Lee dulu," jawabnya.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku mau mandi dulu," Reynard beranjak dari duduknya. Lalu dia pergi menuju ke kamar mandi.


Raisa segera bersiap. Kebetulan dia sudah mandi, hanya tinggal sedikit memoles wajahnya dengan riasan. Raisa mencari pakaian muslim untuk dia kenakan. Dia tidak enak jika menggunakan pakaian terbuka. Karena kali ini yang akan dia datangi itu pesantren.


Tak lama, terlihat Reynard membuka pintu kamar mandi. Kebetulan dia sudah selesai mandi. Reynard mengeryitkan keningnya saat melihat sosok wanita berhijab yang sedang berdiri di depan meja rias. Tepatnya wanita itu membelakanginya, sehingga Reynard tidak bisa melihat wajahnya.


"Kamu siapa?"


Raisa membalikan badannya.


"Hai, sayang. Aku cantik tidak?" Raisa mengedipkan sebelah matanya.


"Wah sayang. Kamu cantik sekali loh, lebih cantik dari istri para ustadz yang ada di televisi," Reynard begitu terpukau melihat penampilan istrinya saat mengenakan hijab.


"Mas Rey ada-ada saja, cepat bersiap!" pinta Raisa.


"Siap, sayang." Reynard mengambil pakaian yang tadi di siapkan oleh istrinya, lalu mulai memakainya.


Raisa keluar dari kamar. Dia akan menunggu suaminya di depan.


Reynard sudah selesai bersiap. Dia keluar dari kamarnya, lalu menghampiri istrinya.


"Sayang, ayo!" ajak Reynard, yang berdiri tak jauh dari istrinya.


Kini ke duanya keluar dari rumah. Mereka akan pergi ke Apartemen Lee young min. Setelah itu barulah mereka pergi ke pesantren.


Selama di perjalanan, Reynard sesekali menatap istrinya yang duduk di sebelahnya. Baginya, Raisa terlihat lebih cantik dari biasanya.

__ADS_1


°°°°°°°


__ADS_2