
Bu Sinta melihat gosip anaknya beredar dimana-mana. Disana terpampang jelas Siska yang sedang duduk di pangkuan Reynard. Tentu Bu Sinta sangat marah melihat foto mesra itu.
'Sebenarnya apa yang Reynard pikirkan? Semalaman tidak pulang, lalu pagi -pagi begini sudah ada gosip yang tidak-tidak,' batin Bu Sinta.
Bu Sinta mencoba untuk menghubungi Reynard. Namun Reynard tidak menjawab panggilan telfonnya.
"Ini anak kemana sih?" Bu Sinta menaruh kembali ponsel miliknya ke atas meja.
Pyar
Bu Sinta mendengar suara seperti barang pecah dari kamar Raisa. Kini Bu Sinta pergi ke kamar itu untuk mengeceknya.
Ternyata gelas berisi air jatuh ke lantai. Raisa juga sedang berjongkok sambil memunguti pecahan gelas.
"Rai, biar Mamah saja," Bu Sinta mendekati Raisa dan memintanya untuk menjauh dari pecahan gelas itu.
Setelah membersihkan pecahan gelas, Bu Sinta mendekati Raisa yang sedang duduk di pinggiran ranjang.
"Kamu mau minum? Nih Mamah sudah ambilkan untuk kamu," Bu Sinta memberikan gelas berisi air putih yang tadi dia bawa.
Raisa hanya diam sambil mengambil gelas yang di pegang oleh Bu Sinta.
'Semoga saja kamu cepat sembuh, Nak. Mamah yakin kalau kamu bisa," batin Bu Sinta sambil membelai rambut panjang Raisa.
Tring tring
Bu Sinta mendengar ponsel milik Raisa berbunyi. Lalu Bu Sinta mengambil ponsel itu yang tergeletak di atas meja. Ternyata itu panggilan masuk dari Lee young min.
📞"Hallo," ucap Bu Sinta.
📞"Hallo Rai, Assalamu'alaikum," ucap Lee young min.
__ADS_1
📞"Waalaikum'salam, Nak Lee. Ini saya Bu Sinta," ucapnya.
📞"Oh Bu Sinta, Raisanya ada, Bu?"
📞"Ada, tapi keadaannya sedang tidak baik-baik saja. Coba deh sesekali kamu datang, kamu bantu hibur dia," pinta Bu Sinta.
📞"Iya, Bu. Nanti akhir pekan saya mau ijin pulang. Tapi, apakah saya bisa bicara sama Raisa?"
📞"Sebentar," Bu Sinta memberikan ponsel yang dia pegang kepada Raisa.
Lee young min berbicara panjang lebar, namun Raisa tidak menanggapinya.
📞"Rai, kamu dengar saya?"
Bu Sinta kembali mengambil ponsel yang sedang di pegang Raisa.
📞"Maaf, Lee. Raisa sedang sakit, mungkin dia tidak terlalu mendengar perkataan kamu," ujar Bu Sinta.
Bu Sinta berbicara sedikit berbisik agar Raisa tidak mendengarnya.
📞"Psikisnya sedikit terganggu," ucap Bu Sinta.
📞"Ko bisa? Bagaimana itu terjadi?" Lee young min terkejut mendengar perkataan Bu Sinta.
📞"Ceritanya panjang, Nak. Sebentar, Tante mau keluar dulu dari kamar Raisa. Tidak enak kalau cerita disini," ucap Bu Sinta.
📞"Baik, Tan."
Bu Sinta keluar dari kamar Raisa. Lalu mulai menjelaskan semuanya kepada Lee young min.
•••••••••••••••
__ADS_1
Reynard mengerjapkan ke dua matanya. Dia memegangi kepalanya yang sedikit pusing.
"Dimana ini?" Reynard menatap ruang kamar yang terlihat asing.
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka. Siska keluar dengan menggunakan jubah mandi, dan kepalanya di tutupi dengan handuk kecil.
"Siska? Kok kamu ada disini?" Reynard terkejut karena Siska ada di kamar yang sama dengannya.
"Kamu tidak ingat semalam kita saling memadu kasih."
"Aku tidak mengingat apa pun," Reynard memukul pelan kepalanya sambil mengingat kejadian semalam. Namun dia tidak mengingat apa pun.
"Sudahlah, yang sudah terjadi tidak usah di ingat-ingat, lagian aku tidak apa-apa kok," Siska terlihat santai, dia membuka lemari dan mencari pakaian untuk dia kenakan.
Reynard memalingkan pandangannya, saat melihat Siska membuka jubah mandinya. Bahkan terlihat sekali lekuk tubuhnya. Reynard memilih untuk beranjak dari ranjang, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri, Reynard berpamitan untuk pulang. Entah, saat ini pikirannya sedang kalut.
Bu Sinta yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga, mendengar suara mobil berhenti di depan rumah. Bu Sinta beranjak dari duduknya, lalu dia pergi ke luar rumah. Ternyata yang datang itu Reynard.
Bu Sinta melipat ke dua tangannya di dadanya, sambil menatap tajam anaknya yang sedang melangkah mendekatinya.
"Dari mana saja kamu? Enak-enakan di luar, istri tidak pernah kamu urus."
"Aku lelah, Mah. Bicaranya nanti saja," Reynard berlalu pergi dari hadapan ibunya.
'Tunggu saja penyesalanmu, Rey.' batin Bu Sinta sambil menatap kepergian anaknya.
°°°°°°°°
__ADS_1