Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang
Part.23


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Saat ini Reynard dan Raisa sedang bersiap untuk pergi ke bandara. Raisa sudah tidak sabar untuk menginjakkan kakinya di korea.


"Sayang, ada yang tertinggal tidak?" Reynard menatap istrinya yang sedang menarik kopernya.


"Sepertinya sih tidak ada," ucapnya.


"Biar aku yang bawakan kopernya," Reynard mengambil koper yang sedang di pegang oleh istrinya. Dia keluar dari rumah dengan menarik dua koper.


Mereka pergi ke bandara dengan menaiki taxi. Karena kebetulan Raisa belum punya supir pribadi.


Saat ini keduanya sudah ada di perjalanan menuju ke bandara. Sejak tadi Reynard menggenggam tangan istrinya, seolah tak mau lepas.


Setelah menempuh tiga puluh menit perjalanan, kini taxi yang mereka naiki sudah sampai di bandara. Keduanya segera turun dari taxi dan mencari tim kru yang juga akan pergi bersama mereka.


Terdengar ada pengumunan untuk penumpang pesawat jurusan korea selatan, agar segera masuk ke pesawat. Karena sebentar lagi pesawat itu akan take off. Raisa dan yang lainnya segera memasuki pesawat.


Setelah menempuh perjalanan selama tujuh jam, pesawat yang mereka naiki sudah sampai di bandara yang ada di kota seoul. Semua penumpang satu persatu keluar dari pesawat.


"Ah lelahnya," gumam Raisa.


"Dingin tidak, sayang?" tanya Reynard.


"Iya nih," ucap Raisa.


"Sinih aku peluk," Reynard memeluk istrinya.


Raisa terlihat malu karena mereka menjadi pusat perhatian.


"Lepasin, Rey! Tuh orang-orang lihatin kita," Raisa menatap sekelilingnya.


"Iya deh," Reynard melepaskan pelukannya.


"Ayo pergi! Tuh yang lainnya sudah pergi," Raisa menunjuk Pak Alex dan yang lainnya sudah melangkah pergi mendahului mereka.


Kini mereka masuk ke sebuah mobil hitam. Kebetulan Pak Alex yang mengajaknya. Sedangkan semua kru menaiki mobil yang berbeda.


Sepanjang jalan, Raisa hanya menatap ke luar. Dia begitu kagum melihat keindahan kota seoul dari dalam mobil. Kalau ada kesempatan, niatnya dia ingin berlibur. Tapi mungkin nunggu shootingnya selesai.


Kini mobil yang mereka naiki berhenti di depan deretan Apartemen mewah. Apartemen itu merupakan fasilitas untuk mereka tempati selama mereka tinggal di korea. Mereka keluar dari mobil dan segera masuk ke unit Apartemen masing-masing, setelah Pak Alex memberikan kartu akses masuk Apartemen.


Raisa dan Reynard menatap Apartemen mereka. Terlihat nyaman dan lumayan besar.


"Ah lelahnya," Reynard mendudukan diri di atas sofa.


Raisa juga ikut duduk di sebelah suaminya.


"Rey," Raisa memanggil suaminya.


"Kok masih panggil Rey sih? Coba deh pakai panggilan yang romantis," pinta Reynard.


"Aku panggil Mas Rey saja deh," ucapnya.

__ADS_1


"Nah itu lebih bagus," Reynard merapatkan badannya dengan istrinya, lalu dia memeluknya.


"Kita kan cuma berangkat sama Pak Alex dan beberapa kru. Itu juga tidak semua kru ikut kesini. Lalu siapa saja yang akan main film kalau hanya ada kita berdua?" Raisa bertanya karena merasa sedikit bingung.


"Bukannya kamu sudah baca naskah yah? Masa tidak lihat sih tokoh-tokoh yang akan ikut shooting sama kita."


"Aku belum melihatnya," ucap Raisa.


"Kita itu akan beradu akting dengan artis korea."


"Wah, yang benar saja? Nanti aku ketemu oppa tampan dong," Raisa terlihat girang.


"Siapa oppa tampanmu?" tanya Reynard.


"Oppa lee min ho," ucapnya.


"Lee min ho tidak akan beradu akting sama kita."


"Yah, terus siapa dong?"


"Lihat saja di naskah skenario ada nama-namanya."


Raisa membuka koper miliknya, lalu dia mengambil naskah skenario miliknya.


°°°


Pagi ini, Reynard dan Raisa di ajak untuk pergi ke lokasi shooting. Untuk hari pertama, keduanya akan di kenalkan dengan beberapa artis yang akan beradu akting dengan mereka.


Setelah lelah mengobrol, Reynard dan Raisa memilih untuk berkeliling di lokasi shooting mereka.


"Mas Rey, aku mau ke toilet dulu yah," ucap Raisa kepada suaminya yang sedang duduk di kursi yang ada di taman.


"Ayo aku antar!" Reynard menawarkan diri untuk mengantar istrinya.


"Tidak usah, lagian dekat kok," ucapnya.


"Baiklah, hati-hati yah."


"Iya, Mas Rey." Raisa segera pergi dari hadapan Rey.


Kebetulan toilet wanita dan pria berdekatan. Raisa tak sengaja menabrak seorang pria yang memakai topi.


"Aduh, maaf." Raisa menatap lelaki bertopi yang memakai kaca mata hitam.


"Tidak masalah," lelaki itu membantu Raisa berdiri, lalu segera pergi dari hadapannya.


Kaku sekali sih dia," gumam Raisa sambil menatap kepergian lelaki itu.


Raisa segera masuk ke toilet wanita.


Pria itu menoleh ke belakang lalu membuka kaca matanya. Dia menatap ke arah toilet wanita, lalu tersenyum.

__ADS_1


Cantik juga wanita itu, tapi sepertinya bukan orang korea," batin lelaki itu yang tak lain adalah lawan main di film yang sama denga Raisa. Namun tadi tidak ikut bergabung dan mengobrol, karena dia sedikit sombong dan tidak suka berinteraksi dengan orang asing.


Kini Raisa sudah kembali menghampiri suaminya.


"Mas Rey, cari makan yuk! Aku lapar," ucap Raisa.


"Boleh, tapi kita bicara dulu sama Pak Alex, nanti takut di cariin kalau kita pergi begitu saja," ucapnya.


"Siap," ucap Raisa.


Setelah bicara kepada Pak Alex, keduanya segera pergi dari sana.


Reynard mengajak istrinya ke sebuah cafe yang tak jauh dari sana.


Hanya dua puluh menit mereka di cafe itu. Reynard mengajak istrinya pulang ke Apartemen. Sekalian menyiapkan diri untuk shooting besok. Karena hari ini masih free, jadi mereka masih bisa bersantai.


Mereka pulang dengan menaiki taxi.


Kini taxi yang mereka naiki sudah sampai di depan Apartemen. Keduanya segera turun dari taxi itu.


Saat ini mereka berdiri di depan lift karena mau ke Apartemen yang mereka tempati. Saat pintu lift terbuka, keduanya begitu terkejut melihat adegan di depannya. Terlihat pasangan yang sedang ber*ciuman.


"Ekhm," Reynard berdehem, dan spontan pasangan itu menyudahi aktifitasnya.


Reynard dan Raisa masuk ke lift setelah pasangan itu pergi dari sana.


"Mas Rey, kok mereka tidak malu yah ber*ciuman di tempat umum?"


"Namanya juga pergaulan anak sekarang, apalagi di negara bebas seperti ini," ucapnya.


"Iya sih," kata Raisa.


Ting


Lift mereka telah berhenti, dan keduanya segera keluar.


Sesampainya di Apartemen, Reynard langsung memeluk istrinya dari belakang.


"Mas Rey, lepasin! Sesak nih," Raisa mencoba untuk melepaskan pelukannya.


"Aku jadi ingin seperti yang di dalam lift tadi."


"Harus sekarang banget yah?" Raisa membalikan tubuhnya sehingga berhadapan dengan suaminya.


"Iya, sayang. Kasihan nih si Boy," Reynard membelai wajah istrihya.


"Ya sudah, kita ke kamar," ajak Raisa.


Dengan senang hati Reynard menggandeng istrinya menuju ke kamar.


°°°°

__ADS_1


Hanya tempatnya saja di korea, bahasa tetap indonesia yah gaess, karena saya tidak bisa bahasa korea wkwk


__ADS_2