
Reynard dan Raisa sudah berada di perjalanan pulang. Namun mereka akan pergi ke restoran terlebih dahulu. Karena kebetulan Reynard merasa lapar. Apalagi saat pulang dari lokasi shooting, dia belum memakan apa pun.
Reynard dan Raisa duduk di salah satu kursi paling depan. Karena semua tempat sudah penuh. Hanya itu satu-satunya tempat yang kosong.
"Sayang, kamu pesan apa?" tanya Reynard, yang sedang memegang daftar menu.
"Apa saja deh, samain sama Mas Rey," jawab Raisa.
"Baiklah," Reynard menyebutkan menu yang akan dia pesan kepada waiters yang sedang berdiri di dekatnya.
Waites itu pergi setelah mencatat pesanan Reynard.
Terlihat dua orang wanita remaja menghampiri Reynard dan Raisa.
"Permisi, apa kami boleh minta foto?" ucap salah satu dari mereka, yang berbicara kepada Reynard.
"Silahkan!" kata Reynard.
Saat menatap wanita berhijab di depan Reynard, wanita itu tampak terkesima.
"Wah Kak Raisa, cantik sekali. Tadi saya kira ibunya Kak Reynard, eh saat lihat wajahnya, ternyata Kak Raisa." ucap salah satu dari mereka.
"Jadi foto tidak?" tanya Reynard.
"Jadi dong," Wanita itu mengambil ponsel dari dalam tas. Lalu mulai mengambil foto bersama Reynard dan Raisa.
"Terima kasih," ucapnya, setelah selesai berfoto.
"Sama-sama," jawab Raisa, sambil tersenyum.
Ke dua wanita itu kembali ke tempat duduk mereka.
Tak lama, waiters datang dengan membawa pesanan Reynard. Ke duanya segera menikmati makanan mereka.
°°°°°°°°
Raisa dan Reynard baru pulang ke rumah. Mereka berdua melangkah memasuki rumah. Kebetulan pintu rumah terbuka.
"Mas, kok pintunya terbuka?" tanya Raisa.
"Mungkin ada Mamah di dalam," jawabnya.
Ternyata Bu Sinta memang berada disana. Terlihat Bu Sinta yang sedang duduk di sofa yang berada di ruang keluarga.
"Mah, datang kapan?" tanya Reynard.
__ADS_1
Bu Sinta yang sedang asyik menatap layar ponsel, kini mendongkakkan kepalanya. Tatapannya tak bisa berpaling dari Raisa yang terlihat begitu cantik.
"Wah, menantu Mamah cantik sekali," Bu Sinta mendekati Raisa. Lalu berjalan memutarinya.
"Mah, bikin pusing saja muter-muter," tegur Reynard.
"Menantu Mamah ini cantik sekali loh," puji Bu Sinta.
"Mamah juga cantik," Raisa kembali memuji Bu Sinta.
"Giliran Rey yang nanya tidak di jawab," sahut Reynard.
"Nanya apa kamu?" Bu Sinta menatap Reynard yang berdiri di dekatnya.
"Tidak jadi deh," Reynard pergi begitu saja dari hadapan istri dan ibunya.
"Ngambek tuh, Mah." kata Raisa, sambil menatap kepergian suaminya.
"Biarkan saja, paling dia hanya pura-pura ngambek. Lebih baik sekarang kita duduk. Mamah mau nanya-nanya nih sama kamu," ucap Bu Sinta.
"Nanya apa, Mah?"
"Duduk dulu saja! Kasihan kalau berdiri terus nanti kamu kelelahan," kata Bu Sinta.
"Mamah penasaran nih, kok tiba-tiba kamu berpenampilan seperti ini?"
"Iya, Mah. Tadi Rai dan Mas Rey habis pergi ke pesantren. Kita mengantar Lee young min."
"What? Mamah tidak salah dengar? Ngapain Lee ke pesantren?"
"Dia akan belajar ilmu agama, Mah. Dia berniat memantaskan diri agar bisa bersanding dengan Nadia," jelas Raisa.
"Alhamdulilah, Mamah senang dengarnya."
"Kita doakan saja, Mah. Semoga semuanya lancar. Lee dan Nadia cepat bersatu."
"Amin," ucap Bu Sinta.
Hanya lima belas menit mereka saling mengobrol. Raisa memutuskan untuk pergi ke kamar, karena sejak tadi suaminya belum keluar lagi dari kamar.
Cklek
Raisa membuka pintu kamarnya. Dia melihat suaminya sedang duduk di sofa, sambil menonton televisi yang ada di kamar itu.
"Mas Rey, asyik sekali sepertinya nih," Raisa menghampiri suaminya.
__ADS_1
Reynard melihat kedatangan istrinya. Dia membenarkan posisi duduknya.
"Sinih!" Reynard menepuk sofa sebelahnya.
"Mas Rey tidak ngambek?" Raisa duduk di sebelah suaminya.
"Ngambek kenapa? Tidak kok, aku biasa saja," ucapnya.
"Kirain ngambek karena di cuekin Mamah."
"Ngapain ngambek segala? Memangnya anak cewek yang suka ngambek."
"Jadi Mas Rey bilang jika aku suka ngambek karena aku cewek?"
Reynard mengeryitkan keningnya,
"Mas tidak tahu," ucapnya.
"Mas Rey, ihhhh ... " Raisa memukul pelan bahu suaminya.
"Eh sayang, stop! Ini ada telfon masuk," Reynard mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.
"Siapa yang menelfon?" tanya Raisa.
"Pak Alex," ucapnya.
Reynard segera mengangkat panggilan telfon dari atasannya. Pak Alex menawarkan kerja sama dengan Raisa. Namun Reynard tidak menerimanya, karena Raisa sedang hamil. Dan juga dia ingin jika istrinya hanya fokus dengan kandungannya. Kecuali jika nanti sudah melahirkan, dia tidak akan melarang jika istrinya akan bergabung lagi di dunia entertainment.
Ternyata Pak Alex melihat berita gosip yang sedang di perbincangkan di sosial media. Semua orang memuji kecantikan Raisa saat memakai hijab. Maka dari itu Pak Alex menawarkan kerja sama. Karena pasti agensinya akan menjadi sorotan media. Apalagi Raisa itu salah satu artis cantik di agensinya yang sedang vakum sementara.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan kalau aku menolak tawaran kerja sama itu?"
"Aku tidak apa-apa kok, lagian aku ingin fokus dulu sama kandunganku ini," ucapnya.
Reynard memeluk istrinya, lalu dia mengusap perut buncit istrinya.
"Kita akan menjaga anak ini berdua," ucapnya.
"Iya, Mas. Terima kasih," Raisa menatap wajah suaminya dari jarak dekat.
"Sama-sama," jawab Reynard.
Reynard mulai mendekatkan wajahnya dengan istrinya. Raisa segera memejamkan ke dua matanya. Dia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya di antara mereka berdua.
°°°°°°°°°
__ADS_1