
Reynard menunggu balasan pesan dari istrinya, namun istrinya tidak juga membalas pesan yang dia kirimkan. Padahal istrinya bilang akan datang ke lokasi shooting dan mengajaknya makan siang bersama. Akhirnya Reynard mencoba untuk menghubungi nomor istrinya, namun tidak di angkat juga.
"Kemana sih Raisa, aku sudah lapar sekali, padahal sebentar lagi mulai shooting," gumam Reynard.
"Ekhm, kamu kenapa Rey? Sejak tadi disini saja, kenapa tidak makan siang?" Siska duduk di depan Reynard tanpa meminta persetujuan.
"Tidak berselera," ucap Reynard.
"Tidak usah berbohong, pasti kamu lagi nungguin istrimu karena akan makan siang bersama kan?"
"Dari mana kamu tahu?" Reynard menatap Raisa yang sedang duduk di depannya.
"Hanya menebak saja, jangan menyiksa diri. Dari pada nanti saat shooting kelaparan. Lebih baik kamu ke kantin saja, nanti aku yang bilangin ke sutradaranya kalau kamu meminta waktu tambahan istirahat."
"Baiklah, aku pergi," Reynard pergi begitu saja dari hadapan Siska, tanpa mengatakan terima kasih.
'Ternyata sulit juga untuk mendapat perhatian dari Reynard,' batin Siska.
Reynard sudah sampai di kantin. Dia hanya memesan makanan ringan untuk mengganjal perutnya.
Reynard juga kembali mencoba menghubungi nomor istrinya, sekarang nomornya malah tidak aktif. Dia akan menghubungi nomor rumah, namun tak jadi saat dia mendengar seseorang yang memanggilnya dari arah belakang.
"Rey, kamu sudah di tunggu, cepat kembali ke lokasi shooting!" ucap seorang kru yang datang untuk memanggilnya.
"Baiklah, aku akan segera ke sana," Andika membayar makanan yang tadi dia makan, lalu dia segera pergi.
🍀🍀🍀
Cklek
__ADS_1
Raisa mendengar pintu kamar tempat dia di sekap, ada yang membuka. Raisa menoleh dan terkejut melihat seseorang yang sedang berdiri di depan pintu.
"Kamu? Ngapain kamu disini? Jangan-jangan kamu yang memculikku," ucap Raisa.
"Benar, sayang." Aldo melangkah masuk ke kamar.
"Jangan dekat-dekat!" Raisa menyilangkah kedua tangannya di dadanya saat melihat Aldo sedang melangkah mendekatinya.
"Ayolah hanya sekali saja, lagian di kamar ini hanya ada kita berdua. Suami kamu tidak akan melihat."
Plak
Raisa menampar pipi Aldo. Namun untuk beberapa saat tatapan Aldo berubah, Aldo mencekal ke dua tangan Raisa dengan kencang.
"Lepasin!" Raisa memcoba untuk melepaskan diri dari Aldo. Namun tenaganya kalah kuat.
Bruk
"Stop!" Raisa mencegah Aldo yang hendak merangkak ke atasnya.
"Ada apa lagi, sayang? Biarkan kita menikmati siang yang terik ini biar tambah panas."
"Jangan lakukan itu! Aku sedang hamil," ucapnya.
"Arghh ... "Aldo mengacak kasar rambutnya.
"Setidaknya jika aku tidak ambil keprawanan*nya, aku bisa merasakan tubuhnya. Tapi, ah ... ngapain juga dia harus hamil sekarang," batin Aldo.
Aldo turun dari atas kasur, dia pergi keluar dari kamar itu tanpa mengatakan sepatah kata pun. Setelah kepergian Aldo, Raisa juga turun dari atas kasur. Dia mendekati pintu, namun ternyata di kunci dari luar.
__ADS_1
'Aku harus mencari ponselku, biar bisa menghubungi Mas Rey,' Raisa menatap tas miliknya yang tergeletak di atas sofa. Dia mencoba untuk mencari ponselnya, namun ternyata ponsel miliknya tidak ada di dalam tas.
🍀🍀🍀
Reynard sudah pulang ke rumah. Yang pertama dia cari adalah istrinya. Namun dia tidak melihat istrinya dimana pun.
'Kemana Raisa?' gumam Reynard.
Reynard mencari Bi Surti. Ternyata Bi Surti ada di belakang rumah sedang menyapu halaman.
"Bi, Bibi lihat Raisa tidak?"
"Bukannya Non Raisa tadi siang pergi menyusul Tuan Reynard."
"Raisa tidak datang," ucap Reynard, yang saat ini merasa cemas.
"Bagaimana mungkin? Lalu Non Raisa pergi kemana?" Bi Surti juga ikutan cemas.
"Saya pergi dulu, Bi. Mau cari Raisa."
"Hati-hati, Tuan. Semoga Non Raisa cepat ketemu," ucap Bu Surti.
"Amin, semoga saja." Reynard segera melangkah pergi.
Kini Reynard sudah berada di mobilnya. Dia segera mengemudikan mobilnya menyusuri keramaian ibu kota.
Reynard pergi ke tempat-tempat yang biasa di datangi oleh istrinya. Namun dia belum juga menemukan istrinya.
'Kamu kemana, sayang?' Reynard memijat pelipisnya yang tak sakit.
__ADS_1
Saat ini Reynard sedang ada di pinggir jalan. Karena tadi dia menepikan mobilnya di pinggir jalan.