Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang
Part.41


__ADS_3

Saat ini Raisa dan Lee young min sudah sampai di rumah. Raisa mengantar Lee young min ke kamar yang akan di tempatinya. Setelah itu dia mengajaknya bersantai sambil mengobrol di ruang keluarga.


"Rai, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan wanita itu," ucapnya.


"Kamu tenang saja, aku sudah menyuruhnya untuk datang kesini. Kebetulan hari ini dia libur kerja," ucapnya.


"Kamu dekat dengan dia?"


"Tidak juga sih, hanya saja aku punya nomor ponselnya. Jadi bisa saling chattingan."


"Aku minta dong," ucap Lee young min sambil menatap Raisa.


"Tidak boleh!"


"Yah pelit amat, memangnya kenapa tidak boleh?"


"Nomor ponsel bagi seorang wanita itu adalah privasi. Lebih baik nanti kamu minta sendiri saja sama orangnya," kata Raisa.


"Baiklah," ucapnya.


Obrolan mereka terhenti saat Bi Surti datang dengan membawa minuman untuk mereka.


"Terima kasih, Bi." ucap Raisa.


"Sama-sama, Non." ucap Bi Surti lalu kembali pergi ke dapur.


Lee young min menatap segelas susu yang ada di depan Raisa.


"Minuman kamu kok susu, sedangkan punyaku teh," ucap Lee young min.


"Ini susu ibu hamil, kamu mau?"


"Eh tidak-tidak."


"Kalau mau nanti aku bilang sama Bi Surti suruh buatkan untukmu."


"Tidak kok, aku tidak mau."


Tok tok


Mereka berdua mendengar ketukan pintu dari luar rumah.


"Aku mau buka pintu dulu," Raisa beranjak dari duduknya. Lalu dia pergi untuk membukakan pintu.


Raisa melihat Nadia yang sedang berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Sudah datang, Nad? Ayo masuk!" ajak Raisa.


"Iya, Kak." Nadia mengikuti Raisa masuk ke dalam. Lalu mereka duduk di sofa.


Lee young min tersenyum menatap Nadia. Baginya, Nadia lebih cantik dari yang dia lihat di foto.


"Perkenalkan saya Lee," ucapnya sambil mengangkat tangan dan meminta Nadia untuk berjabat tangan.


"Aku Nadia," ucapnya, tanpa menjabat tangan Lee young min.


Lee young min kembali menurunkan tangannya.


"Maaf, Lee. Nadia ini wanita sholehah, jadi tidak mungkin mau berjabat tangan denganmu," kata Raisa.


"Maaf," ucap Lee young min.


"Tidak apa-apa kok," ucap Nadia.


"Nadia, ada yang mau di katakan oleh Lee young min. Dia datang jauh-jauh dari korea hanya untuk menemui kamu loh," ujar Raisa.


"Aku suka sama kamu," ucap Lee young min.


"Maaf, aku sudah di jodohkan oleh orang tuaku," ucapnya.


Raisa dan Lee young min terkejut mendengar perkataan Nadia.


"Karena menurutku itu tidak terlalu penting," ucapnya.


Lee young min menghembuskan napas kasarnya.


"Kamu suka sama lelaki itu?" tanya Raisa.


Nadia hanya menggelengkan kepalanya.


"Lalu, kenapa kamu mau?"


"Karena orang tuaku terlilit hutang. Karena tidak bisa membayar, aku yang harus menikah dengan lelaki itu sebagai penebus hutang orang tuaku," ucapnya.


"Biar aku yang melunasi semua hutang orang tua kamu. Kamu tenang saja. Tapi dengan satu syarat, biarkan aku dekat denganmu. Aku ingin lebih mengenal dirimu," ucap Lee young min.


"Terima kasih, aku janji akan menggantinya," ucap Raisa yang merasa terharu. Bahkan terlihat air mata menetes di sudut matanya.


"Tidak usah memikirkan itu."


Raisa memeluk Nadia. Lee young min yang melihat itu merasa bahagia. Setidaknya dia akan melakukan hal-hal kecil untuk mengambil hati Nadia.

__ADS_1


°°°


Reynard baru pulang kerja. Dia masuk ke dalam rumah yang kebetulan pintunya terbuka lebar.


Reynard melihat istrinya sedang mengobrol dengan Lee young min.


"Mas, kamu sudah pulang?" tanya Raisa, saat melihat suaminya.


"Iya nih," ucapnya, lalu melanjutkan langkahnya menuju ke kamar.


"Mas, ada Lee young min nih, kok pergi begitu saja?"


"Aku cape," ucapnya, tanpa menoleh ke belakang.


"Maaf, Lee. Mas Reynard tidak menyambutmu," ucap Raisa, yang merasa tak enak.


"Tidak masalah, Lebih baik kamu susul suamimu. Kasihan loh baru pulang kerja, kecapean."


"Baiklah, aku tinggal dulu," setelah mengatakan itu, Raisa melangkah pergi.


Raisa melihat suaminya yang sedang melepas kancing kemejanya.


"Mas, biar aku bantu," Raisa mendekati suaminya, lalu hendak membantu suaminya.


Reynard menepis tangan istrinya.


"Aku bisa sendiri," ucapnya.


"Mas, sebenarnya Lee ... " ucapan Raisa terhenti saat suminya memotong perkataannya.


"Aku mau mandi," Reynard pergi dari hadapan istrinya.


Raisa menatap suaminya hingga masuk ke kamar mandi.


'Mas Rey kenapa sih, aneh sekali,' batin Raisa.


Raisa memilih untuk menyiapkan pakaian suaminya.


Tak lama, pintu kamar mandi terbuka. Raisa melihat suaminya keluar hanya dengan mengenakan handuk. Bahkan rambutnya terlihat basah. Raisa berinisiatif untuk mendekati suaminya.


"Mas, biar Rai bantu keringkan rambutnya," ucap Raisa, yang sudah ada di dekat suaminya.


"Tidak usah, aku bisa sendiri."


Raisa merasa jika suaminya sedang menghindarinya. Namun dia berfikiran positif saja. Mungkin suaminya sedang merasa lelah.

__ADS_1


"Baiklah, aku keluar saja," setelah mengatakan itu Raisa keluar dari kamarnya.


°°°°°


__ADS_2