
Tak terasa sudah cukup lama Raisa dan Reynard berada di korea. Shooting mereka pun berlangsung dengan lancar. Walaupun terkadang Reynard merasa cemburu dengan kedekatan Raisa dan Lee young min. Apalagi di adegan yang di perankan mereka, banyak sekali adegan romantis. Reynard hanya mengawasi mereka saja, karena takutnya jika Lee young min berbuat di luar batas.
Hari ini merupakan hari terakhir mereka shooting. Niatnya Raisa dan Reynard akan menikmati liburan mereka setelah selesai shooting nanti. Walaupun Pak Alex dan yang lainnya akan pulang ke indonesia, mungkin Raisa dan Reynard memilih tetap tinggal untuk beberapa hari.
Menjelang malam, Reynard pergi keluar sendirian. Dia akan membelikan makanan kesukaan istrinya. Kebetulan Raisa lagi malas keluar Apartemen.
Reynard datang ke sebuah restoran. Dia membeli menu kesukaan istrinya. Saat hendak pulang, dia melihat seorang perempuan yang sedang di ganggu oleh preman. Reynard meminta supir taxi untuk menghentikan taxinya. Lalu dia keluar untuk menolong perempuan itu. Ternyata perempuan itu Lee Anna. Reynard menghajar beberapa preman itu hingga mereka tidak bisa berkutik.
"Kamu tidak apa-apa?" Reynard mendekati Lee Anna yang sedang berjongkok. Lalu dia membantunya untuk berdiri.
"Tidak kok, terima kasih yah," Lee Anna tersenyum menatap Reynard.
"Sama-sama, biar saya antar yah," ucap Reynard.
"Boleh," jawabnya.
Lee Anna mengikuti Reynard masuk ke taxi. Reynard mengantar Lee Anna menuju ke tempat tinggalnya.
Saat ini taxi yang mereka naiki berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat mewah.
"Ayo mampir dulu! Aku punya hadiah untuk kamu dan Raisa. Kebetulan kan kita sudah tidak shooting bareng. Aku hanya ingin memberikan kenang-kenangan," ucapnya.
"Tidak usah, nanti malah merepotkan."
"Ayolah! Nanti kita tidak akan bertemu lagi loh. Masa mau menolak hadiah dariku sih," Lee Anna terus merayu Reynard agar dia mau ikut.
"Baiklah," Reynard ikut turun dari taxi. Dia mengikuti langkah Lee Anna yang sudah melangkah duluan.
Reynard ingin menunggu di luar saja, namun Lee Anna mengajaknya masuk.
Saat ini Reyanrd duduk di ruang tamu. Terlihat Lee Anna datang dengan membawakan minum.
"Ini di minum dulu, aku mau ke kamar ambil hadiah untukmu dan Raisa," Lee Anna menaruh gelas berisi orange jus yang dia bawa ke atas meja.
"Iya," Reynard mengambil gelas itu lalu meneguk habis minumannya.
Lee Anna tersenyum senang saat dia melihat Reynard sudah meminum orange jus yang dia berikan. Lalu dia kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kamar.
Reynard merasa pusing setelah meminum orange jus itu.
__ADS_1
"Kenapa dengan aku?" Reynard menatap sekelilingnya yang terlihat tidak jelas. Pandangannya berkunang-kunang, dan lama-lama menjadi gelap.
Reynard tak sadarkan diri, dengan posisi menyenderkan badannya di sofa.
Lee Anna kembali menghampiri Reynard. Dia duduk di sebelah Reynard lalu membuka satu persatu kancing kemejanya.
Akhirnya aku memilikimu,' batin Lee Anna.
Setelah membuka pakaian atas Reynard. Dia juga membuka pakaian atasnya. Lalu dia merebahkan diri di sofa, dan memposisikan Reynard agar berbaring di atasnya.
Lee Anna meminta orang suruhannya untuk mengambil beberapa gambar mereka dengan posisi intim seperti itu.
"Kerja bagus, sekarang bantu aku angkat dia," pinta Lee Ana.
Orang suruhannya membantu mengangkat Reynard dari atas tubuh Lee Anna.
Lee Anna kembali memakaikan pakaian atas Reynard.
°°°
Satu jam kemudian, Reynard membuka kedua matanya. Dia merasa sangat pusing sekali.
Kenapa aku bisa tertidur di sini?' gumam Reynard sambil menatap sekelilingnya. Dia melihat jam yang melingkar di tangannya. Ternyata saat ini sudah pukul tujuh malam.
"Kamu sudah bangun?" tanya Lee Anna.
"Kenapa aku bisa tertidur di sini?"
"Sepertinya kamu kecapean, ayo biar aku antar!" Lee Anna menawarkan diri untuk mengantar Reynard.
"Saya bisa naik taxi," ucapnya.
"Kamu terlihat masih mengantuk loh, lebih baik aku yang antar kamu pulang. Nih oleh-oleh untuk kamu dan Raisa," Lee Ana memberikan paper bag yang sedang dia pegang.
"Apa ini?" Reynard menerima paper bag itu.
"Nanti saja lihatnya, ayo sekarang aku antar!"
"Baiklah," Reynard beranjak dari duduknya lalu dia melangkah pergi mengikuti Lee Anna.
__ADS_1
Lee Anna membuka pintu garasinya dengan remot. Otomatis pintu itu terbuka sendiri dan terlihat deretan mobil mewah. Dia membawa mobil merah miliknya.
Reynard memilih untuk duduk di belakang. Karena dia merasa tidak enak jika duduk di sebelah Lee Anna.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, kini mobil itu sudah sampai di depan Apartemen Reynard. Dia berterima kasih kepada Lee Anna, lalu keluar dari mobil itu.
Saat ini dia sudah berada di depan Apartemen. Dia memasukan pasword lalu pintu itu langsung terbuka.
"Sayang, aku pulang," Reynard menutup kembali pintu Apartemen. Dia melihat istrinya yang sedang duduk sendirian di ruang tamu.
Reynard melihat istrinya yang terlihat diam. Bahkan Raisa tidak menyambut kedatangannya.
"Sayang, kamu kenapa?" Reynard duduk di sebelah istrinya.
Plak
Raisa menampar pipi suaminya. Lalu dia beranjak dari duduknya dan melangkah pergi. Reynard mengejar istrinya. Dia menahan tangan istrinya, saat hendak membuka pintu kamar.
"Lepaskan! Aku mau masuk ke kamar," Raisa mencoba melepaskan diri dari suaminya.
"Kamu kenapa sih? Kok sikapmu aneh seperti ini," Reynard menatap raut wajah istrinya yang terlihat sedang marah.
"Lihat saja gosip di televisi!" ucap Raisa, lalu dia membuka pintu kamarnya dan menguncinya.
Reynard pergi ke ruang tengah. Dia menyalakan televisi lalu mencari chanel yang sedang menayangkan gosip. Kebetulan dia melihat gosip terhangat yang sedang tayang. Reynard membelalakan kedua matanya saat melihat dirinya sedang di gosipkan dengan Lee Anna. Apalagi terlihat jika keduanya berada di posisi intim. Hanya sedikit blur, namun masih terlihat jelas jika keduanya tidak memakai pakaian.
Apa-apaan ini? Kenapa semua ini bisa terjadi? Kapan aku dan Lee Anna ... ' Reynard mengingat saat tadi dirinya merasa pusing lalu tertidur. Sekarang dia bisa mengira jika dia di jebak.
Apa yang harus aku lakukan? ' batin Reynard sambil memijat pelipisnya.
Reynard mendengar ponsel miliknya berdering. Ternyata yang menghubunginya itu Pak Alex. Lalu dia mengangkat panggilan itu.
📞"Hallo," ucap Reynard.
📞"Bodoh! Kenapa kamu bisa seceroboh itu? Kamu mau jika nama baik kamu hancur dan semua orang mengecap kamu sebagai lelaki tukang selingkuh," ucap Pak Alex.
📞"Saya di jebak, Pak. Saya tidak tahu apa-apa," ucap Reynard.
📞"Bereskan semuanya!" Pak Alex langsung mematikan panggilan telfonnya secara sepihak.
__ADS_1
Reynard memikirkan solusi yang harus dia lakukan untuk meyakinkan semua orang, jika gosip tentang dia itu semuanya tidak benar.
°°°°