
Pagi ini Reynard dan Raisa sedang bersiap-siap untuk pergi ke lokasi shooting. Hari pertama shooting, mereka tidak mau jika datangnya telat.
Mereka berdua pergi dengan mobil jemputan yang memang di suruh untuk mengantar jemput mereka. Sesampainya di sana, hanya beberapa orang yang sudah datang. Reynard mengajak istrinya untuk duduk di kursi taman sampai pelaksanaan shooting di mulai. Mereka juga membaca kembali naskah skenario agar tidak lupa.
Sudah tiga puluh menit mereka menunggu. Semuanya sudah datang, namun tinggal satu orang saja yang belum datang.
"Kok lama sekali sih belum mulai-mulai? Keburu ngantuk nih," ucap Raisa kepada suaminya.
"Sabar, sayang. Coba Mas tanyakan dulu ke sutradaranya," Reynard beranjak dari duduknya lalu pergi untuk menemui sutradara.
Kini dia sudah kembali menghampiri istrinya yang sedang duduk sendirian.
"Apa yang di katakan sutradara?" tanya Raisa.
"Katanya masih satu orang lagi yang belum datang, namanya Lee young min," ucap Reynard.
"Tidak di siplin sekali sih," gumam Raisa, namun masih terdengar oleh suaminya.
Prok prok
Terdengar seseorang bertepuk tangan sambil memanggil Reynard dan Raisa. Keduanya menoleh ke sumber suara. Ternyata shooting akan segera di mulai. Keduanya segera pergi untuk bersiap-siap.
Sebenarnya film ini berkisah cinta beda negara. Yang menjadi pemeran utamanya Raisa dan Lee young min. Singkat cerita, Raisa pergi ke korea untuk menemui kekasihnya yang sedang berlibur. Namun Raisa malah mendapati kekasihnya berselingkuh dengan wanita lain. Dan wanita itu yang akan di perankan oleh Lee Anna. Rasa sakit hatinya membuat Raisa melakukan kencan buta dengan seorang lelaki yang baru dia kenal dari media sosial. Dan lelaki itu adalah Lee young min.
Sutradara begitu puas dengan akting Raisa dan Reynard. Walaupun mereka bukan orang korea, tapi bahasa koreanya lancar.
Saat ini Raisa sedang istirahat. Reynard hendak menghampiri istrinya. Karena kebetulan dia baru selesai shooting. Langkah Reynard terhenti saat dia melihat Lee young min menghampiri istrinya. Bahkan terlihat jika dia memberikan minuman untuk Raisa.
Awas saja, jika bukan di lokasi shooting, sudah ku hajar dia," batin Reynard.
Reynard menghampiri mereka. Saat ini dia sudah berdiri di dekat istrinya.
"Ekhm, suami sah datang nih?" ucap Reynard, sambil menyilangkan ke dua tangannya di dadanya.
"Silahkan duduk!" ucap Lee young min.
Reynard mengisyaratkan kepada Lee young min untuk pergi dari sana. Namun dia tidak mengerti dengan bahasa isyarat yang Reynard peragakan.
"Mas, kamu bicara apa sih?" tanya Raisa, dia juga tidak mengerti dengan isyarat suaminya.
__ADS_1
"Aku menyuruh dia pergi," kata Reynard.
"Kamu kok main usir saja, Mas. Malah asyik tahu kalau kita rame-rame," Raisa menarik tangan suminya sehingga suaminya mendudukan dirinya di kursi sebelah istrinya.
Raisa duduk di antara dua lelaki tampan. Sejak tadi Reynard menatap tajam ke arah Lee young min.
"Maafkan suami saya yah, dia memang suka begitu," Raisa berkata kepada Lee young min.
"Tidak apa-apa, saya mengerti kok, kalau begitu saya permisi," Lee young min pergi dari hadapan mereka.
Raisa menatap suaminya yang sedang tersenyum senang.
"Mas, jangan gitu dong. Aku tidak enak nih, nanti di kira sombong," ucap Raisa.
"Sudahlah, sayang. Aku kan suamimu, jadi berhak untuk selalu di sampingmu, dari pada dia," Reynard menatap ke arah Lee young min yang sedang melangkah pergi.
°°°
Sudah beberapa hari ini mereka shooting film. Dan tidak ada kendala apa pun. Reynard juga sudah sedikit memberi ruang untuk Lee young min dekat dengan istrinya. Namun hanya di lokasi shooting. Karena karena mereka tokoh utama, itu yang mengharuskan keduanya saling bertanya atau pun membahas peran keduanya.
Reynard sedang berada di ruangan yang biasa di gunakan untuk make up artis. Dia duduk sedirian sambil merapihkan rambutnya. Dia melihat dari pantulan cermin, Lee Anna sedang berjalan ke arahnya.
"Hay juga," ucap Reynard, yang tak mengalihkan pandangannya dari depan cermin.
"Apakah ada waktu luang? Mungkin kita bisa ngopi bareng," ajaknya.
"Tidak ada waktu," ucap Reynard menolak ajakan lee Anna.
"Kalau ada waktu, bicara saja. Aku siap menemani kamu sambil mengobrol," Lee Anna menepuk pelan bahu Reynard sambil meperlihatkan senyum manisnya. Lalu dia beranjak dari duduknya dan pergi dari sana.
Setelah melihat penampilannya cukup rapih, Reynard juga keluar dari ruangan itu. Dia hendak menghampiri istrinya. Karena tadi istrinya belum selesai shooting.
Reynard melihat istrinya sedang bersama Lee young min. Bahkan dia melihat jika Lee young min mengelap keringat di kening istrinya.
Ngapain itu cowok pakai pegang-pegang istri orang. Raisa juga, kenapa mau-maunya di pegang lelaki lain," gumam Reynard yang merasa emosi.
Reynard langsung menghampiri mereka. Dia melayangkan pukulan di tangan Lee young min yang sedang mengelap kening Raisa.
"Aduh," Lee young min mengaduh sakit. Karena Reynard memukulnya sedikit keras.
__ADS_1
"Mas Rey, kamu apa-apaan sih?" Raisa beranjak dari duduknya. Lalu dia menghalangi Reynard yang hendak memukul Lee young min.
"Kamu yang apa-apaan, mau saja di pegang-pegang," Reynard menarik tangan istrinya, sehingga istrinya lebih dekat dengannya.
"Ada apa ini? Kalian jangan ribut!" Pak Alex menghampiri mereka.
"Maaf, Pak." kata Raisa.
Pak Alex melihat Lee young min yang sedang memegangi tangannya.
"Kamu apakan dia, Rey? Cepat minta maaf!" pinta Pak Alex.
Raisa menatap suaminya dan mengedipkan kedua matanya. Lalu Reynard mengulurkan tangannya kepada Lee young min.
"Maaf, aku tadi hanya merasa cemburu," ucap Reynard.
"Tidak apa-apa," Lee young min tersenyum menatap Reynard. "Aku permisi dulu, mau mengompres tanganku," ucapnya, lalu pergi dari hadapan mereka.
Pak Alex menyuruh Raisa dan Reynard untuk duduk. Pak Alex juga ikut duduk di sana.
"Saya tidak mau kejadian seperti tadi terjadi lagi. Kita ini numpang di sini. Dan ini kontrak sangat besar untuk kita. Kalau Lee young min menuntut kamu, apa yang akan kamu lakukan?" Pak Alex menatap Reynard yang duduk di depannya. "Apalagi kalau kontrak kerja sama dengan kalian di batalkan. Kita pasti akan rugi besar." ucapnya lagi.
"Maaf, Pak. Saya khilaf, saya tidak akan mengulanginya lagi?" Reynard menundukan pandangannya.
"Bagus, saya pergi dulu," Pak Alex beranjak dari duduknya, lalu pergi dari sana.
Raisa menatap suaminya, lalu mengusap pelan bahunya.
"Mas, kamu kontrol yah emosimu. Jangan seperti itu lagi loh," ucap Raisa.
"Iya, tapi kamu juga harus jaga jarak sama dia."
"Mungkin sedikit mengurangi untuk berinteraksi dengan dia. Karena dia itu lawan mainku. Jadi tidak mungkin jika tidak saling bertegur sapa."
"Baiklah, Mas akan mengawasi kalian. Takutnya kamu macam-macam."
"Aku tidak akan macam-macam kok, Mas." Raisa memeluk suaminya.
°°°°
__ADS_1