
Fajar shidiq telah menyingsing bersama dengan itu suara riuh ayam berkokok saling sahut sahutan, membangunkan manusia yang masih terlelap dalam dunia mimpi.
Adzan telah berkumandang mengajak semua insan menghadap sang maha Kholiq. subuh memang waktu yang merupakan sebuah ujian dan kenikmatan bagi masing insan.
"shodaqollahul 'adhzim" Humaira menyelesaikan dan menutup al Qur'anul Karim
itulah Yang dilakukan Humai, sebelum subuh datang dia melakukan ibadah sunah lainnya
cara
"Allahu Akbar" dilanjutkan dengan shalat
dia terlebih dahulu melakukan shalat Sunnah kemudian dilanjutkan shalat fardhu, tk lupa dia berdzikir sebentar memuji kebesaran ilahi dan tak lupa mendoakan almarhum suaminya.
HUMAIRA AZ-ZAHRA diusia ke 21 tahun dia sudah menyandang status janda dan menjadi single parent
*flasback on
AlFARIZI ADNAN nama yang diberikan almarhum suaminya kepada anaknya setelah bayi lahir
mereka menyambutnya dengan penuh sukacita ditambah dengan hadirnya keluarga besarnya.
tapi kebahagiaannya tak berlangsung lama berganti duka yang mendalam, belum genap 2 tahun Alfa kecil ditinggal pergi oleh ayahnya
menghadap sang khalik
semua berduka atas meninggalnya ayah muda itu Apalagi melihat bayi mungil yang ada di dekapan Humai.
__ADS_1
,menangis pasti tapi jangan sampai meratapi nya karena semua milik Nya dan tentu Dia lebih berhak untuk mengambil Nya
kata orang manusia bukanlah pohon pisang, yang mana apabila pohon pisang telah berbuah (menandakan telah tua) berarti sebentar lagi dia akan mati ( ditebang ).
tapi umur manusia tidak ada yang tahu, itu hanya Tuhan Yang Maha Mempunyai yang tahu
setelah gelap terbitlah terang, itu keyakinan Humai menjalani hidupnya karena Tuhan tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya
* flasback off*
"Humai ibu nanti ada pengajian di kampung sebelah ibu minta tolong antar kan ini ke ladang" kata Bu Anis
"baik saya antar kan sekarang saja Bu "jawab Humai
"jangan kata bapakmu agak siangan saja, karena tadi sarapan sedikit" cegah Bu Anis
"Alfa akan ikut ibu....disana banyak yang bawa anak kecil" kata ibu
"oh ya sudah" kata Humai
"oh ya sekalian kamu jemput Adiba ya, dia tadi ikut temannya, ibu takut Adiba tidak langsung pulang " seorang ibu yang cemas takut anaknya salah dalam memilih teman
"ya Bu...ibu berangkat jam berapa " tanya Humai mengalihkan pembicaraan.
ia kecemasan ibunya tapi dia percaya adiknya ADIBA SHAKILA tidak akan terpengaruh pada teman-temannya
"ini ibu akan siap siap lalu berangkat, Bu yanik ngajak boncengan sepeda motor "jawab Bu Anis
__ADS_1
"ya sudah bu, saya siapin Alfa nya dulu"segera dia pergi ruag tamu mengambil Alfa dan mengganti semua yang dipakai Alfa dengan yang masih ada di lemari dan tak beberapa khas kebutuhan bayi.
"humai..Alfa nya sudah selesai belum ini ibu mau sudah siap" teriak Bu Anis
sementara di dalam kamar Humai bercanda dengan Alfa
"uluh uluh.... gantengnya anak bunda...mmm..mmm" hidung Humai menggelitik perut Anaknya
Alfa pun tertawa geli
mendengar teriakan ibunya, Humai menghentikan candaannya
"ya Bu sebentar...ini lagi ambil tas perlengkapan bayinya juga"jawab Humai tergesa-gesa
"ya sudah cepetan sini..mmm...cucu nenek mau ikut ya...mmm" sambil mencium bibir mungil bayi Alfa
" jangan lupa pesan ibu " kata Bu Anis
"iya sudah .. itu dijemput sama Bu yanik...dadada Alfa"Humai melambaikan tangannya
" ya sudah ibu berangkat.... assamulaikum " ucap Bu Anis
"waalaikum salam... hati-hati bu"jawabnya
setelah itu dia bersiap-siap mau ke ladang
diladang itu sekarang tempat kesukaannya
__ADS_1