
"baiklah, Yanti jawab satu satu nih, Yanti nyampe tadi pas magrib dan itu teman Yanti yang menggantikan Yanti menjaga non Aretha" jawab Yanti
"apa... ganti... apa aku tak salah dengar kamu mau berhenti, "mbok yum
"ia mbok..... mbok gak salah dengar kok, beberapa hari lagi aku mau nikah, jadi Yanti kembali kesini selain pamitan sama kalian semua dan mengambil barang barangku, sekalian juga mengantarkan Humai sebagai gantinya Yanti" kata Yanti
"dan non Aretha sepertinya suka dengan Humai, itu membuat ku lega, mbok tahu sendiri kan majikan kecil kita itu orangnya milih milih, dan melihat mereka yang sudah akrab itu membuat ku tenang dan lega meninggalkan rumah ini" kata Yanti
Yanti dan mbok yum masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam, untunglah yang di persiapkan hanya sedikit, hanya untuk nona kecil mereka, karena tuan besar mereka sedang pergi ke penjamuan makan malam
"memangnya kapan acaranya yan," tanya mbok yum
" empat hari lagi mbok"
"apaaa.....empat hari lagi, tapi kamu masih disini ?, seharusnya kamu berada dirumah,"
" ya seharusnya memang begitu, tapi mau gimana lagi ini bentuk tanggung jawab aku karena meninggalkan pekerjaan secara mendadak"
mereka berdua keluar dari dapur, membawa beberapa menu makan malam untuk nona kecil mereka.
" hm... kalian sudah kenalan, sekarang waktunya non makan malam, ini mbok yum sudah masak kesukaan non retha"
kata Yanti
Humai berdiri, meletakkan Aretha pada kursi di depannya dan mengambilkan piring
__ADS_1
"non mau apa, biar mbak ambilkan" tanya Humai sambil mengambil nasi untuk nonanya, Humai memperlihatkan pada Yanti apa yang ia ambil,
" aku mau ayam aja mbak, sama capcai aja" jawab Aretha
Humai mengambil nasi serta pelengkapnya lalu ia menyuapi Aretha dengan telaten
Yanti dan mbok yum tersenyum melihat Aretha makan dengan lahap
"mm... Humai kenalin ini mbok yum, dia yang mengurus rumah ini, dan mbok ini Humai, saya titip Humai ya mbok, tolong bantu dan ajari dia apa yang ia tidak tahu" kata Yanti
" kamu tenang saja Yan, kita disini sama sama berjuang, jadi mbok pasti bantu kok"
"terimakasih mbok" Humai yang sudah menyuapi Aretha mencium punggung tangan mbok yum
setelah satu jam berlalu, Aretha pun menguap, itu tandanya Aretha sudah mengantuk, akhirnya mereka pun bubar menuju kamar masing masing, Aretha mengajak Humai untuk menemaninya tidur
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"selamat ya pak Dika akhirnya kita bisa menjalin kerjasama, semoga kerjasama ini bisa meningkatkan semangat dan kualitas produk kita" pak Hendra
"selamat juga pak Hendra, dan semoga kerjasama ini bisa menarik investor investor lain mau bergabung dengan kita" Dika menyambut tangan pak Hendra dengan senyum merekah
"ya sudah kalau begitu saya pergi ke sana dulu ada seseorang yang ingin saya temui, silahkan pak Dika dan ibu mencicipi hidangan yang ada " pak Hendra menunjuk ke sudut lain ruangan itu
" silahkan pak kami, terimakasih atas penjamuannya" jawab Dika
__ADS_1
Dika berjalan mendekati meja istrinya, ia merasakan saat ini istrinya tidak baik baik saja
"Ria, kamu kenapa, kok kelihatannya gelisah atau kamu sakit?" Dika memegang pundak istrinya dan duduk disamping nya
" eh mas...nggak, ini aku lagi kepikiran sama Aretha,?" kata maria
"emangnya kenapa dengan anak kita?"
"bukan begitu pa, waktu kita meninggalkan Aretha masuk waktu para maid istirahat, jadi aku kepikiran bagaimana kalau dia nangis sedangkan yang lain lagi istirahat, tapi.. tadi udah persen sama mbok yum kalau ada apa langsung hubungi Ria"
" ya sudah, kalau tidak ada yang menghubungi kita berarti dia baik baik saja" Dika menenangkan istrinya
"ehm.... benar juga"
dr....dr..dr
handphone Dika bergetar, Dika tersenyum melihat siapa yang menghubunginya,
pasti bang Daffa mau menanyakan hasil dari penjamuan ini
"bang Daffa nellpon" Dika memberitahukan Maria
" ya sudah diangkat, kalau lama bisa ngomel dia, kayak perempuan"
"kamu ini.... gitu gitu dia abang kamu, dan tentu kakak ipar terbaik"
__ADS_1