Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
Doa mertua


__ADS_3

"apa kamu mau nikah lagi nak? apa dia tidak menerima dengan keberadaan Alfa?" ibu mertuanya mencerca dengan pertanyaan seakan akan tak terima Humai menikah lagi


.


"hm... tidak bu, Humai pamit karena besok saya mau ke kota ada teman yang menawarkan pekerjaan" jawab Humai


"Hu..Humai maafkan pertanyaan ibu" bu achmad jadi tak enak hati pada menantunya


sebenarnya bu achmad sadar menantunya, masih muda dan masa depannya yang lebih baik masih bisa diraihnya, tapi bila teringat cucunya yang masih kecil dan sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang, dia seakan akan tidak rela kalau Humai menikah lagi


"memang kerja apa nak dan dimana?" pak achmad yang tadinya diam pun bertanya juga


" kebetulan ada teman yang berhenti kerja jadi dia menyuruh Humai menggantinya, dan kerjanya itu sebagai pengasuh, dan tempat nya dikota pak!" jawab Humai


"apa kamu sudah izin pada orang tuamu ?"tanyanya lagi


" tentu sudah pak, kalau tidak mana mungkin Humai kemari untuk pamit, paling kesini nya untuk main"


"ya sudah, bapak dan ibu hanya bisa mendoakan semoga apa yang dicita citakan dan yang direncanakan Humai semuanya terwujud,"


"Aamiin" ibu achmad dan Humai pun menjawab bersama

__ADS_1


"hh... seandainya bapak mempunyai harta yang lebih dan bapak sudah tidak mempunyai tanggungan, bapak tidak diizinkan kamu meninggalkan Alfa " tuturnya lagi


"terimakasih atas doanya, bapak tidak usah memikirkan itu, cukup doakan saja kami, pasti semuanya baik baik saja, sekali lagi terimakasih dan jangan pernah bosan mendoakan kami berdua" Humai lalu mengambil tangan bapak mertuanya dan mencium nya dan begitupun dengan ibu mertuanya


" kapan kamu berangkat ke kota" bu achmad


" hm.. insya allah besok bu " Humai


"hah besok, kok mendadak kemarin saya ketemu dengan ibumu beliau tidak mengatakan apa apa" itu terlalu cepat menurut bu achmad


"memang mendadak bu, bahkan Humai izin sama ibu sesudah datang dari pengajian, dan hari itu juga Humai ketemu teman yang mau nikah tapi masih terikat janji sama majikannya


tak terasa waktu terus berlalu, hari sudah menjelang sore waktunya Humai pulang, sebelum maghrib harus sampai di rumah karena apabila waktu senja masih diluar itu tidak baik apalagi untuk anak kecil


"mbak tenang saja insyaallah saya akan ingat selalu pesan mbak " jawab ikmal meski berat melepaskan kepergian kakak iparnya ia harus merelakan jauh dari kakak iparnya


" doa kami selalu menyertai kalian, semoga apa yang kau inginkan sesuai dengan rencanaNya" pak achmad menggendong Alfa mengantarnya keluar dari pekarangan rumahnya


Humai dan Alfa pamit tak lupa mencium punggung tangan kedua orang tua itu


"panggil salam sayang " katanya pada Alfa

__ADS_1


" ac la mu cum" kata alfa


"ya sudah pak bu kami pulang, assalamualaikum " sambil menstater motornya


" wa'alaikum salam, hati hati "


...***************...


sementara di kota


"hh ma, kapan Yanti kembali? " tanya Dika yang sambil membaca berita yang ada di hp nya


" entah lah pa, mungkin besok, kata Yanti kemarin itu mungkin lusa, entah lusa nyampek atau masih berangkat itu saya tidak tahu "jawab lawan bicaranya


"syukur lah kalau begitu "kata Dika


" memang kenapa mas? " balik nanya


"nggak apa apa, cuman besok tuh ada undangan makan malam dengan pak hendra, kalau kita bawa Areta juga mad tidak enak soalnya di sana kita mau membicarakan bisnis, "jelas Dika sedikit mengingatkan istri nya


"eh iya ya, Ria lupa, semoga mereka cepat dateng" kata Maria

__ADS_1


"kok mereka ma?, apa mama nambah baby sitter lagi?" Dika tk mengerti


"nggak pa.... mereka itu yaitu Yanti dan temannya yang mau kerja disini, "jawab Maria


__ADS_2