Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
pamit


__ADS_3

Dengan rasa riang dan bahagia mereka menyusuri jalanan di pedesaan, alfa tak henti hentinya mengoceh, ada ada saja yang mau di tanyakan membuat harus pintar untuk menjawab


perjalanan yang biasanya bisa ditempuh 15 menit mini jadi lebih lama karena Humai mengurangi kecepatan motornya dari biasanya, biar pelan asal selamat ,kalimat itu lebih tepat untuknya saat ini,bukan hanya memikirkan dirinya saat ini tapi juga tentang anaknya


"Alhamdulillah, kita sudah sampai sayang, panggil salam Al" secara tidak langsung Humai mengajarkan anaknya adab bertamu


"assalamualaikum " mereka berdua mengucapkan salam tentu dengan ucapan Alfa yang cadel


hari masih pagi semestinya masih ada orang didalam rumah mertuanya, tapi tak ada jawaban dari dalam rumah,


setelah beberapa kali mengucapkan salam terdengar suara langkah kaki menuju pintu


"wa'alaikum salam, siapa ya?" jawab tuan rumah sambil membuka pintu


"Alfa..Humai....sini sayang peluk nenek"


Humai membiarkan mertuanya mencurahkankan rasa rindunya pada cucunya, Alfa pun demikian memeluk neneknya dengan erat


"ibu gimana sehat?" Humai mulai bicara


"hm...Alhamdulillah baik, kami semua baik, ya sudah yuk masuk !" bu achmad mengajak menantu nya masuk sambil menggendong cucunya,


dipandanginya cucu tersayang nya wajahnya semakin mirip dengan Almarhum anaknya, Tuhan Maha Adil Dia telah mengambil putranya tapi menggantinya dengan kehadiran Alfa sebagai cucunya

__ADS_1


"bu ....ini dari ibu Humai sengaja memasak lebih karena Humai dan Alfa mau main disini seharian, boleh kan bu ?" Humai bertanya takut merepotkan keluarga mantan mertuanya


"kamu itu bicara apa nak, kenapa mesti bertanya, disini tuh rumah kalian juga jadi gak perlu bertanya dan apa ini, justru ibumu repot memasak lebih segala hanya untuk dibawa kesini, cukup bawa Alfa saja sudah lebih dari cukup, percuma juga kalau misalnya kamu kesini tapi Alfa tak ikut" kata ibu achmad panjang lebar


" bukan begitu saya takut merepotkan ibu dan semua keluarga karena sekarang Alfa lagi aktif banget bu, nanti malah diberantakin, kan nambah pekerjaan jadi repot "


" itu mah biasa anak kecil itu harus aktif" bu achmad tersenyum melihat Alfa mulai bermain


anak kecil itu sedang asyik dengan dunianya sendiri, Humai sengaja membawa beberapa mainan Alfa


"kok sepi bu pada kemana?" setelah melihat keadaan rumah mertuanya


"iya babak lagi kerja narik dan ikmal sekolah, oh ya ibu menelpon bapak dulu mau kasih tahu kalau Alfa ada di sini, pasti dia sangat senang" bu achmad pergi mengambil handphone dan menghubungi suaminya


tak lupa dia meminta membelikan bahan makanan untuk makan siang nanti, rencananya bu achmad ingin memasak lebih


sembari menunggu pak achmad Humai dan ibu mertuanya bercerita,terutama tentang perkembangan Alfa


"assalamualaikum" pak achmad datang dengan menenteng beberapa plastik


"wa'alaikum salam " mereka menyambut kedatangan pak achmad dan mencium tangan tangan lelaki paruh baya itu


"Al gimana kabarnya cucu kakek ini ?" sambil mencium alfa

__ADS_1


"hm....aik cek, cek ain uk" alfa mengajak pak achmad main


"ya sudah bapak main sama Alfa, ibu sama Humai ke dapur mau mau masak makan siang, yuk nak" ibu achmad


"bu apa tidak kepagian baru jam 8 lewat"


"nggak nanti habis masak kita tinggal santai aja sambil nunggu ikmal dan kamu bisa istirahat"


akhirnya mereka sibuk dengan kegiatan masing masing


" Humai sepertinya Alfa sudah capek, mau tidur kayaknya" terlihat pak achmad menggendong Alfa yang kepalanya bersandar di bahunya


" ya sudah, sini pak alfanya biar Humai tidurin dulu, oh ya kamarnya yang mana pak" karena sudah lama tidak tinggal dirumah ini dia bertanya takut nya ada yang berubah


"kamu itu masih nanya, kamarnya tetap, gak ada yang berubah, itu tetep kamar kalian, sengaja gak ada yang dirubah, karena mungkin suatu saat kamu dan Alfa mau menginap disini dan sekaligus ada kenangan Almarhum" kata ibu achmad


"ya bu , baiklah Humai ke kamar dulu" Humai pamit


Humai masuk ke kamar itu,kenangan demi kenangan mulai ia mengingatnya, suka duka yang ia lalui dikamar ini bersama almarhum, sambil melihat isi kamar Humai menidurkan anaknya


setelah beberapa menit berlalu Humai keluar dan bergabung denga keluarga pak achmad di ruang tamu, sembari menunggu ikmal pulang mereka berbincang bincang,


"hm...pak...bu..sebenarnya Humai kesini selain kangen pada keluarga ini, saya.. mau.. pamit pada bapak dan ibu, saya mohon pada bapa dan ibu kalau ada waktu senggang ikut menjaga Alfa" Humai ragu untuk mengatakan keinginannya

__ADS_1


pernyataan Humai tentu membuat mereka kaget dan sedih


"apa kamu mau nikah lagi nak? apa dia tidak menerima dengan keberadaan Alfa?" ibu mertuanya mencerca dengan pertanyaan seakan akan tak terima Humai menikah lagi


__ADS_2