Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
bertemu teman lama


__ADS_3

humai bersiap-siap mau ke ladang, di ladang itulah tempat kesukaannya, menikmati dan mensyukuri nikmat yang di berikan Sang Maha Pencipta


sebelum berangkat dia memeriksa keadaan rumahnya, takutnya dia lalai apalagi kalau itu kompor, kemudian dia mengambil kunci motor dan keluar mengunci pintu


Dengan kecepatan sedang dia membawa bekal bapaknya


bapaknya hanya buruh tani tapi semangat seorang ayah untuk mencari nafkah tidak akan pernah pupus


apalagi di tambah hadirnya seorang cucu yang sudah menjadi yatim semangatnya semakin bertambah


"assamulaikum...pak berhenti dulu, makan dulu"kata Humai sembari menyiapkan nasi dan pelengkapnya


"waalaikum salam....kok Kamu yang nganterin nak " jawab pak Luthfi sembari cuci tangan


"emangnya ibumu kemana dan Alfa kenapa ditinggal sendiri"tanya pak Luthfi bertubi-tubi


"hh... bapak kebiasaan deh...tanyanya satu satu pak..kan repot jawabnya" Humai cemberut


"ia.. habis bapak khawatir kalau Alfa ditinggal sendiri " kata pak Luthfi


"Alfa ikut ibu ke pengajian "jawab Humai sembari melihat lihat pemandangan luas di depannya


"eh..itu kok sepertinya aku kenal deh" gumam Humai


"pak Humai jalan jalan dulu ya "kata sambil membetulkan jilbabnya


"hmm emang mau kemana "tanya pak Luthfi


"enggak kemana mana pak, cuman itu seperti teman humai"jawab Humai sambil menunjuk ke seseorang


"ya sudah tapi jangan lama-lama, kamu kan bawa motor jadi tolong jeput adikmu sekalian " kata pak Luthfi


"ia rencananya memang gitu ...ya sudah saya ke sana dulu, semoga saja dia benar teman humai " Humai melangkah menyusuri pematang sawah


setelah melewati beberapa petak sawah akhirnya Humai akhirnya dia sampai dan dia memperhatikan orang tersebut

__ADS_1


"assamulaikum... Yanti kan?"sapa Humai ragu


"waalaikum salam... Humaiiii" Yanti menjawab salam Humai setelah menoleh ke belakang dan berdiri memeluk Humai


" tadinya aku ragu, untuk nyapa kamu,aku salah orang, kan yang aku tahu kamu ada di kota"ujar Humai


"ia memang, setelah lulus saya merantau ke kota" jawab Yanti


"waah hebat kamu punya pengalaman tidak seperti ku, gimana cerita dong pengalamannya "kata Humai kepo


"he he apa yang mau di ceritain, wong cuman jadi pengasuh doang" Yanti terkekeh melihat Humai


"ya setidaknya kamu kan punya pengalaman di luar kampung "kata Humai


"ya intinya hujan emas di negeri orang lebih baik batu di negeri sendiri " ujar Yanti


"jadi kamu berencana pulang sekarang "tanyanya


"ya " jawab Yanti singkat


" tidak, kemarin aku disuruh pulang dan sampai disini keluarga mas Andy memajukan lamarannya "kata


"oh ya selamat ya, semoga lancar dan pastinya SAMAWA sampai Kakek nenek " Kata Humai turut bahagia


"kamu sendiri gimana,


pasti kau dan ADNAN sudah bahagia" Yanti balik tanya


"Haha kau memang sudah menjadi anak kota yaa..."kata Humai


Yanti menoleh, melihat wajah Humai yang sulit di artikan


"memangnya apa dengan anak kota" Yanti sedikit kesal


"yaa.. kalau kita disini, didesa ada berita apalagi gosip pasti langsung tersebar

__ADS_1


dan kau tahu, kau ketinggalan berita " Humai tersenyum mengingat dirinya


dahi Yanti mengkerut tak mengerti apa yang dibicarakan Humai


" Yan ... seluruh warga disini tahu tentang keadaan ku ...hhh" Humai mengambil nafas dan membuangnya


"apa yang terjadi mai"tanya Yanti


"suami ku meninggal Yan "jawab Humai meski berat dia harus menjawab.


"astaghfirullah, innalilahi beneran itu mai" Yanti tak percaya penuturan Humai


dan dia pun hanya mengangguk


"maaf , telah mengingatkanmu pada almarhum


Allhummah firlahu, saya turut berduka cita atas meninggalnya suamimu " kata Yanti


prihatin


"tak apa biar bagaimanapun aku harus ikhlas karena Dia yang lebih kuasa dan memiliki, sekarang yang terpenting bagiku adalah anakku "katanya


"tak ku sangka di umur yang masih muda kau sudah menjadi janda dan single parent, kamu yang sabar ya mai.... kau pasti bisa melaluinya


Allah tidak akan menguji seorang hamba di luar kemampuan hambanya "kata Yanti mencoba memberikan motivasi kepada Humai


Yanti sendiri tidak tahu apakah dia mampu seperti Humai.


"sudahlah, oh ya kamu sendiri kenapa tadi bengong, melamun sendiri


tak baik melamun sendiri apalagi bagi calon pengantin "Humai mengalihkan pembicaraan


"yeee.....siap yang melamun, tadi aku hanya berfikir bagaimana caranya saya memberitahukan majikan ku" kata Yanti


"memangnya kenapa.. kan tinggal ngomong mau nikah " Humai

__ADS_1


__ADS_2