
sedangkan Humai sudah duduk di tempat dimana biasanya dia menunggu Aretha sampai jam pulang, tentu bersama teman seprofesinya
setelah saling menyapa, Humai permisi, seperti biasa disela sela menunggu dia pergi ke musholla yang di dalam yayasan itu
"aku ke musholla dulu ya," Humai
"yaaa"
mereka menjawab dengan serempak, tapi tiba tiba
"gue ikut dong" .tiba tiba Nita berdiri
"ikut, mau ngapain lho" tanya Erni
"ya, mau ngerumpi," kata Nita sekenanya
"eh kalau mau gosip disini saja, ngapain jauh jauh, lagian mana mau Humai diajak ngerumpi" kata Erni
"biar, lagian siapa juga yang mau ngerumpi sama Humai, wong aku ngerumpi sama Tuhan" kata Nita
"apa, kau benar mau ikut Humai , jadi aku ditinggal sendiri,"
"yaap" jawab Nita dan segera mengejar Humai yang sudah jauh
sementara dibagian yang lain seorang wanita paruh baya memperhatikan kearah Humai berjalan
"siapa wanita itu, apa mungkin dia yang dimaksud cucuku, kalau memang dia akupun setuju dengan pilihan cucuku" gumamnya
"eh jeng Intan, lihat apa sih dari saya lihat jeng lihatnya kesitu terus" tegur temannya
"ah tidak, tidak ada" jawabnya
"eh jeng, kapan nih punya mantu lagi nih, kasihan lho kayla, pasti kayla kangen kasih sayang seorang ibu" kata teman yang satunya lagi
"pengennya segera sih, tapi gimana, semua harus dipikir mateng mateng dulu, sebelum mengambil keputusan" jawab jeng Intan
sudah satu bulan terakhir cucunya kayla bercerita di sekolahnya ada wanita cantik dan baik, dan kayla mengatakan pada omanya ingin dia menjadi ibu sambung nya, dan karena cerita kayla saat ini dia berada di sini
__ADS_1
waktu terus berlalu, detik berganti dengan menit, begitupun dengan menit berganti dengan jam, dan ini sudah menunjukkan jam pulang untuk Aretha
dan sungguh hari cuacanya benar benar panas,
"mbak Humai, Retha haus banget, mau minum yang segar segar" kata Aretha setelah keluar dari kelas
"ya sudah kalau gitu kita jus buah dulu ya" kata Humai
"tapi Retha nggak mau jus mbak, Retha mau es krim aja, pasti lebih segar" kata Aretha
"es krim yaaa" Humai sedang berpikir. "kalau begitu kita telpon mama dulu yaa, non minta izin dulu sama mama non"
"tapi.... kan cuma hari ini" bujuk Aretha
"makanya kita izin mama dulu, kalau cuman hari ini pasti dikasih izin, daripada nanti ada apa apa, bukan hanya mbak yang dimarahi tapi non juga bisa dimarahi sama nyonya" kata Humai
"baiklah,"
akhirnya Humai menghubungi majikannya, dan mengatakan keinginan Aretha
"kata nyonya boleh tapi cuman nggak boleh nambah, ingat cuman satu, kalau nggak mau kata nyonya nggak usah beli sekalian" kata Humai dengan penekanan karena biasanya nona kecilnya aka minta lagi sebelum ia puas
"ya udah mau, kalau gitu ayo, aku mau ambil yang coklat, mmm pasti enak dan segar"
"ya udah, kita beli es krim di kantin saja ya non, sambil nunggu bang Hanif," ajak Humai
"ayo" mereka bersemangat, terutama Aretha
sampai di kantin Aretha langsung memilih es krim yang ia mau, karena dia hanya dikasih jatah satu jadi dia mau kalah, maka dia ambil es krim yang besar
"lho non kok ambil yang itu, itu terlalu besar buat non, ambil yang biasa aja"
"nggak mau, katanya mbak Humai nggak pa apa asalkan cuman satu, ini Retha ambil satu, mbak Humai protes"
"ya non Retha ambil satu tapi ini bisa dua orang, sama juga boong kalau gitu"
"he he he... kan yang penting ambil satu, ya udah jangan protes"
__ADS_1
"ya udah terserah non aja deh" Humai menggelengkan kepalanya mendengar perkataan nona nya
"non sepertinya mbak mau ke toilet, non tunggu disana dulu ya, sambil nunggu bang Hanif, mbak mau buang air kecil dulu"
Humai menunjuk ke bangku taman dan dia pun berlalu mencari toilet terdekat
dan di sudut lain Daffa sedang berbincang bincang dengan para kepala sekolah, mulai dari kepala sekolah tingkat taman kanak kanak, sekolah tingkat pertama, sampai tingkat menengah atas, mereka melaporkan setiap perkembangan dan kekurangan di tingkatan masing masing
setelah melihat lihat lingkungan sekolah, akhirnya Daffa pamit pulang sekaligus ingin menemui keponakan tersayangnya, mereka pun menyusuri koridor sekolah,
"bos, itu sepertinya Aretha" Andri menunjuk dimana Aretha
"ya sudah ayo kesana, itu kenapa Aretha sendiri disana, bukannya sudah ada baby sister, dasar pengasuh tidak tanggung jawab" Daffa ngedumel sendiri
"Aretha, kenapa duduk di sini dan apa yang kamu makan itu"
"unclee" Aretha hendak berlari kedalam pelukan Daffa
"stop, diam disitu, lagian apa ini, bagaimana kalau Aretha sakit" Daffa mengambil es krim ditangan Aretha dan menyuruh Andri membuang es krim itu
"uncle, itu punya Retha, kenapa dibuang" Aretha merengek
"itu tidak baik, nanti kamu sakit, sudah sekarang pulang sama uncle" Daffa menggendong Aretha dan berjalan ke arah mobilnya
"income mau membelikan es krim yang lain rasanya ya?,"
"kita beli yang lain, selain itu"
"nggak mau, Retha mau es krim, Retha mau es krim, es krim" Aretha merengek memukul dada bidang lamanya
dilain tempat Humai baru keluar dari toilet, penglihatannya langsung ke tempat duduk Aretha, dan yang dicari tidak ada ditempat yang ia tinggalkan, setelah melihat sekelilingnya Humai melihat dia sedang berada dalam gendongan seseorang dan sepertinya Aretha tidak baik baik saja,
melihat Aretha yang sepertinya di bawa paksa oleh seseorang, Humai langsung lari mengejar mereka
"hei....... penculik"
buuuk
__ADS_1