Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
single parent


__ADS_3

dan mereka sama sama diam saat melihat orang yang bersama Aretha


"pantas saja, auranya beda" kata Maria ambigu. "pantas saja Aretha langsung nyaman berada di dekatnya, sudah cantik dan sepertinya jiwa keibuannya sangat besar" batin Maria


"cantik, tapi sepertinya ada yang lebih menarik dari sekedar cantik, tapi entah itu apa " batin Dika pun bicara


"pagi tuan, pagi nyonya, sa... " Humai mau memperkenalkan diri, tapi dari arah dapur Yanti keluar membawa secangkir kopi dan teh untuk majikannya yang sudah menjadi kebiasaan setiap pagi sebelum berangkat


"pagi pak, bu"


" pagi," jawab keduanya


"pak, bu perkenalkan ini teman Yanti yang akan menggantikan Yanti, namanya Humai, itupun kalau bapak dan ibu setuju" Kata Yanti, ia takut majikannya tidak suka dengan Humai


"salam tuan, nyonya perkenalkan saya Humai" Humai mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan dan hormat kepada majikannya,


Maria pun menyambut tangan Humai, dan tak disangka ternyata Humai mencium punggung tangan Maria


"eh kenapa kau lakukan itu, aku bukan orang tuamu" kata Maria terkejut dengan apa yang dilakukan Humai


"mm..maaf nya kalau saya lancang, tapi ini mungkin sebagai salam perkenalan dan nyonya lebih tua dari saya, selayaknya yang muda mencium tangan yang lebih tua sebagai tanda hormat dan takdzim saya" kata Humai


"tuan" sedangkan pada Dika dia hanya menankupkan kedua tangannya di depan dada


Dika yang sedari tadi diam dan melihat sikap Humai yang sopan dan santun kemudian tersenyum setelah Humai menyapanya dengan cara yang seperti itu


"oh.. ya sudah, eh sayang, princes nya mama udah cantik, wangi lagi, mandi sama siapa tadi" Maria beralih pada Aretha

__ADS_1


"tadi saya mandi sama mbak Humai, asyik ma sambil cerita cerita" kata Aretha gembira hanya dengan dengar suasana di desa


"oh ya, ya sudah, sekarang mari kita sarapan, nanti papa dan mama telat, dan kalau papa mama sampai kita dimarahi uncle" ajak Dika


"ya uncle memang pemarah" kata Aretha


Setelah menata menu sarapan pagi Yanti kembali ke dapur, sedangkan Humai mengambil makanan untuk nona kecilnya


akhirnya mereka sarapan, melihat Humai yang dengar sabar dan telaten mengurus anaknya, Maria yakin anaknya berada di tangan yang tepat, apalagi melihat Aretha yang langsung dekat dengan Humai, tidak ada alasan untuk tidak menerimanya


"mas, kamu berangkat aja dulu, biar nanti aku panggil taxi, nanti aku telpon ke kantor izin telat" kata Maria


"kalau begitu saya berangkat dulu, by sayang, baik baik dirumah ya! " Dika pamit pada Anak kesayangannya


"ya pa, by papa"


" kenapa kamu kok tumben mau berangkat telat" tanya Dika


"ini aku tuh mau interview baby sister Aretha mas, dan lagi aku mau memberikan hadiah untuk Yanti sebagai hadiah pernikahan, gitu mas" tutur Maria


"oh ya sudah, aku berangkat ya, mmuach"


setelah mobil yang ditumpangi suaminya tak terlihat Maria pun memanggil Yanti dan Humai


"duduklah" titah Maria


mereka berdua mengikuti perintah nyonya nya

__ADS_1


"yan, hari pernikahan mu kapan,"tanya Maria


"lusa bu"


"apaa... lusa, lalu kenapa kau masih disini, seharusnya kau itu dipingit atau paling tidak kamu berada di desamu"


"itu karena tanggung jawab saya bu karena saya berhenti mendadak padahal ibu sudah mewanti wanti agar bilangan sebelum berhenti, makanya saya izin pada orang tua saya untuk mengantar Humai kesini dan lagi saya takut non Aretha tidak bisa menerima Humai bu, tapi setelah melihat tadi malam dan barusan waktu sarapan saya sudah bisa tenang dan saya kesini sekarang mau pamit sekaligus mengambil barang milik Yanti bu" kata Yanti panjang lebar


" yan terimakasih ya sudah menjaga Aretha selama ini, maafkan kesalahan kita baik yang disengaja maupun yang tak disengaja selama kau bekerja disini !, dan ini adalah gaji kamu bulan ini, dan ini mungkin ada sedikit pesangon dan hadiah dari kami, maaf kita gak bisa hadir di pesta pernikahan mu"


"ya bu nggak apa apa, Yanti ngerti kok bapak dan ibu kan sibuk, terima kasih atas pemberian ibu, dan maafkan Yanti selama bekerja di sini ada salah pada ibu" kata Yanti


dari tadi Maria hanya berbicara pada Yanti, bukankah Maria memanggil keduanya, Yanti dan Humai.


Humai hanya bisa mendengarkan keduanya


"hm...kamu Humai, selamat datang dirumah ini semoga kamu betah tinggal dan bekerja di sini,"


"terimakasih nya, telah memberikan kesempatan pada Humai"


"hm... Humai pa boleh aku bertanya," Maria ragu


"silakan nya , saya akan jawab semampu saya" jawab Humai


" Humai, kata Yanti, kamu dan Yanti seumuran bahkan satu kelas, tapi kata Yanti status kamu sekarang sudah janda, apa itu benar, maaf ya kalau menyinggung kehidupan mu" sebenarnya Maria ragu, takut menyinggung kehidupan Humai


"tidak apa apa nya, memang benar status saya janda dan sekaligus orang tua tunggal dari anak saya Alfa

__ADS_1


__ADS_2