
Humai meninggalkan ibunya di dapur dan melanjutkan pekerjaannya, ia berniat sehari penuh bermain di rumah mertuanya bersama anaknya
Setelah semuanya di bersihkan dia pergi ke kamarnya mau membangunkan anaknya
"sayang anaknya ummi ayo bangun, kita ke rumah kakek achmad, mau kan" hidungnya
menelusup ke perut anaknya
"hmm mi mi "
"mau ikut ummi mmm mmm"
"mau mau" Alfa berjingkrak
"kalau mau ikut ayo mandi, makan habis itu berangkat yeeyy"
"ole mo ke umah acek mad" Alfa girang
Bicara yang kurang lancar dan kurang Lengkap menjadi hiburan bagi keluarga Humai
"mm besok kita tidak bisa berkumpul, maafkan ummi harus pergi meninggalkan Alfa tapi ini demi masa depan kita, terutama demi masa depan Al, insyaallah dengan ini ummi bisa membantu kakek dan menabung untuk sekolahnya Al, ummi harap kamu tidak merepotkan kakek dan nenek, jadilah anak yang penurut jangan nakal, ummi sayang Al" Humai sambil memeluk Alfa seakan-akan dia bicara dengan anaknya, sedangkan Alfa semakin tenang dalam dekapan ibunya
π±π±π±π±π±π±π±
Sinar matahari yang melewati celah jendela membuat manik manik Daffa berkedip karena silau
Dia bangun dan membuka jendela, tubuhnya kini sudah segar ditambah dengan suasana pagi yang sejuk dan segar, tidak menyia nyiakan udara pagi, Daffa menarik nafas kemudian membuangnya
"ah segarnya, sebaiknya aku segera mandi biar badan tambah segar, " gumamnya
__ADS_1
Beberapa menit telah berlalu
"pagi, apa uncle sudah sembuh " Aretha baru keluar kamar bertemu dan menuju ke meja makan
"sudah dong, kan yang rawat reta, terimakasih ya sudah mau merawat uncle" Daffa mengangkat Aretha dan menggendongnya menuju meja makan
Mereka mereka turun dari lantai atas dan Daffa melihat adik iparnya di meja makan, Daffa heran sejak kapan adik iparnya disini
"sejak kapan lho disini" Daffa melihat adik iparnya yang sudah ada di meja makan
"tadi malam bang, gimana bang udah
mendingan ?".Dika
"hmm, memang lho tak capek masih nyusul kesini?" Daffa
Maria tersenyum manja sama suaminya, dia tidak malu memperlihatkan kemesraannya pada kakaknya
"ciih ngapain kamu mesra mesraan di depanku ?" Daffa kesal melihat kelakuan adeknya
"biarin, lagian abang ngapain nanya kayak gitu sama suamiku, kita tuh suami istri jadi sudah sepatutnya dimana ada Ria disitu ada mas Dika apalagi waktu tidur, ia kan kan kan " Ria semakin memperlihatkan kemanjaannya
"apa kamu tidak malu ada orang lain disini apalagi ada anak kecil " Daffa
Maria tidak perduli dengan perkataan abangnya, sengaja dia hanya duduk manis didekat suaminya sedangkan hidangan sarapan pagi disiapkan ole ART
Melihat kelakuan adeknya hanya me geleng-geleng kepalanya
"apa kamu mau mengompori abang dengan kelakuan sama dika ". Daffa
__ADS_1
"hmmm, makanya cari istri biar gak iri melihat orang lain sedang mesra, lagian punya pasangan tuh selain ada memperhatikan, ada yang merawat dan juga bisa tempat melepas lelah" kata Maria panjang lebar
"jadi kamu gak lkhlas kamu merawat abang dan nyuruh abang cepat cepat kawin" Daffa
"nikah bang bukan kawin emang hewan, lagian abang cuman disuruh nyari istri susah amat, mau Ria kenalin sama teman-teman Ria" bujuk Maria
"ogah, abang bisa cari sendiri dan teman teman lho matre semua " Daffa
"abaang iih" Maria kesal dengan kata abangnya yang menjelek jelekan temannya
"mas Dika kok diam dari tadi bantuin dong, Aretha juga bantuin mama juga " Maria menoleh kepada dua orang yang duduk disana juga
Sedangkan Dika tidak mau ikut perdebatan istrinya dengan kakak iparnya hanya mengangkat bahunya karena kalau nurutin kata istrinya itu akan semakin lama, tapi reta malah nanya
"bantuin apa ma" Aretha polos
Semua tertawa melihat Aretha polos kecuali Maria
"bantuin mama minta aunty sama uncle, nanti kalau sudah ada aunty pasti ada adek juga , reta kan mau adek " Maria ngomporin anaknya
"benarkah ma" tanya lagi
"iya makanya bantuin mama "
"uncle minta aunty, aunty, aunty uncle "
"hmmm" Daffa kembali dingin
Karena Daffa mulai mode cool, mereka mulai makanan, hidangan sudah siap, mereka mulai menyantap menu sarapan pagi
__ADS_1