Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
bukan yang terakhir


__ADS_3

ibu keluar dari dapur membawa bungkusan plastik dan diberikan pada Humai, hampir setengah jam bercengkrama dengan keluarganya dan tiba saatnya dia harus benar benar berpisah dari keluarganya, semua berat untuk melepaskan kepergian Humai tapi ini untuk masa depan yang lebih baik


Humai melangkah ke keluar rumah diiringi bapak, ibunya, dan Adiba. tapi setelah beberapa langkah berada di luar pintu Humai teringat anaknya yang masih tidur, ia pun berbalik menerobos celah diantara bapak dan ibunya, ia berlari menuju kamar tempat Alfa tidur, ia masuk dengan perlahan, melihat anaknya tidur dan dia pun mengitari tempat tidur kemudian mencium kening, pipi Alfa


"maafkan umi harus meninggalkan Alfa, jadi anak sholeh ya sayang, ummi harus pergi" batinnya berbicara bersama jatuhnya air mata di pipi Alfa


dia segera berdiri melihat ada pergerakan dari Alfa, ia pun keluar menuju pintu utama


" bapak, ibu, dek.... saya berangkat dulu, titip Alfa, didik dia, seperti ibu dan bapak mendidik Humai dan dek bantu bapak dan ibu menjaga dan mendidik Alfa"


Adiba tak bisa berkata kata dia hanya mengangguk sambil sesenggukan


Humai mengambil tangan bapak mencium tangan kemudian beralih ke tangan ibunya dan melakukan hal yang sama, kemudian dia berhadapan dengan Adiba, Adiba sebagai adik ia mengambil tangan saudari tertuanya mencium tangan kakak yang sebentar lagi tidak akan bisa bersama, kemudian mereka saling berpelukan


" Humai berangkat, assalamualaikum wr wb," Humai pamit terus melangkah keluar dari halaman rumah yang selama ini ia tempati


"wa'alaikum salam, kamu hati hati, jaga kesehatan dan jangan lupa kabar kami kalau sudah sampai" sebagai ibu pasti bu anis yang paling sering untuk mengingatkan Humai


Humai mengangguk


" Humai bapak antar ya "

__ADS_1


"tak perlu pak, Humai mau ke makam dulu sebelum berangkat, setelah dari makam baru Humai berangkat ketemuan sama Yanti di depan gapura desa" tolak Humai


"lebih baik kalian masuk, jangan khawatirkan aku " Humai berjalan sambil membawa tasnya


hari masih pagi, sebagian orang sudah mulai beraktifitas karena pada umumnya profesinya adalah petani, mereka saling menyapa entah itu hanya basa basi atau memang ada kepentingan, Humai terus berjalan


"eh nak Humai mau kemana pagi pagi, kok bawa tas segala " yang salah satu warga


" eh iya bu, ini mau ke kota " jawab Humai


" mau ke rumah family ya mai ? " warga yang lain ikut bertanya


"wa'alaikum salam" mereka serempak menjawab


Humai melanjutkan langkahnya menuju tempat almarhum suaminya berada, sambil melihat lihat desa tempat ia tumbuh karena suasana seperti ini pasti Humai rindukan


Humai sudah tiba di pintu masuk pemakaman, dia mengambil bunga yang ada di dalam tasnya, dia berjalan melewati beberapa kuburan sambil membaca doa,


akhirnya dia sampai tempat peristirahatan terakhir suaminya


dia pun duduk bersila disamping kuburan suaminya, memulai dengan membaca denga surah Al Fatihah, yasin, tahlil dan terakhir doa

__ADS_1


" Ya Allah ampuni dosa hamba, kedua orang tua hamba, khususnya dosa suami hamba, lapangkanlah kuburnya, semoga suamiku di jauhkan dari siksa kubur maupun siksa akhirat, berilah suamiku nikmat kubur, Ya Allah berikan kami kesabaran dan ketabahan, kuatkan dan tambahkan iman dan islam hamba dan orang orang yang saya sayangi, Ya Allah semoga nanti ditempat yang baru dijauhkan semua musibah, pertengkaran, dan kemaksiatan, semoga hamba selalu dalam lingdunganMu" Humai menutup doanya dengan surah Al Fatihah


disamping mendoakan almarhum suaminya dia juga berdoa untuk dirinya sendiri karena berdoa di samping kuburan (apalagi kuburan orang tua) itu tempat yang istijabah


Humai membersihkan batu nisan suaminya dan dia berbicara sendiri sembari menaburkan bunga diatas makam suaminya


" bang apa kabar?, semoga abang mendapatkan kenikmatan di alam sana, bang, Humai kesini mau mendoakan abang, abang pasti heran kenapa adek abang pagi pagi sudah kesini, Humai nyekar bukan untuk yang terakhir bang, tapi adek mau pamit, karena kalau untuk yang terakhir berarti sebentar lagi Humai ketemu sama abang di alam yang sama, sedangkan Alfa masih butuh bimbingan dan kasih sayang, Humai mau kesini mau pamit mau kerja di kota, ini Humai lakukan demi anak kita, demi masa depan kami, aku dan Alfa. semoga dalam Humai bisa ziarah lagi kesini, Ya sudah Humai berangkat. Assalamualaikum"


Humai beranjak dan melangkah, matahari sudah meninggi kini sudah saatnya dia pergi, berada di dekat suaminya membuat Humai lupa waktu


dr...dr..dr


handphonenya bergetar sambil berjalan dia menerima panggilan tersebut, dan dia kerepotan sambil membawa tas dan memegang handphone nya


" Assalamualaikum yan, kamu sudah sampai di pintu gerbang?"


"....."


"ya sudah tunggu disana sebentar lagi saya sampai, assalamualaikum"


"...."

__ADS_1


__ADS_2