
"papa mama kenapa sih, dari tadi ribut terus, lagian kalau pacar Retha gak panggil dedek, panggil sayang sama kayak papa dan mama"
Maria membulatkan matanya pada Dika
"lalu dedek Alfa itu siapa" tanya Dika menghindari tatapan intimidasi Maria
"dedek Alfa itu adeknya mbak Humai" Aretha mendambakan seorang adik yang lucu
"emang kamu masih punya adik balita mai" tanya Dika
"lebih tepatnya anak saya tuan" jawab Humai berdiri disamping Aretha
"seriously"
plethak
"ish... biasa aja kali" Maria takut Humai tersinggung dengan perkataan suaminya selanjutnya
"udah sekarang kita selesaikan sarapannya, makan yang banyak sayang"
"hmm" Aretha sedang mengunyah makanannya
setelah beberapa menit, akhirnya sarapan bersama selesai ya..walaupun kepolosan Aretha membuat Humai dan kedua majikannya sedikit salah tingkah, dan kini mereka melangkah menuju kendaraan masing masing
Dika dan Maria satu mobil, itu artinya Dika harus mengantarkan istrinya dulu, sedangkan Humai masuk ke mobil yang lain dengan sopir yang sudah siap di depan pintu mobil
"mama papa berangkat ya sayang, baik baik disana ingat kalau ada apa apa panggil mbak Humai" pamit Maria dari dalam mobil
"Humai kalau ada apa apa langsung kabar saya ya"
"baik nya, insyaallah saya akan menjaga amanah nyonya"
by
"mari non" pintu mobil telah dibuka oleh sang sopir
"terima kasih bang Hanif" ucap Aretha
mobil yang ditumpangi Humai pun bergerak meninggalkan rumahnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
didalam mobil Dika
"ma..emang benar ya, Humai itu janda anak satu?"
"iya, kenapa emangnya pa" kata Maria dengan pandangan lurus kedepan
"kasihan sekali masih muda tapi ditinggalkan suaminya, emang suaminya kemana ma, udah punya anak kok main tinggal aja?"
"suaminya diambil pemiliknya!"
"apa.... berarti dia mengambil suami orang ma, kalau gitu mama harus awasi dan waspada"
"ih papa... apaan sih kok jadinya negatif thinking"
" kata mama tadi...."
"maksudnya Ria diambil kembali sama pemilik manusia alias Tuhan"
"ooh....eh berarti ditinggal mati dong"
Maria mengangguk
"kasian anaknya masih kecil sudah jadi yatim tapi aku salut sama Humai dia terlihat kuat dan bahagia seakan tidak ada kejadian apa apa dalam hidupnya"
lima belas menit kemudian akhirnya mereka sampai, dan Maria pun turun, sedangkan Dika meneruskan perjalanan ke kantornya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sedangkan di mobil yang ditumpangi Humai, Aretha tak henti hentinya mengoceh
karena ocehan Aretha didalam mobil perjalanan ke sekolah tidak terasa, akhirnya mereka telah sampai
"terimakasih bang Hanif" kata Humai
"sama sama mai" jawab Hanif "cantik " gumannya
Humai begitu takjub dengan bangunan yang ada di depannya,
"wah gedungnya besar non, cantik lagi" tak henti hentinya Humai mengagumi sekolahnya Aretha,
"emang sekolahnya mbak seperti apa dulu"
__ADS_1
"he he sekolahnya mbak biasa aja non, cuman ada ruang kelas itupun fasilitas seadanya non, maklum di desa non"
"kalau gitu nanti dedek Alfa sekolahnya di sini saja mbak, sama Aretha juga, nanti Retha akan jaga dede Alfa" Aretha begitu polos
"he he, ya insyaallah non" kata Humai asal, yang penting anak majikannya senang " mana mungkin Alfa bisa sekolah di sini, berapa duit yang harus aku siapkan, ada ada saja non, dasar anak kecil" Humai tersenyum sendiri
"ayo mbak, itu kelas Retha dan teman teman ku" Aretha berjalan lebih cepat dari sebelumnya
Humai tersenyum dan berjalan di belakang Aretha
"hallo semua"
"hai Aretha" jawab mereka serempak
"hei Re.. itu siapa kok cantik" tanya kayla
"oh ini...sini mbak, kenalkan ini teman Retha, ini kayla, ini putri, dan ini sheila dan teman teman kenalkan ini baby sister aku yang baru namanya mbak Humai"
"assalamu alaikum, adek adek cantik"
"wa'alaikum salam mbak cantik, eh mbak cantik Re, buat aku ya Re, mau dikasih ke papa biar jadi mama kayla" kata kayla yang langsung jatuh cinta pada Humai
"enak aja, gak boleh, mbak Humai milik Retha, kalau dikasih ke kamu, dedek Alfa nanti kamu minta juga" Aretha memeluk tangan Humai
sedangkan Humai dibuat terbengong denga perkataan dua anak kecil yang ada di depannya
"ya ampun, anak jaman now, emang aku aku apaan, mau diover over" batinnya bicara
"ya ya sudah, sekarang non Retha dan adek adek cantik lebih baik masuk, sebentar lagi bel masuk bunyi" dan benar bel masuk berbunyi
Aretha dan teman temannya masuk ke dalam kelas, sedangkan Humai juga meninggalkan kelas mencari tempat duduk untuk menunggu
"hai kamu baby sitter baru ya?" tiba tiba ada tiga orang yang sudah duduk dengan Humai
"eh ya" jawab Humai singkat
"kamu menjadi pengasuhnya siapa, perasaan tidak ada murid baru" tanya dari salah satu orang yang mendekatinya
"memang bukan siswa baru, aku pengasuhnya non Aretha, kenalkan saya Humai, penggantinya Yanti" jawab Humai sekaligus kenalan dengan teman teman barunya
"hah, emang Yanti kemana kok berhenti, ..eh tunggu kenalin gue Irma, dan ini Nita,
__ADS_1
dan disebelah lho itu Erni, kami bertiga temannya Yanti juga, bahkan kita punya group chatting