Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
Mengerjai atasan


__ADS_3

"whaat... seriusan, tapi sepertinya masih gadis, hi hi bos kalau dendam jangan gitu lah masak anak orang dibilang janda"


"ya sudah kalau tidak percaya"


"oke... kalau memang janda, berarti janda kembang dong


"tapi bos, meskipun dia janda pasti banyak pria yang antri, mau menjadi pendamping hidupnya, secara dia wanita idaman, sudah cantik, sholehah, bertanggungjawab, apalagi waktu dia tersenyum, beeh.... Pasti hati pria manapun akan bergetar dan meleleh "


"lebay"


"ya sudah kalau tidak percaya, saya berani taruhan,, bentar lagi nih, pasti predikat janda nya akan berganti" kata Andre yang sengaja memancing emosi sang bos, sekaligus sahabatnya itu.


"ganti, emangnya ganti apa? "


"ya ganti nyonya lah bos, masa ganti tuan, kan dia perempuan, gimana si bos nih, gitu aja lelet, ha ha ha"


"apa kamu bilang, kamu bilang aku lelet, ehm... Potong gaji tiga puluh persen,"


"wah... Jangan dong bos, bisa mundur lagi saya nikahnya, bos kan tahu kalau saya sedang ngejar target, jangan ya bos, ampun deh"


"siapa suruh kamu bilang aku lelet, lagian kamu itu sok tahu banget , baru bertemu sudah banyak komen," kata Daffa ketus


"ya bos mah gak percaya, itu tadi buktinya, dia dilindungi oleh si supir, siapa namanya tadi supirnya," kata Andre menggebu gebu, setelah melihat perubahan ekspresi wajah atasannya


"Hanif" jawab Daffa datar


"ya itu si Hanif, saya yakin Hanif itu saat ini mulai ada hati sama pengasuhnya aretha, oh ya siapa namanya bos.?" tanya Andre setelah sadar dia belum berkenalan begitu juga dengan bos sekaligus sahabatnya


"nggak tahu" jawab Daffa sekenanya


"ya bos gitu amat jawabnya" Andre tersenyum mendengar jawaban sahabatnya, ia tahu hati sahabatnya tidak baik baik saja

__ADS_1


"lalu aku harus jawab apa!, aku memang tidak tahu" kata Daffa masih dengan nada ketusnya


"ya setidaknya bos ingat nama yang di panggil Aretha, gitu lho bos, eh tunggu...., sepertinya aku Ingat... Hu hu?," Andre diam sejenak pura-pura berpikir, dia ingin tahu seberapa tanggap bosnya itu menjawab, kalau sahabatnya itu cepat menjawab berarti Humai sudah mulai masuk dipikirkan bosnya, atau bahkan sudah masuk kedalam hatinya


" Humai" kata Daffa singkat


Dalam hati Andre bersorak, ternyata benar tebakan nya,


."akhirnya ada juga perempuan yang masuk dalam hati bos, tenang saja Daf, aku akan selalu mendukung dan membantumu," janji Andre dalam hatinya


"lagian kamu mau ngapain, pake nanya nama nama segala"


"hi hi gak buat apa kok bos, cuman buat koleksi saja" kata Andre


"maksudnya" Daffa mengerutkan dahinya tanda tak mengerti


"ya cuman untuk disimpan saja bos, siapa tahu nanti ada saudara atau teman aku yang minta dikenalin sama cewek, kan aku tinggal kasih tahu namanya dan lainya" jawab Andre


"ya... Dua duanya sih bos, kalau dia mau di modusin, siapa yang nolak, aku kan pria normal, ibaratnya nih kucing dikasih ikan, ya pasti dilahap lah,"


" emang situ kucing"


"makanya bos saya buat simpanan dulu, nah kalau dia nya mau sama saya, tentu saya nggak mau..." Andre


"nggak mau...?, tumben lho alim!?". Daffa


"nggak mau nolak maksudnya bos.... Ha ha ha"


"mana mungkin saya nolak, kan enak, kalau yang satu nggak bisa diajak main, ya sudah pergi ke yang lain, kan enak bos, nggak bakalan kesepian, dan bisa..."


Bug bug

__ADS_1


"auuuww..... Sakit bos"seru Andre sambil mengusap sebagian kepalanya yang dipukul Daffa dengan buku


" jadi maksud kamu, kamu mau poligami, belum apa apa sudah mikir mau poligami,"


" ya kan bos tahu kalau aku sedang menjalin kasih bahkan mau menikah, aku nggak mungkin lah ninggalin pacar aku, nah kalau mau dia di poligami, kenapa tidak, aku kan laki-laki normal bos,"


" seperti yang aku katakan tadi, kalau yang satu lagi libur untuk olah raga malam, ya pergi rumah istri yang lain, dan lebih seru lagi nih bos, dalam urusan olah raga malam, kita bisa berfantasi,... Auuwww" ternyata Daffa memukulnya lagi


"sakit bos"


"biarin, itu supaya otak sama pikiran mu nggak Kemana mana, " Daffa bertambah kesal, "fantasi, fantasi gundulmu"


"la ya kan bos, yang satu kan masih bersegel, jadi tidak punya pengalaman, nah yang satu karena status nya sudah janda tentu dia sudah pengalaman, apalagi kalau yang wanita lebih agresif pasti deh... Auuww,... Auuuww" Daffa memukulnya lagi, bahkan ini lebih keras dan berulang


"sakit bos, emang aku samsat, bisa gegar otak ini"


"biarin, sekali lagi, Humai kamu jadikan bahan fantasi mu,"


Bug


"Auuww... Sakit bos, iya ya, emang kenapa bos, kan.."


"mau ini lagi" Daffa menunjukkan kepalan tangannya


"he he he"


Tak terasa mereka berdua telah sampai di kantor, Daffa segera keluar tanpa mempedulikan Andre yang masih di belakang setir,


Andre tersenyum sinis, ia tahu sahabat nya itu sedang tidak baik-baik saja hatinya, akhirnya dia bisa juga mengerjai bos sekaligus sahabatnya,


"hi hi hi... Kapan lagi bisa ngerjain bos, lagian punya bos kok kaku banget sih, dinginnya ngalahin gunung es, tapi... bentar lagi si gunung es akan mencair, yes" Andre mengepalkan tangan dan bahagia

__ADS_1


__ADS_2