Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
perdebatan anak kecil


__ADS_3

sementara di perusahaan wiguna,


"pagi bos," andri menyapa atasannya sekaligus sahabatnya


" pagi, saya tunggu kamu didalam "


"baik,"


Daffa masuk kedalam dan duduk di kursi kebesarannya, tak berapa Andri masuk membawa note book, dan beberapa berkas


"dri gimana perkembangannya proyek kerja sama dengan pak Hendra?"


"sejauh dari pemantauan kita berjalan dengan lancar bos"


"baguslah, berarti pilihanku tidak salah, dan segera urus peralihan perusahaan itu atas nama Maria dia berhak atas perusahaan itu, aku ingin mengumumkannya nanti pada saat peresmian," kata Daffa


"lalu bagaimana dengan pemegang saham, apa kita akan membicarakan ini juga dengan mereka?, aku takut mereka menarik saham mereka setelah perusahaan itu berdiri sendiri"


"maka dari itu kita harus menyakinkan mereka dulu salah satunya dengan kerja sama dengan perusahaan pak Hendrik" Daffa


"ya itu lebih baik, Oh ya besok kita harus melihat perkembangan Yayasan sesuai dengan wasiat papamu"


"oh ya, tak terasa sudah tiga bulan kita mengunjungi yayasan itu... baiklah besok jam sebelas kita kesana, sekalian istirahat makan siang"


kemudian Andri membacakan jadwal Daffa hari ini


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


besok hari di kediaman Dika, semua berjalan dengan semestinya, begitu pula dengan Humai, seperti hari biasa, Humai melakukan tugasnya, yaitu menjaga Aretha dari bangun tidur sampai tidur kembali, dan dia melakukan dengan ikhlas dan ceria, karena itu bisa mengurangi kerinduannya pada putra tercintanya


"pagi ma, pa... mmuach"


"pagi sayang... udah siap ke sekolah" Maria

__ADS_1


"siap dong maa," Aretha


"semangaat" Daffa mengajak bertos ria


"yeeey" seru Aretha


mereka pun sama memulai sarapan, setelah sarapan mereka bersiap ke tempat tujuan masing masing, setelah dua puluh mereka keluar dari pintu utama menuju kendaraan masing masing dan disana ada Hanif berdiri di samping mobil yang akan ditumpangi Aretha


"pagi tuan, nyonya, nona " sapa Hanif


"pagi Hanif, jangan lupa pesan saya" jawab Dika


"pagi bang Hanif," jawab Aretha


"baik tuan"


akhirnya mereka pergi dengan tujuan masing masing


tak terasa mobil yang membawa Aretha sudah sampai di halaman sekolah, sudah banyak yang datang, tapi Aretha belum terlambat, meskipun dia adalah cucu dari pemilik yayasan tersebut tapi orang tuanya sudah menerapkan disiplin.


"terima kasih bang Hanif" kata Aretha keluar mobil


""sama sama non, belajar yang rajin ya"


"tentu" jawab Aretha


"mbak itu kayla dan yang lain, ayo kita kesana" seru Aretha setelah melihat teman temannya di depan kelas mereka


"iya non, saya kedalam dulu bang" pamit Humai pada Hanif


Aretha segera menghampiri teman temannya


"assalamualaikum ladys" sapa Humai

__ADS_1


"wa'alaikum salam, kakak cantik" jawab sheila


"bukan kakak, mama kayla" sanggah kayla


"enak aja, ini mbak nya Retha, nggak ada yang boleh ngambil"


"sudah sudah nggak ribut, non non cantik silahkan masuk kelas, ingat nggak boleh ribut, nanti dihukum bu guru, eh ini non putri kemana kok nggak ada, apa tidak masuk ya" Humai mengalihkan perdebatan anak anak kecil di depannya


Aretha dan kawannya saling menatap, mereka sama sama mengangkat bahu mereka sama tidak tahu


"ya sudah kalau tidak ada yang tahu lebih baik non dan yang lain segera masuk, biar nanti mbak yang nanya sama pengasuhnya"


"ya sudah kita masuk ya ma, assalamualaikum mama" kata kayla


"iih kayla dia bukan mama kamu, berhenti kamu panggil mama, Retha nggak akan ngasih dan tak akan setuju"


Humai hanya bisa menggelengkan kepala melihat perdebatan anak kecil, tapi meskipun terjadi perdebatan antara Aretha dan kayla mereka tetap berjalan beriringan


"ayolah Re, restuin mbak Humai jadi mama kayla, aku kan juga pengen punya mama, seperti kalian, ya ya ya" kayla membujuk Aretha


"nggak, sekali tidak tetep tidak"


"baiklah nanti aku ajak papa kesini, buat kenalan sama calon mama kayla" kata kayla membuat panas hati Aretha


"kaylaaa"


"he he he he


"morning " miss lain masuk kedalam kelas


"morning miss" jawab mereka serempak


sedangkan Humai sudah duduk di tempat dimana biasanya dia menunggu Aretha sampai jam pulang, tentu bersama teman seprofesinya

__ADS_1


__ADS_2